Ternyata 5 Suku di Indonesia Ini Menganut Matriarki, Lho!

Di Indonesia, kaum laki-laki selalu dianggap menjadi orang yang paling pantas memimpin, baik di dalam keluarga, pemerintahan, bahkan berbagai perusahaan. Tidak hanya itu, untuk prosesi lamaran pernikahan pun biasanya laki-lakilah yang datang ke rumah perempuan untuk melamar.

Bahkan jika dilihat dari hal kecil, seperti siapa yang seharusnya memulai hubungan (pacaran) terlebih dulu, pasti jawabannya adalah laki-laki. Bagi banyak orang, rasanya aneh jika perempuan dulu yang menyatakan perasaan kepada laki-laki.

Hal ini disebabkan karena di Indonesia kebanyakan suku bangsa menganut sistem patriarki, yakni kondisi di mana kepemimpinan dan otoritas didominasi oleh kaum laki-laki.

Namun tahukah kamu bahwa di Indonesia juga ada beberapa suku yang menganut sistem matriarki, lho

Kebalikan dari patriarki, matriarki adalah kondisi di mana kepemimpinan dan otoritas dipimpin oleh kaum perempuan. 

Nah, di sini ada beberapa daftar suku yang menganut matriarki, cekidot!

Suku Minangkabau 

Kebanyakan dari kita mungkin sudah tahu bahwa Suku Minangkabau menganut sistem matriarki sebagai bagian dari budayanya. Yup! Suku yang berasal dari Sumatera Barat ini bahkan menjadi suku paling kental dengan sistem matriarkinya.

Jika biasanya kita melihat ibu kita bangun pagi terlebih dahulu dan menyiapkan sarapan, di Suku Minangkabau kita akan menemukan hal sebaliknya, di mana laki-laki yang bangun lebih dulu untuk menyiapkan segala keperluan pagi untuk anggota keluarga.

Suku Enggano

Pernah mendengar tentang suku Enggano? Suku ini merupakan suku yang mendiami pulau Enggano yang letaknya berada di wilayah perbatasan Indonesia, tepatnya di dekat barat daya lepas pantai Sumatera. Pulau ini merupakan bagian dari provinsi Bengkulu.

Suku Enggano ternyata menetapkan kaum perempuan sebagai pewaris suku, lho! Marga dalam suku ini diambil berdasarkan garis keturunan ibu. Artinya suku ini menganut sistem matriarki.

Banyak ahli berpendapat bahwa penetapan budaya matriarki pada Suku Enggano mungkin terjadi karena para laki-laki di suku ini sering berperang atau bertikai.

Suku Petalangan

Di daerah provinsi Riau, ada kelompok masyarakat yang disebut sebagai Suku Petalangan. Suku ini memiki beberapa sub suku yang ternyata menganut bydaya matriarki, seperti Lubuk, Medang, Penyambungan, Sengerih, Pelabi, Piliang, Melayu, dan Pitopang. 

Suku Aneuk Jamee

Namanya terdengar lucu ya? Nama suku Aneuk Jamee berasal dari bahasa daerah Aceh yang berarti “anak tamu”. Yup, suku Aneuk Jamee sendiri merupakan kelompok perantau dari tanah Minangkabau yang dulu melakukan imigrasi ke wilayah Aceh, lalu mengalami akulturasi dengan budaya masyarakat setempat.

Meskipun sudah menjadi suku baru, bukan bagian dari Suku Minangkabau lagi, Suku Aneuk Jamee ternyata tetap mempertahankan budaya matriarki, lho!

Suku Sakai

Pernah mendengar tentang Suku Sakai? Suku ini memang jarang terdengar namanya, mungkin karena masyarakat Suku Sakai tinggal terasing di sebuah wilayah di pedalaman Riau.

Aliran dan budaya matriarki pada Suku Sakai sangatlah kuat. Bukan hanya menganggap perempuan sebagai penerus garis keturunan, masyarakat Suku Sakai juga menganggap kaum laki-laki hanya sebagai “pemberi bibit” keturunan. Tidak itu saja. Semua benda kepemilikan, baik yang bergerak maupun tidak bergerak, ditetapkan sebagai hal milik wanita.

Itulah 5 suku di Indonesia yang menganut sistem matriarki. Bagaimana dengan sukumu? Apakah menganut sistem dominasi gender yang sama?

Tertarik belajar soal budaya matriarki lebih dalam lagi? Ah, zaman sekarang mah gampang! Tinggal cari Google dan nemu deh infonya! Sambil baca-baca, kita nge-VELO dulu, yuk!

VELO sebagai produk kantong nikotin pertama di Indonesia yang ditujukan untuk kamu yang sudah berusia 18 tahun ke atas dan pengguna produk yang mengandung nikotin, bukan perempuan hamil atau menyusui, yang menawarkan cara baru menikmati nikotin yang lebih praktis, kapan saja dan dimana saja. Tidak menimbulkan asap sehingga kamu tidak perlu khawatir akan mengganggu kenyamanan orang di sekitar. Bahkan di sela-sela aktivitasmu yang padat, kamu tetap bisa bebas menikmati kantong nikotin ini.

Related Articles

Leave a Reply