Tips Mendaki Gunung Fuji Bagi Pemula, Jangan Sampai Diabaikan!

Punya keinginan untuk mendaki Gunung Fuji? Masuk dalam daftar gunung tertinggi di Jepang, Gunung Fuji seakan menjadi tujuan para wisatawan khususnya para pendaki. Gunung yang berdiri dengan tinggi 3.776 Mdpl di antara prefektur Yamanashi dan Shizuoka ini tercatat ramai dikunjungi sekitar 200.000 sampai 300.000 pendaki setiap tahunnya.

Seiring bertambahnya jumlah pendaki setiap tahun, tentu resiko kecelakaan pun semakin bertambah. Belum lagi trek yang terjal dengan tanjakan yang curam, berpasir, dan bebatuan yang licin menjadi tantangan yang tak boleh sembarang diremehkan. Cuaca ekstrem dan hempasan angin kencang pun bisa datang sewaktu-waktu.

Demi meningkatkan keselamatan selama pendakian berlangsung, ada beberapa tips yang bisa dilakukan. Terutama buat pendaki pemula yang belum pernah mendaki di Gunung Fuji. Ingin tahu apa saja tipsnya? Berikut tips mendaki Gunung Fuji yang aman bagi pemula:

1.     Persiapan fisik dan istirahat sebelum pendakian

Persiapan fisik dan istirahat yang cukup sangat diperlukan sebelum pendakian berlangsung. Tidak dianjurkan melakukan pendakian nonstop sepanjang malam tanpa istirahat. Hal ini juga tertulis jelas di papan peringatan yang ada di 6th Station Gn. Fuji. Disana tertulis 14% dari pendaki yang tidak melakukan istirahat atau melakukan bullet climbing, 5% akan gagal mencapai puncak karena kelelahan dan cedera.

2.     Manfaatkan fasilitas penginapan yang ada disana

Fasilitas mountain hut atau semacam gubuk penginapan bagi pendaki sudah tersedia di sepanjang jalur pendakian. Kalian dapat memanfaatkan fasilitas tersebut untuk bermalam atau beristirahat sebelum melakukan pendakian keesok harinya.

Di 7th Station menuju 8th Station banyak berjajar gubuk-gubuk yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas. Namun, gubuk-gubuk ini tidak disediakan secara gratis ya. Tarif yang ditawarkan pun beragam tergantung ketinggian, seperti di 7th Station ada yang ditawarkan dengan harga JPY 6.500, sedangkan di 8th Station ditawarkan dengan harga JPY 7.500.

3.     Siapkan perlengkapan untuk cuaca ekstrem

Gunung Fuji memiliki empat musim berbeda. Saat musim dingin, suhu di sana bisa mencapai -3 derajat celcius. Suhu ini masih terbilang normal bagi mereka yang tinggal di negara empat musim. Namun berbeda bagi kalian yang tinggal di negara tropis.

Sebagai gunung berapi yang masih aktif, hempasan angin kencang dan cuaca ekstrem memang bisa datang sewaktu-waktu. Perlengkapan ‘anti-badai’ wajib dipersiapkan karena kondisi cuaca yang tidak menentu. Perlengkapan seperti jas hujan, jaket penahan angin, pelapis baju hangat, dan sarung tangan tebal berbahan gore-tex sepertinya wajib untuk dibawa.

4.     Luangkan waktu sejenak untuk beristirahat

Pendakian Gn. Fuji melalui Yoshida Trail umumnya memakan waktu 6 – 8 jam untuk bisa mencapai puncak. Dianjurkan bagi para pendaki untuk melakukan istirahat sejenak agar fisik tetap fit. Hindari melakukan bullet climbing atau pendakian non-stop karena bisa meningkatkan resiko kelelahan atau cedera.

Kalian bisa membuat rencana pendakian untuk beberapa hari kedepan. Misalnya, hari pertama, mendaki di malam hari lalu istirahat sejenak di 8th atau 9th Station, baru kemudian lanjut summit attack keesok harinya sekitar pukul 04.00.

Jika ingin berburu ‘Goraiko’ atau matahari terbit, kalian bisa lebih dulu beristirahat di awal titik pendakian 5th Station. Mulai lakukan pendakian tengah malam agar bisa sampai ke puncak tepat saat matahari terbit.

Apapun pilihannya, yang pasti trek pendakian Gunung Fuji sangatlah ramah bagi setiap pendaki. Lakukan beberapa tips di atas, agar pendakian yang kalian lakukan tetap aman. Bukan itu saja, agar kegiatan mendaki Gunung Fuji tambah seru dan tidak mengganggu. Kini ada cara baru yang lebih seru buat nikmati sensasi nikotin. VELO adalah kantong nikotin pertama bebas tembakau di Indonesia, buat kamu yang sudah berusia 18 tahun ke atas dan pengguna produk yang mengandung nikotin, bukan perempuan hamil atau menyusui. Cukup selipkan di antara bibir atas dan gusi, sensasinya bakal kerasa hingga setengah jam, tanpa asap, tanpa bau yang bisa dinikmati kapan saja dan dimana saja. Bebas beraktivitas tanpa ribet dan mengganggu orang di sekeliling kamu.

Elya
Seorang penulis blog yang sudah berkecimpung sejak tahun 2014 sampai sekarang.

Related Articles

Leave a Reply