Apa itu Vintage Style? Mengenal Gaya dan Trend-nya

Vintage style memang tak lekang oleh waktu. Meski sempat redup tergantikan oleh gaya retro, kini anak-anak muda makin masif mengenalkannya kembali. Termasuk kita yang tinggal di Indonesia.

Dalam tulisan ini, penulis akan membahas secara ringkas namun lugas. Mengenai apa itu vintage style dan bagaimana perkembangan dari awal mula tren hingga sekarang. Langsung simak aja yuk!

Vintage Style: Mode Pakaian Gaya Lama

Gaya ini sudah ada sejak 1920, berkembang pesat hingga 1960-an. Gaya yang dikenakan terkenal dengan pakaian yang feminim. Warna yang dipakai juga tidak terlalu terang, alias lembut dipandang (soft).

Vintage dipengaruhi juga oleh berkembangnya hiburan film kala itu, sehingga ada perubahan gaya: warna lebih mencolok, celana dan rok melantai lebar, aksesoris pita, sepatu hak tebal.

Perang dunia II juga turut mempengaruhi gaya berpakaian vintage style ini. Terutama pada bahan yang dipakai. Kala itu, garmen yang masih menjadi bahan utama, sejak perang dunia II mulai dikurangi penggunaannya.

Bahan yang digunakan mulai minim. Namun tidak membatasi kreativitas desainer busana. Muncullah perkembangan baru dengan tampilan rebel, kemeja lebih feminim, serta warna-warna yang bercahaya.

Bedanya Vintage Style dengan Retro

Gaya retro hadir pada 1970-an dan berkembang pesat hingga 1990-an. Dilihat dari warna, retro tampak lebih berani dalam menampilkan warna-warna mencolok. Nuansa diskotik yang ceria, warna-warni, dan selalu menyegarkan; menjadi nuansa utama dari gaya retro yang lebih “gaul” dan kekinian.

Mulai ada perubahan baru lagi, meskipun ada pengaruh dari Perang Dunia II. Perubahan ini diikuti dengan adanya tren celana pendek dengan baju kotak-kotak flanel. Ripped jeans juga mulai dikenal oleh masyarakat luas berkat pengaruh dari Madonna. Perkembangan fesyen retro di sini nampak begitu kentara.

Item Fesyen Vintage yang Populer Dikenakan

Celana Kulot

Celana yang mungkin kamu sudah sering melihatnya sehari-hari dalam beberapa tahun terakhir. Model celana ini sebenarnya berasal dari gaya vintage yang diadaptasi. Dulu, celana ini kerap dikenakan oleh perempuan pada acara-acara yang kasual.

Namun sering juga dipakai untuk kebutuhan formal. Sama-sama bisa dipadu padan dengan item lainnya. Celana kulot gaya vintage sangat simpel. Namun kini diadaptasi dan diberi beberapa pernak-pernik tambahan. Seperti misalkan, fringe dan ruffle.

Rok Kotak-kotak

Rok dengan motif kotak-kotak menjadi cukup identik dengan gaya vintage. Rok ini bisa dipadukan dengan atasan polos warna putih, atau bisa juga warna gelap seperti hitam dan coklat.

Pada acara pesta, rok kotak-kotak cukup sering dikenakan dengan padu padan sweater. Model yang digunakan ialah rok A-line dengan ukuran yang melebar ke bawah.

Padu padan rok ini juga bisa ditambahkan cardigan dengan warna yang tak terlalu mencolok. Penampilan ini sudah cukup untuk dapat dikenakan saat acara resmi, seperti bekerja di kantor. Tentu dengan tambahan atasan lengan panjang, ya.

Loose Shirt

Sebuah atasan dengan ciri-ciri kerah bulat ini cukup kental nuansa vintage style yang dibawanya. Loose shirt ini ada 2 jenis, yakni tanpa lengan dan menggunakan lengan big size. Loose shirt dengan lengan sangat cocok dikenakan apabila kamu tidak terlalu PD dengan tampilan tanpa lengan.

Penampilan ini juga tidak lekang oleh waktu dan suasana. Dapat dipadukan dengan rok polos bergaya midi skirt. Bisa dipakai saat acara kasual seperti menghadiri pesta, main ke cafe, atau juga pergi kerja ke kantor. Warna-warna yang digunakan juga cocok apabila bergaya vintage.

Knitwear

Knitwear juga tak bisa lepas dari nuansa vintage, dari dulu hingga sekarang. Knitwear identik dengan bahan rajut yang terlihat lucu nan menggemaskan. Apalagi jika warna yang dibawa berupa warna-warna pastel, tak terlalu mencolok alias lembut dipandang.

Beberapa knitwear yang biasa dipadukan dengan gaya ini juga bermacam-macam. Setidaknya ada 3: sweater, syal, cardigan. Ketiga item ini cukup untuk menunjukkan nuansa vintage yang kentara.

Namun saran kami, cukup gunakan saat kondisi musim hujan, ya. Karena jika dipakai saat panas, badan akan terasa kurang nyaman karena merasa gerah. Sedangkan, untuk modelnya, baik itu cardigan, sweater, atau syal; kebanyakan sudah mengadopsi gaya vintage kekoreaan.

Tas Kulit

Siapa sangka bahwa tas kulit juga menjadi fesyen item paling kentara dari vintage style. Ada beberapa tas yang dapat dipadukan dengan gaya vintage seperti yang disampaikan barusan. Bahannya pun tidak melulu harus kulit asli, ya. Sintetis pun bisa, asal kualitasnya grade ori.

Tas kulit yang cocok untuk dipadukan dengan gaya ini sebaiknya berwarna coklat. Warna ini sudah sangat klop jika disandingkan dengan warna-warna pastel elegan khas vintage. Untuk selanjutnya, kamu tinggal melakukan pengecekan pada kualitas tas yang akan dibeli.

Nah, itulah tadi sedikit ulasan tentang vintage style. Gaya berbusana yang kembali naik daun di kalangan anak muda. Sering dijadikan outfit harian saat pergi ke kantor maupun nongkrong di akhir pekan untuk hilangkan beban pikiran.

Sambil menyalakan rokok dan bersenda gurau bersama kawan-kawan lainnya. Namun kalau kamu tidak merokok, tidak masalah juga. Kini sudah ada kantong VELO. Kantong nikotin mungil yang dapat dinikmati kapan saja dan di mana saja, tanpa ketahuan siapa pun.

Ifan Prasya
Karena belajar bisa dari mana aja.

Related Articles

Leave a Reply