Yuk, Simak 5 Teori Keadilan Menurut Aristoteles

Kamu pasti sudah sering, atau setidaknya pernah mendengar nama Aristoteles. Ia merupakan filsuf Yunani yang juga merupakan murid Plato dan guru dari Alexander the Great, dua filsuf dunia yang namanya besar dan populer.

Aristoteles sendiri banyak menciptakan berbagai teori-teori, mulai dari teori tentang model komunikasi hingga salah satunya teori yang paling terkenal, yakni teori keadilan menurut Aristoteles.

Berbicara tentang teori ini, pembahasan tentang keadilan menurut Aristoteles sebenarnya sudah pernah kita dengar dan pelajari saat kita masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas. 

Namun tidak bisa dipungkiri bahwa teori keadilan menurut Aristoteles ini sebenarnya sering kita temukan dalam kehidupan sehari-hari. Jika dipelajari, teori-teori tersebut juga sangat berguna dalam membantu kita memecahkan berbagai masalah yang berkaitan dengan keadilan.

Namun mungkin banyak dari kita yang sudah lupa tentang apa saja sih isi teori keadilan menurut Aristoteles. Nah, daripada kita bertanya-tanya apa saja isi teorinya, mending langsung baca artikel di bawah ini  yuk!

Teori keadilan komunikatif 

Teori ini menunjukkan bahwa keadilan menurut Aristoteles dideskripsikan sebagai bentuk perlakuan dari seseorang atau satu pihak kepada orang lain tanpa melihat jasa-jasa yang diberikan oleh seseorang tersebut sebelumnya.

Contoh penerapan teori ini dapat kita lihat pada pemberian sanksi sesuai hukum yang berlaku kepada pejabat yang terbukti melakukan tindakan korupsi. Meskipun pejabat tersebut telah memiliki jasa yang besar untuk perkembangan masyarakat, ia tetap dijatuhi hukuman yang setimpal karena kesalahannya. 

Teori keadilan distributif

Pada teori ini, keadilan menurut Aristoteles dijelaskan sebagai perlakuan yang diberikan atau diterapkan untuk seseorang karena jasa yang telah diberikan.

Contoh penerapan keadilan distributif dapat dilihat dari pemberian Nobel Peace Prize kepada orang-orang yang telah berjasa demi kedamaian dunia.

Teori keadilan kodrat alam

Pada teori keadilan kodrat alam, Aristoteles menggambarkan keadilan sebagai perlakuan yang diberikan terhadap seseorang yang mana perlakuan tersebut disesuaikan dengan hukum alam.

Salah satu contoh teori keadilan kodrat alam dapat kita lihat dari hukum tabur-tuai, di mana terdapat ungkapan “apa yang kamu tabur, itu yang kamu tuai”, artinya jika kita melakukan hal yang baik kepada orang lain, kita pun akan menerima hal yang baik pula. Atau jika kita membantu orang lain saat kesulitan, kita pun akan dibantu oleh orang lain juga saat kita mengalami kesulitan.

Teori keadilan konvensional

Dalam teori ini, keadilan menurut Aristoteles adalah bentuk keadilan yang terjadi ketika seseorang telah mematuhi peraturan. Pada teori keadilan konvensional, peraturan yang dimaksud merujuk pada peraturan perundang-undangan.

Contoh bentuk keadilan konvensional adalah pemberian perlindungan yang didapat oleh warga negara yang mematuhi peraturan dan sanksi yang didapat jika peraturan tersebut dilanggar. 

Teori keadilan perbaikan

Di sini, keadilan menurut Aristoteles digambarkan sebagai keadilan yang diterapkan ketika seseorang mencemarkan nama baik orang lain.

Salah satu contoh kecil dari bentuk keadilan ini adalah permintaan maaf yang diterima seseorang dari orang lain karena namanya telah dicemarkan.

Jadi, itu dia 5 bentuk teori keadilan menurut Aristoteles. Dengan memahami kelima bentuk keadilan tersebut, kita pun menjadi tahu apa yang pantas didapat seseorang saat ia melakukan hal yang baik maupun hal yang buruk. Kita juga memahami bagaimana kita memperlakukan seseorang sesuai tindakan yang telah ia buat.

Semoga artikel ini membantu, jangan lupa share ke teman-temanmu ya!

Related Articles

Leave a Reply