5 Wisata Religi Jawa Tengah untuk Tenangkan Hati & Pikiran

Berbeda dengan wisata lainnya, wisata religi di Jawa Tengah tentu saja akan terasa lebih spiritual. Tak cukup menyambangi atau berziarah, namun juga mengkaji cerita-cerita sejarah yang menjadi awal mula penyebaran agama di Indonesia.

Dalam tulisan ini akan kami rangkum beberapa rekomendasi tempat untuk kembali menenangkan hati dan pikiran. Mulai dari makam Wali Songo, tempat peribadatan umat Kong Hu Chu, dan masih banyak lagi. Langsung simak aja yuk~

1. Makam Wali Songo

makam wali songo
© instagram.com/wartademak

Tempat pertama datang dari beberapa makam Wali Songo yang ada di Jawa Tengah. Dimulai dari Sunan Muria yang letaknya ada di Gunung Muria, Jepara. Kemudian ada Sunan Kudus. Yakni Kompleks Masjid Agung Kudus yang punya arsitektur unik, bauran candi-candi Hindu.

Terakhir ada Sunan Kalijaga, dengan makam yang terletak di Daerah Kadilangu, Kabupaten Demak. Beliau mengusung konsep dakwah menggunakan cerita wayang dan tembang Jawa. Sehingga cukup banyak masyarakat pada waktu itu yang memeluk agama Islam berkat kepiawaian Sunan Kalijaga dalam berdakwah.

2. Masjid Agung Demak

wisata masjid agung demak
© indonesiakaya.com

Bangunannya mungkin terlihat sederhana, namun punya cerita yang menjadi sejarah bangsa Indonesia. Usia bangunannya lebih dari 50 tahun dan bisa bertahan kokoh hingga sekarang. Masjid Agung Demak punya arsitektur unik yang terletak pada bagian atapnya. Atap tersebut punya tingkat 3, yang mengartikan istilah islam, iman, ihsan.

Di kompleks masjid juga terdapat museum tentang sejarah masa lampau terkait pendirian Masjid Agung Demak. Ada ragam alur sejarah yang bisa dipelajari. Selain itu, juga ada barang peninggalan asli mulai dari gentong campa, bedug, hingga pintu saat awal pembangunan masjid.

3. Masjid Agung Semarang

wisata religi masjid agung semarang jawa tengah
© indonesiakaya.com

Masih berupa masjid agung, kali ini ada di Kota Semarang. Masjid Agung Semarang terletak di Gayamsari, tak jauh dari pusat kota Semarang. Masjid ini punya arsitektur yang megah. Membawa padu padan dari gaya Jawa, Arab, dan Roma. Gaya Arab sangat kentara pada payung hidrolik di halaman depan masjid.

Tidak hanya untuk tempat ibadah dan ikon wisata religi Jawa Tengah, Masjid Agung Semarang juga punya fasilitas cukup komplit. Mulai dari perpustakaan, museum sejarah dan budaya Islam, auditorium pertemuan, hingga pemandu wisata yang siap menjelaskan setiap cerita detailnya.

4. Klenteng Tay Kak Sie, Semarang

wisata klenteng tay kak sie semarang
© instagram.com/ricky_winardi

Wisata Jawa Tengah berikutnya, beralih ke bangunan yang berdiri sejak 1746 silam. Klenteng ini punya gaya arsitektur megah yang unik. Keunikan terletak pada banyaknya ornamen patung naga dan atap warna biru tua.

Saat masuk ke dalam, terdapat spot yang sengaja tak ada atapnya. Hal ini untuk penyinaran alami dan penyegaran udara. Klenteng dengan bangunan yang estetik ini lokasinya ada di Pecinan, Semarang. Selain sebagai wisata religi, juga sering diadakan festival seni dan kebudayaan, misalkan Pagelaran Musik Jazz.

5. Klenteng Sam Poo Kong, Semarang

wisata religi jawa tengah sam poo kong semarang
© Shutterstock

Yep. Mungkin kamu juga sudah mendengar sebelumnya, sebuah klenteng untuk peribadatan umat Kong Hu Chu. Klenteng ini punya sederet bangunan ikonik. Yakni: tempat pemujaan klenteng besar, pintu gerbang selatan, panggung untuk tempat pertunjukan, tempat pemujaan Kyai Juru Mudi, tempat pemujaan Tho Tee Kong, dan tempat pemujaan Kyai Djangkar.

Selain belajar sejarah, kamu juga bisa mengambil foto ikonik di setiap bangunannya. Di tempat ini juga sering diadakan festival setiap kali perayaan tahun baru Imlek. Sam Poo Kong terletak di Bongsari, Semarang. Kalau mau berkunjung, bisa mulai dari jam 6 pagi sampai 11 malam. Cukup siapkan tiket masuk sebesar Rp30 ribu

Itulah beberapa rekomendasi wisata religi di Jawa Tengah. Karena kebanyakan tidak boleh merokok saat dalam ruangan, kamu bisa cari alternatif lain. Seperti contohnya VELO, kantong nikotin yang ditujukan untuk kamu yang sudah 18 tahun ke atas dan pengguna produk yang mengandung nikotin, bukan perempuan hamil atau menyusui, yang diselipkan di sela-sela gusi dan mulut bagian atas. Tanpa bau, tanpa asap, dan tanpa orang lain tau~ Hehehe

Yap. Kami kira cukup, ya. Mudah-mudahan bisa menjadi referensi kamu untuk berkunjung sambil belajar kembali bagaimana sejarah penyebaran agama di Indonesia. Tentunya, supaya hati dan pikiran kamu kembali tenang dari hiruk pikuk pekerjaan. Semoga bermanfaat~

Ifan Prasya
Karena belajar bisa dari mana aja.

Related Articles

Leave a Reply