Terjebak Friendzone? Kamu Berhak Dapatkan Yang Lain!

Pernahkah kamu mendengar istilah ini, dua orang sahabat tidak benar-benar menjalin persahabatan, terlebih lagi itu adalah hubungan antara laki-laki dan perempuan. Salah satunya pasti akan memiliki perasaan lebih yang dikenal sebagai friendzone. 

Friendzone, kiasan klasik ketika kamu jatuh cinta dengan seseorang yang hanya memandang kamu sebagai sahabat saja atau yang paling parah rencana cadangan saja. Sulit memang memposisikan diri sebagai sahabat yang mengetahui sahabat baik nya memendam rasa dan meminta lebih. 

Mencari tahu bagaimana cara nya mengatur perasaan dari teman ke pasangan tidaklah mudah, karena sudah terbiasa berteman. Maka dari itu, istilah friendzone adalah sebutan untuk status hubungan yang terjadi di dalam persahabatan. 

Padahal, hubungan percintaan saja sudah rumit, enam hal berikut yang kamu perlu ketahui tentang kerumitan friendzone, seperti mengapa hal itu bisa terjadi dan bagaimana menghadapinya. 

1. Persahabatan Berbeda Dengan Friend Zone 

Hubungan friendzone terjadi ketika dua orang berteman, dan hanya salah satu yang meminta lebih ketika yang lainnya biasa saja. Hal ini bisa mengarah ke depresi dan frustasi di kedua belah pihak, dan ketidaksesuaian perasaan yang terjadi pada semua orang. 

Namun, ternyata ada perbedaan besar antara friendzone dan pertemanan yang sebenarnya. Katakanlah kamu menyukai seseorang yaitu teman kamu lebih dari seorang teman. Ketika kamu mencoba mengkomunikasikan fakta tersebut, bisa saja situasi berubah menjadi lebih canggung atau bisa saja teman kamu merasakan hal yang sama sesuai dengan ekspektasi kamu. Tapi, jika kamu ditolak maka akan sangat menyedihkan bukan? Biasanya, saat berada di posisi ini, kamu harus memutuskan apakah ingin tetap berteman dan lanjut move on atau tetap mengejar teman kamu yang akhirnya ada batasan di antara pertemanan kalian. 

Walaupun ada perasaan yang diremehkan, bisa saja kamu tidak sedang berada di friendzone, namun teman kamu tidak memandang kamu sebagai seorang teman. 

Jika kamu benar-benar berteman dengan seseorang, maka mereka akan saling hadir satu sama lain, kalian sama-sama ingin satu sama lain bahagia dengan pilihan masing-masing melalui dukungan. Walaupun terkadang tidak sesuai dengan keinginan kamu. 

Jadi ketika perasaan kamu tidak dibalas, kamu akan memberikan batasan yang sehat demi mempertahankan persahabatan kalian dan tetap saling menghargai walaupun sakit. Lebih baik, jika sudah timbul perasaan lebih diantara persahabatan kamu, lebih baik bicara sejujurnya saja jika kamu hanya nyaman berteman saja dan tidak menginginkan hal yang lebih. 

2. Beritahu Perasaan Kamu dan Berkata Jujur Saat Friendzone

Orang cenderung menghubungkan friendzone dengan twilight zone, ketika dua orang teman saling terjebak selamanya tanpa jalan keluar sama sekali. Hal ini sering terjadi karena mereka terlanjur nyaman satu sama lain, tetapi tidak ada perasaan lebih di satu pihak. 

Nah, jalan keluarnya adalah komunikasi. Jika kamu tidak memiliki perasaan yang sama, katakan saja sejujurnya. Begitu juga jika kamu menginginkan hubungan yang lebih. Bersikap jujur mungkin saja melukai perasaan seseorang, atau bahkan perasaan kamu sendiri. Namun, mengatakan kebenaran tentang apa yang kamu rasakan adalah hal terbaik yang bisa dilakukan. 

Bukankah berkata jujur bisa membuat seseorang kecewa? Mungkin saja. Tetapi, jika kamu tidak jujur perasaan kamu akan lebih terluka dan akan terjebak di lingkaran friend zone selamanya. 

Biasanya, alasan salah satu pihak tidak ingin membalas perasaan temannya karena tidak ingin hubungan pertemanan menjadi renggang dan tidak ingin kehilangan teman yang disayangi selama bertahun-tahun. Hal itu memang akan terjadi, ketika ada yang ingin berusaha move on, dia pasti akan menghindar dari pertemanan tersebut selama beberapa saat. 

3. Jangan Gunakan Harapan atau Perasaan Bersalah Sebagai Alat 

Jika kamu tidak menyukai seseorang, namun tetap bertahan karena berbagai alasan, mungkin sebenarnya jauh di lubuk hati kamu kalau itu bukan merupakan pendekatan yang melibatkan perasaan. Tapi, itu hanyalah cara untuk tidak menyakiti siapapun. Lebih baik katakan saja kebenarannya, demi kebaikan pertemanan kamu. Kamu tidak perlu menunjukan perasaan kamu secara terus menerus dan berharap teman kamu akan menerimanya begitu saja. Karena, ketika seseorang benar-benar menginginkan kamu, maka akan ada waktu yang tepat kok. Jangan pernah memaksakan ya! 

Selain itu, jangan pernah merasa bersalah karena tidak membalas perasaan teman kamu, karena tidak ada yang salah jika menyangkut perasaan. 

4. Move On dari Friendzone

Tahukah kamu, jika bentuk ketertarikan seseorang terjadi dalam beberapa detik pertama setelah bertemu seseorang? Chemistry atau ketertarikan adalah tarikan kecil yang tidak bisa diperdebatkan untuk alasan apapun. Jika kamu berpikir sedang berada di hubungan friendzone, kamu pasti sudah menyadari sedari awal kalau kamu memang tertarik dengan sahabat kamu. Kamu hanya menarik sahabat kamu untuk jatuh ke hubungan friendzone. 

Daripada kamu stres tentang friendzone, lebih baik jujur mengenai perasaan yang kamu rasakan. Jika, kamu mengalami penolakan, tidak masalah. Kamu bisa mencoba untuk mempertahankan pertemanan atau melanjutkan hidup. Karena, hubungan friendzone bersifat platonis dan seumur hidup. 

Apakah kamu bersedia berada pada situasi yang sama dalam jangka waktu yang lama? Tenggelam dalam harapan kepada seseorang yang sama sekali tidak memiliki perasaan yang sama? Padahal, bisa saja ada seseorang diluar sana yang menyukaimu, tetapi tidak bisa mendekatimu. 

Jangan sampai kamu kehilangan seseorang yang benar-benar akan membalas perasaan kamu ketika kamu menghabiskan waktu dengan orang yang tidak bisa melakukan hal itu. 

Frista Kurniasari
Talented professional good multitasking, organizational and verbal and written communication skills. Expertise includes writing content on topics such as Lifestyle, Humanity, Education and Travel.

Related Articles

Leave a Reply