Vintage Fashion: Perkembangan dari Masa ke Masa

Perkembangan vintage fashion dari masa ke masa cukup menarik untuk disimak. Apalagi bagi pecinta fesyen gaya kuno namun tetap relevan dan kekinian. Cocok buat harian, pas nongkrong bersama kawan-kawan menjelang akhir pekan.

Dalam tulisan ini, penulis akan memaparkan sedikit tentang apa itu vintage fashion. Disusul dengan perkembangan tren mulai dari tahun 1920-an hingga ke 1980-an akhir. Bagaimana ceritanya? Simak langsung aja yuk!

Apa itu Vintage Fashion?

Vintage fashion adalah gaya berbusana yang berkembang sejak 1920 hingga 1980. Masa-masa Perang Dunia II juga turut mempengaruhi gaya vintage ini. Apalagi dengan Amerika Serikat yang menjadi pusat pengaruh budaya pop dan industri kreatif di dunia.

Ciri-ciri gaya vintage dapat ditandai dengan pemilihan warna-warna pastel namun tetap padu. Penggunaan aksen kulit juga dapat menjadi salah satunya. Gaya ini dinamakan vintage karena berlangsung begitu lama, dan terbilang sudah tua.

Gaya Busana Vintage dari Tahun ke Tahun

Perkembangan gaya vintage begitu lama. Dimulai sejak 1920-an hingga 1980-an. Bahkan, kini juga mulai diadopsi oleh masyarakat modern menyongsong industri 4.0 berkembang. Lalu, seperti apa seluk beluk yang menandai perkembangan vintage pada waktu itu? Mari kita simak.

Tahun 1920-an

Pada masa-masa ini, pengaruh Amerika Serikat dalam mode fesyen dunia masih sangat tinggi. Mereka juga turut mempopulerkan gaya vintage lewat musik jazz yang makin diminati. Seiring juga jumlah perempuan yang sudah mulai berkarier di dunia kerja yang membuat mode fesyen berkembang pesat.

Gaya yang kentara pada masa ini adalah glamor. Sejalan dengan populernya mode fesyen Flapper. Gaya-gaya dengan dandanan menor, menyesap rokok, serta mengendarai mobil mewah begitu kental dengan tampilan vintage fashion.

Tahun 1930-an

Mengingat ekonomi Amerika yang mengalami kemunduran, pada dekade 30-an, gaya vintage style mulai mengalami perubahan yang signifikan. Mulanya glamor, kini lebih tampil dalam mode kasual dan santai. Tidak ada unsur mewah sama sekali pada masa itu.

Hal ini dipengaruhi oleh kelesuan ekonomi yang merambat ke seluruh dunia. Timbullah masalah-masalah sosial yang akhirnya turut mempengaruhi gaya berpakaian kebanyakan orang. Masa-masa ini juga tak lepas dari pengaruh politik dunia.

Tahun 1940-an

Perkembangan vintage fashion pada masa-masa ini tak terlalu mengalami perubahan yang begitu mencolok. Justru ada kemajuan pada proses produksinya. Pada masa ini ditemukan metode baru saat pembuatan busana, yakni dengan menggunakan bahan sintetis.

Bahan-bahan sintetis ini sangat membantu industri busana kala itu. Karena, pakaian yang dijual semakin terjangkau dan ada peningkatan permintaan dari pasar. Selain itu, untuk perubahan gaya, yang paling bisa dilihat ada pada warna. Warna-warna pastel mulai digemari pada masa 1940-an.

Tahun 1950-an

Masa 50-an berkembang setelah Perang Dunia II. Perkembangan industri busana makin maju, terutama pada proses produksi. Kini bahan-bahan yang digunakan untuk membuat baju menjadi lebih variatif. Mulai dari dracon, orlon, hingga nilon.

Perbedaan gaya yang terlihat mencolok ada pada pemilihan warna dan aksen. Jika tahun-tahun sebelumnya terkesan glamor, kini mulai ada gaya-gaya simpel dan minimalis. Contoh item yang sering dikenakan ialah topi lebar, kaos ketat, hingga spandek.

Tahun 1960-an

Kemajuan industri pada masa dekade ini terlihat begitu pesat. Bisa dilihat pada perkembangan alat-alat rumah tangga yang sudah bisa diproduksi massal dengan harga yang tidak terlalu mahal. Seperti misalkan, mesin cuci dan setrika. Hal ini membuat busana menjadi komoditi yang dekat dengan kita.

Pada dekade ini pula, ada kecenderungan untuk memanfaatkan teknologi menjadi lebih masif lagi. Sehingga, muncullah tren yang dinamakan futurismo. Mulai ada motif-motif vintage yang baru seperti polkadot dan pattern garis-garis horizontal maupun vertikal.

Tahun 1970-an

Dekade ini diwarnai dengan perkembangan hiburan diskotik yang masif di seluruh dunia. Hiburan ini juga membawa warna baru dengan gaya vintage fashion yang berbeda. Kini, orang-orang bisa dengan PD tampil mengenakan celana ketat dengan bagian bawah yang longgar, alias celana gombrong.

Khusus untuk pria, gaya vintage juga begitu terlihat pada gaya rambut. Sisiran ke belakang dengan nuansa klimis sudah menjadi pemandangan sehari-hari yang sering ditemui. Hal ini juga dipengaruhi oleh aktor internasional bernama John Travolta dalam filmnya yang berjudul “Saturday Night Fever.”

Tahun 1980-an

Salah satu fashion item yang mulai digemari pada dekade ini adalah celana jeans yang dipadukan dengan kaos polos. Disertai pula layering berupa jaket kulit yang tebal dan hangat. Warna-warna yang digunakan pada dekade ini juga sudah mulai variatif, mulai dari yang halus hingga mencolok.

Pengaruh berbusana yang begitu kentara dirasakan oleh masyarakat dunia kala itu adalah budaya Pop Punk. Budaya ini menyebar ke seluruh dunia berkat industri film dan televisi yang berkembang pesat. Budaya ini berasal dari New Wave.

Nah, itulah tadi sedikit tentang apa itu vintage fashion dan bagaimana perkembangan trennya dari masa ke masa. Hingga sekarang, gaya vintage masih begitu diminati. Terlebih bagi anak muda yang doyan nongkrong di akhir pekan untuk menghilangkan penat pikiran.

Biasanya akan sangat seru dan nyantai jika dibarengi dengan merokok. Tapi jika kamu tidak merokok, ada solusinya. Yakni dengan kantong VELO. Kantong nikotin yang dapat diletakkan di sela-sela gusi atas untuk menikmati sensasinya.

Ifan Prasya
Karena belajar bisa dari mana aja.

Related Articles

Leave a Reply