Tertarik dengan Konsep Logika Deduktif dan Induktif? Yuk, Kita Gali Lebih Dalam

 

Dalam kehidupan sehari-hari kamu mungkin kerap mendengar berbagai pernyataan yang berkaitan dengan penggunaan logika, misalnya “Dia ngomong gak pake logika”. Tapi sebenarnya tahukah kamu tentang konsep logika itu sendiri?

Bagi sebagian orang, mempelajari konsep logika kerap dianggap sebagai wujud untuk mengubah fondasi iman yang dipercaya. Misal dengan menggali konsep logika lebih dalam, seseorang dapat menjadi tidak percaya dengan apa yang diimani sebelumnya.

Padahal, kata “logika” sendiri berasal dari Bahasa Yunani, yakni logos yang berarti “sabda”, “perkataan”, atau “pemikiran”.

Secara singkat, logika dapat diartikan sebagai ilmu penalaran. Dengan kata lain, ilmu logika merupakan ilmu yang mengatur cara berpikir manusia. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa kita membutuhkan ilmu logika untuk mengatur dan mengarahkan kita pada suatu cara berpikir yang benar.

Dalam konsep logika, terdapat dua cara penarikan kesimpulan, yakni logika deduktif dan logika induktif. Secara singkat, logika deduktif dilakukan dengan menarik kesimpulan dari hal umum ke hal khusus. Sebaliknya, dalam logika induktif, penarikan kesimpulan dilakukan dari hal khusus ke hal umum.

Agar lebih jelas, yuk baca ilustrasi dan penjelasan di bawah ini.

Ilustrasi 1: Pinkan Mambo adalah seorang penyanyi papan atas, oleh karena itu ia hidup dalam kemewahan.

Ilustrasi 2: Saat wisuda, Feby mendapat prestasi cum laude. Oleh karena itu, ia pasti dapat menemukan pekerjaan dengan cepat.

Ilustrasi 3: Sebelumnya ada 30 murid di dalam kelas, sekarang ada 29 murid, artinya ada 1 murid yang tidak berada di dalam kelas

Yuk, kita gali lebih dalam tentang ketiga ilustrasi di atas dalam logika deduktif atau logika induktif sih?

Konsep logika induktif

Untuk menggali area konsep logika deduktif, kita bisa kembali memperhatikan ilustrasi di atas. Pada ilustrasi 1 dijelaskan adanya hubungan sebab dan akibat dengan kesimpulan yakni seorang penyanyi papan atas sudah pasti hidup dalam kemewahan.

Namun di sisi lain, kita tahu bahwa tidak semua penyanyi papan atas hidup dalam kemewahan. Beberapa penyanyi papan atas hidup sederhana karena berbagai alasan, misal karena ia sedang sepi job, tidak banyak acara yang bisa diisi sehingga penghasilannya hanya sedikit.

Demikian halnya dengan ilustrasi kedua. Orang-orang sering berpikir bahwa orang yang mendapat prestasi cum laude saat kuliah pasti lebih mudah diterima untuk bekerja di berbagai perusahaan. Kesimpulan ini mungkin diperoleh karena umumnya banyak orang yang mengalami atau melihat kasus yang sama. 

Jadi penarikan kesimpulan di atas hanya sebuah probabilitas atau kemungkinan. Dengan kata lain, kita bisa saja salah menarik kesimpulan.

Penarikan kesimpulan semacam ini disebut konsep logika induktif. Dalam konsep logika ini, kita dapat menarik kesimpulan dari sebuah kemungkinan (kemungkinan besar atau kemungkinan yang masuk akal) meskipun bisa saja terjadi kesalahan dalam penarikan kesimpulan tersebut.

Konsep logika induktif juga sering disebut sebagai konsep logika statistik (atau probabilistik) karena penarikan kesimpulannya dapat diambil dari kasus-kasus yang bersifat eksperimental.

Konsep logika deduktif

Perhatikan ilustrasi ketiga. Dalam ilustrasi di atas, terdapat dua premis, yakni (1) sebelumnya ada 30 murid di dalam kelas, dan (2) sekarang ada 29 murid di dalam kelas, dengan kesimpulan “terdapat 1 murid yang tidak berada di dalam kelas”.

Artinya, argumen menjelaskan bahwa penarikan kesimpulan yang dilakukan didasarkan pada fakta sehingga kesimpulannya juga bukan sekedar kemungkinan, namun sebuah kepastian.

Penarikan kesimpulan demikian disebut konsep logika deduktif.

Nah itu dia dua cara penarikan kesimpulan yang terdapat dalam konsep logika. Sekarang kamu sudah tahu, yuk, bagikan artikel ini agar teman-temanmu juga tahu!

Belajar tentang logika juga kadang memusingkan. Tidak ada salahnya kamu menarik nafas dulu dan beristirahat. Biarkan dirimu ditemani oleh VELO, kantong nikotin buat kamu pengguna produk nikotin berusia 18 tahun atau lebih, bukan perempuan hamil atau menyusui. Tidak ada pembakaran, tidak ada asap, santuy!

Related Articles

Leave a Reply