Wisma Apung Karimunjawa, Sensasi Menginap di Atas Laut

Bagi para traveler yang sudah sering berkunjung ke Karimunjawa, sepertinya kalian sudah cukup akrab dengan penginapan unik yang satu ini. Wisma Apung Karimunjawa, yang jika dilihat dari kejauhan tampak seperti mengapung di atas laut, merupakan salah satu lokasi penginapan terfavorit di Karimun Jawa.

Untuk kategori guest house wisata, Wisma Apung Karimunjawa sebenarnya tidak begitu luas. Penginapan ini memiliki jumlah kamar kurang dari 20 unit saja. Kendati begitu, Wisma Apung nyaris selalu penuh, terutama ketika memasuki momen liburan.

Wisma Apung Karimunjawa

Source: Midori via Wikimedia Commons

Walaupun ada nama “apung” di situ, bukan berarti wisma ini benar-benar mengapung di atas air. Bangunannya berdiri di atas gosong pasir yang menjorok ke permukaan. Lokasinya berjarak sekitar 10 sampai 15 menit perjalanan air dari Pulau Karimun Besar.

Wisma Apung menawarkan 3 tipe kamar utama, yaitu tipe standar 1 (non-AC, kamar mandi di luar), standar 2 (non-AC, kamar mandi di dalam), dan tipe kamar suite (AC, kamar mandi di dalam). Setiap kamar bisa ditempati oleh dua orang.

Penginapan ini sangat cocok untuk wisatawan backpacker yang datang dalam grup kecil. Jika kamu benar-benar ingin menikmati momen secara utuh bersama lautan, suara deru ombak, diiringi nyanyian burung-burung pantai, tanpa harus menghamburkan budget, Wisma Apung Karimunjawa adalah pilihan yang tepat.

Fasilitas dan Akses Penginapan

wisma apung karimunjawa
Source: danarif.com

Fasilitas yang tersedia disini sudah cukup memadai untuk memenuhi semua kebutuhan mendasar selama menginap di Karimunjawa. Tamu akan disuguhi dengan aneka hidangan laut sebagai menu makan, tersedia minuman-minuman seperti kopi dan teh yang tinggal dibuat sendiri kapanpun kita mau, dan gazebo untuk bersantai selama di penginapan.

Selain itu, pengelola Wisma Apung juga menempatkan kolam penyu dan kolam hiu. Tapi tidak usah khawatir, hiu yang dirawat di sini bukanlah spesies hiu ganas. Tamu bebas melihat-lihat dan berfoto di sekitar kolam asalkan tidak mengusik keberadaan mereka.

Dan berhubung lokasinya terpencil, pengelola Wisma Apung Karimun Jawa sudah menyediakan sarana transportasi berupa kapal penumpang yang bisa digunakan untuk menyebrang ke pulau utama.

Tapi, yang paling penting tentu saja aksesnya. Selama berlibur di kepulauan nan cantik ini, sudah seharusnya kita lebih banyak menghabiskan waktu di luar ruangan, alih-alih berdiam diri di penginapan. Beruntung bagi wisatawan yang menginap di Wisma Apung. Lokasi penginapan ini sangat strategis untuk menjangkau berbagai objek wisata di Karimunjawa.

Lokasi Terdekat dari Wisma Apung Karimunjawa

Source: Facebook/wonderfullkarimunjawa
  • Saung Odang – 6 menit perjalanan (restoran lokal/internasional)
  • Eat & Meet Restaurant – 2 menit perjalanan (bar & restoran Eropa/western)
  • The Happinezz Hills Restaurant & Cafe – 2 km perjalanan (cafe & restoran internasional)
  • Waiki Bar – 9 menit perjalanan (cafe & bar internasional)
  • Pulau Menjangan Kecil – 3,3 km perjalanan
  • Bukit Love – 1,7 km perjalanan
  • Karimunjawa Square – 4 menit perjalanan

Selain tempat-tempat di atas, Wisma Apung juga berada berdekatan dengan Masjid Agung Karimunjawa, alun-alun kota, dan Pelabuhan Sahbandar. Lokasi penginapan ini akan mempermudah mobilitas traveler selama bepergian mengunjungi berbagai destinasi wisata.

Untuk semua kemudahan akses dan fasilitas ini, Wisma Apung mematok biaya sewa dengan harga yang sangat terjangkau. Rentang harganya mulai dari Rp125.000 sampai Rp150.000 untuk kamar non-AC, dan Rp250.000 sampai Rp300.000 untuk kamar ber-AC.

Harga tersebut bisa berubah sewaktu-waktu tanpa ada pemberitahuan. Untuk informasi selengkapnya bisa ditanyakan langsung ke pihak pengelola Wisma Apung Karimunjawa. Ikuti terus perkembangan informasi terbaru lainnya bersama VELO, kantong nikotin bebas tembakau pertama di Indonesia dengan aneka rasa menyegarkan, buat kamu pengguna produk nikotin berusia 18 tahun atau lebih, bukan perempuan hamil atau menyusui.

Henki Taher
For the last few years, Hengky living as a digital nomad and currently settled in Denpasar. As a writer, he is interested in a certain topic such as pseudoscience, culture, art, and lifestyle.

Related Articles

Leave a Reply