5 Tips Memilih Pisau Survival Berdasarkan Kebutuhan dan Jenisnya

Pisau dalam dunia outdoor dan survival adalah nyawa kedua kita dan teman paling setia yang akan selalu menemani kemanapun kaki melangkah. Untuk itu, sebelum membeli pisau survival, kita harus mempertimbangkannya matang-matang, jangan sampai pisau yang kita beli malah mengecewakan saat sedang dibutuhkan.

Dalam memilih pisau survival yang tepat, kita harus berpatokan pada fungsi dan kegunaannya. Ini karena pisau survival mempunyai berbagai macam bentuk dan variasi. Ada pisau survival khusus untuk kegiatan bushcraft, ada juga pisau survival yang dikhususkan untuk militer seperti pisau survival taktis dan kombat. 

Namun, pisau survival umumnya didesain agar dapat digunakan dalam berbagai situasi dan kondisi. Harganya pun beragam, mulai dari yang paling murah berkisar puluhan ribu rupiah sampai jutaan rupiah.

1. Fixed Blade

pisau survival
Source: Home Wet Bar

Fixed blade adalah jenis pisau paling umum yang sering ditemukan sehari-hari. Definisi sederhananya adalah pisau yang tidak bisa dilipat. Seperti pisau dapur misalnya, pisau ini merupakan jenis fixed blade.

Berbeda dengan pisau survival yang bisa dilipat, pisau seperti itu terdiri dari dua bagian besi yang disatukan oleh sebuah engsel, maka jangan heran kalau pisau lipat rawan patah. Pisau fixed blade adalah pilihan terbaik kalau kamu butuh pisau survival all-in-one.

Pisau ini tahan banting dan efektif untuk berbagai keperluan, dari yang ringan sampai pekerjaan-pekerjaan berat. Hanya saja pisau jenis ini cukup memakan tempat dan membutuhkan sarung untuk membawanya, tidak seperti pisau lipat yang praktis.

2. Pisau Survival Full Tang

pisau survival
Source: Knife Planet

Pisau full tang adalah jenis pisau yang seluruh bagian dari gagang sampai bilahnya terbuat dari satu logam utuh. Selain full tang, ada juga yang namanya ‘partial tang’. Pisau partial tang lebih lemah dari full tang karena gaganya bisa jadi longgar dan goyang, bahkan bisa putus dari bilahnya.

Selain lebih seimbang saat digunakan, pisau full tang juga bisa memberikan kekuatan yang lebih besar saat kita berusaha memotong sesuatu yang keras dengan memberi tekanan pada gagangnya.

Pisau full tang lebih kuat dan lebih dapat diandalkan karena terbuat dari satu batang logam utuh. Hal ini berperan penting dalam penggunaan berat seperti memotong kayu dan batoning.

3. Mata Pisau Tidak Bergerigi

pisau survival
Source: Amazon

Di kalangan pegiat aktivitas outdoor, sebagian orang berpendapat bahwa mata pisau yang lurus, rata, dan tidak bergerigi adalah yang terbaik. Hal itu dikarenakan lebih mudah saat digunakan untuk batoning dan memahat, menyerut atau membuat perkakas dari kayu.

Pisau ini juga lebih mudah untuk diasah. Secara keseluruhan, mata pisau yang datar justru lebih multifungsi

Pisau dengan mata bergerigi memang sangat baik saat digunakan untuk memotong tali atau logam tipis. Tapi itu hanya sebagian kecil dari banyaknya kegiatan survival yang bisa kita lakukan dengan mata pisau yang rata.

Gerigi pada pisau memang penting, tapi bukanlah sesuatu yang akan kita gunakan setiap waktu. Prioritaskan pada fungsi. Jika kegiatan kita banyak berhubungan dengan memotong tali, maka tidak ada salahnya memilih pisau yang bergerigi. Tapi untuk kegiatan survival secara keseluruhan, mata pisau yang rata jauh lebih berguna.

Perhatikan juga bagian punggung pisau (bagian belakang yang tumpul). Pilihlah yang punggungnya lurus sampai ke ujung mata pisau agar bisa digunakan untuk batoning, menyerut kayu (sebagai tumpuan jempol), serta dapat digunakan untuk menyalakan api menggunakan stik fire starter (ferro rod). 

4. Ujung Mata Pisau

Source: indosurvival.com

Sebenarnya ada banyak sekali jenis ujung mata pisau, dan masing-masing punya kegunaan yang berbeda. Menurut banyak ahli dan kolektor pisau, tipe drop point, spear point dan straight back adalah yang paling sesuai untuk kegiatan survival.

Hindari memilih ujung pisau yang terlalu melengkung, karena akan mengurangi kemampuan tusukan (stab) pisau. Kemampuan pisau untuk menusuk sangat penting saat digunakan sebagai senjata untuk berburu maupun pertahanan diri.

5. Material Pisau

Source: Outside Magazine

Pisau survival kebanyakan dibuat menggunakan bahan carbon steel atau stainless steel. Carbon steel umumnya lebih kuat dan membuatnya cocok untuk melakukan pekerjaan perkayuan.

Selain itu carbon steel juga lebih mudah untuk di asah, bahkan sampai benar-benar tajam. Kelemahannya, carbon steel ini cukup mudah berkarat, jadi harus sering-sering dibersihkan dengan minyak agar tidak berkarat.

Sementara itu, stainless steel lebih tahan karat tetapi  materialnya tidak sekuat carbon steel. Stainless steel juga cukup susah untuk diasah menjadi setajam silet. Karena ketahanannya terhadap karat, pisau berbahan stainless steel sangat cocok digunakan pada lingkungan yang basah. Solusinya, kamu bisa menyediakan lebih dari satu pisau survival untuk kondisi yang berbeda-beda.

Selain pisau survival, masih ada survival kit lainnya yang perlu kamu ketahui. Informasinya bisa kamu simak dalam update artikel seputar survival berikutnya dari VELO! Kantong nikotin bebas tembakau pertama di Indonesia buat kamu yang sudah berusia 18 tahun ke atas dan pengguna produk yang mengandung nikotin, bukan perempuan hamil atau menyusui.

Produk ini merupakan produk kantong nikotin all-white pertama di Indonesia dengan bahannya yang dibuat dengan kualitas tinggi yang bisa dinikmati kapan saja, tanpa asap, dan tanpa ribet! Tersedia dalam aneka varian rasa unik seperti Berry Frost, Tropic Mix, Polar Mint, dan Ruby Berry. 

Henki Taher
For the last few years, Hengky living as a digital nomad and currently settled in Denpasar. As a writer, he is interested in a certain topic such as pseudoscience, culture, art, and lifestyle.

Related Articles

Leave a Reply