Apa itu Unsur Intrinsik & Ekstrinsik Cerpen? Cari Tau Yuk!

Cerita pendek atau cerpen merupakan salah satu karya fiksi yang paling digemari. Tidak sekadar cerita, tetapi juga ada unsur intrinsik dan ekstrinsik cerpen. Unsur-unsur yang membangun cerita hingga punya makna bagi pembacanya.

Dalam tulisan ini, kita akan sama-sama mengupas tentang apa saja yang termasuk di dalam unsur intrinsik dan ekstrinsik dari cerita pendek. Serta apa saja contohnya. Daripada berlama-lama, langsung kita simak aja yuk, ulasannya! Scroll ya..

Unsur Intrinsik Cerpen

Unsur intrinsik, artinya unsur pembangun yang ada di dalam cerpen. Mulai dari tema (topik), tokoh dan penokohan (beserta watak/karakter), latar (setting), alur (plot), sudut pandang, hingga amanat (pesan moral). Mari kita bahas satu per satu.

Tema

Ide pokok atau lingkup cerita yang dibawakan. Biasanya tidak jauh-jauh dari kehidupan nyata. Seperti misalkan, tema cerita tentang keluarga, sahabat, kebudayaan, isu sosial, hingga hubungan asmara.

Tokoh dan Penokohan

Ada 3 tokoh dan wataknya yang ada di dalam cerita, yakni: (1) pemeran baik, (2) pemeran jahat, (3) pemeran netral. Sedangkan, penokohan lebih pada watak atau karakter dari masing-masing tokoh yang ada di dalam cerpen.

Misalkan, “Ayu sangatlah pendiam. Di kelas, dia tak banyak bicara. Tapi sekalinya ketemu Nia, teman akrabnya, seolah-olah dunia terbalik. Dia menjadi sangat cakap, mau cerita panjang lebar kali tinggi hingga terasa dunia miliknya sendiri.”

Latar

Disebut juga setting, alias latar belakang. Dibagi menjadi 3 juga, yakni (1) latar tempat, (2) latar waktu, (3) latar suasana. Latar tempat mencakup tentang lokasi cerita. Latar waktu menandakan pagi, siang, sore, dan seterusnya. Sedangkan, latar suasana lebih kepada nuansa yang sedang terjadi, seperti menyenangkan, menegangkan, atau juga mengharukan.

Alur

Disebut juga plot, atau jalannya cerita yang diurut berdasarkan waktunya. Apakah ia maju, mundur, atau campuran. Hal ini terserah penulisnya, jika ingin cerita yang seru dan kompleks, alur maju mundur (campuran) bisa menjadi pilihan.

Sudut Pandang

Yaitu cara pandang cerita yang diatur oleh penulisnya. Bisa menggunakan sudut pandang orang pertama (aku, saya), atau sudut pandang orang ketiga (nama tokoh, dia, mereka), ataupun bisa memakai point-of-view orang kedua (menceritakan pelaku utama).

Amanat

Disebut juga pesan moral yang biasanya disampaikan di akhir cerita, setelah terjadi konflik tertinggi (klimaks). Pesan ini bisa disampaikan langsung melalui kalimat pesan moral, atau juga secara tidak langsung alias tersirat.

Unsur Ekstrinsik Cerpen

Berbeda dengan unsur intrinsik, unsur ekstrinsik cerpen berasal dari luar cerita itu sendiri. Biasanya mencakup 2 hal, yakni (1) latar belakang penulis, (2) keadaan sos-pol-mas saat itu.

Latar Belakang Kehidupan Penulis

Apa yang dialami oleh penulis sangat bisa mempengaruhi jalannya cerita. Hal ini bersifat personal, memang. Tapi setiap penulis bebas untuk menuangkan segala uneg-uneg berbuah karya cerpen yang mampu menghibur pembaca. Latar belakang ini bisa tempat tinggal, pengalaman cinta, pengalaman patah hati, atau apapun kondisinya.

Keadaan Sosial, Politik, Masyarakat

Selain latar belakang penulis, cerpen juga dipengaruhi oleh keadaan sosial, politik, dan masyarakat. Misalnya saja, penulis cerpen yang memilih tema tentang persahabatan cowok pemain bola, yang diambil karena sedang ada pagelaran Piala Dunia.

Atau juga, cerpen yang mengisahkan tentang perselisihan yang berakhir pada persatuan. Di mana cerita tersebut dipengaruhi dengan bersatunya capres-cawapres yang dulu sempat berhadapan di pemilu. Dan masih banyak lagi contoh lainnya.

Nah, itulah tadi sekelumit ulasan tentang unsur intrinsik dan ekstrinsik cerpen. Mudah-mudahan bisa menjadi referensi buatmu belajar ya.

Ifan Prasya
Karena belajar bisa dari mana aja.

Related Articles

Leave a Reply