5 Tantangan Generasi Milenial yang Harus Dihadapi Nanti

Sebagai penerus nanti, generasi milenial akan menghadapi tantangan yang tidak mudah. Begitu banyak perubahan yang arusnya deras dan cepat. Apalagi dengan keberadaan teknologi yang makin cepat dan membuka banyak kesempatan baru.

Bagi mereka yang suka tantangan, tentu akan fine-fine saja. Namun sebaliknya, ada juga yang akan merasa tertekan. Karena itulah kita butuh mengenali apa saja yang akan kita hadapi nanti, supaya semuanya bisa disiapkan jauh-jauh hari.

Dalam tulisan ini akan dibahas secara ringkas tantangan apa saja yang akan dihadapi generasi milenial beberapa tahun mendatang. Langsung simak aja yuk.

1. Semua serba online bisa jadi tantangan generasi milenial

Tidak adanya batas antara kehidupan nyata dan layar gadget bisa mengundang banyak hal negatif karena ketergantungan. Semua serba online memang akan semakin cepat dalam pemerataan, namun efek yang ditimbulkan juga banyak yang tidak baik.

Seperti misalkan, kehadiran pasar online bisa saja akan menggeser perilaku konsumen dalam berbelanja barang dan kebutuhan sehari-hari. Atau juga, misal restoran yang nanti berpotensi sepi karena tergantikan oleh makanan pesan antar.

Jika hal ini tak diantisipasi, maka ditakutkan terjadi ketimpangan. Karena itu, kita butuh persiapan untuk tau batas kapan memanfaatkan dunia maya, kapan harus fokus di dunia nyata.

2. Arus informasi yang cepat berubah butuh critical thinking skills

Masih berhubungan dengan dunia maya, kali ini lebih mengarah pada derasnya arus informasi yang kita terima sehari-hari. Tiap kali membuka sosial media, sudah banyak berita yang membahas isu-isu sosial, gosip, atau bahkan hoaks.

Dibutuhkan kemampuan dalam mengolah informasi. Kita diharapkan tidak terlalu cepat mengambil kesimpulan, apalagi informasi yang diterima hanya dari satu sisi. Kemampuan ini disebut critical thinking skills. Supaya tak mudah ikut arus yang belum tentu kebenarannya.

3. Semua serba instan, butuh self control & delay gratification skills

Tantangan generasi milenial berikutnya adalah semua serba instan. Apa-apa sudah ada, mau panen pujian tinggal update foto estetik di Instastory. Mau dapat pengakuan tinggal buat thread menarik di Twitter. Seketika akan panen likes, loves, comments, dan sebagainya.

Mudahnya kita mendapatkan apa yang otak kita mau, dopamine; akan memicu keinginan kita untuk mendapat hasil instan untuk hal-hal di kehidupan nyata. Dan ini jika dibiarkan akan sangat bahaya. Butuh kemampuan untuk menahan diri dari kesenangan sesaat, disebut juga self control & delay gratification.

4. Banyak distraksi menuntut generasi milenial harus bisa fokus

Lagi-lagi, ponsel pintar menjadi alat yang bisa punya sisi positif dan negatif. Negatifnya, kita akan sangat mudah terdistraksi berkat adanya sosial media, email, atau hal lain yang ada di ponsel. Kita akan mudah sekali tergiur untuk menatap layar daripada mengerjakan hal yang ada dalam daftar prioritas hidup.

Distraksi ini jika diladeni akan terus mengganggu. Hal paling berbahaya yang bisa terjadi ialah kebiasaan menunda-nunda pekerjaan. Jika kebiasaan ini dibiarkan, maka otak kita akan rentan stres karena semakin banyak pekerjaan menumpuk dan tak kunjung diselesaikan. Terlebih, kita akan mudah merasa bersalah karena kebanyakan nunda.

Biasanya kalau sudah stres begini, bawaannya hanya ingin nongkrong dan sebats. Tapi gimana kalo kamu lagi nongkrong di tempat yang gak boleh merokok? Untungnya ada cara baru untuk menikmati sensasi nikotin, yakni dengan VELO, kantong nikotin untuk kamu yang sudah berusia 18 tahun ke atas dan pengguna produk yang mengandung nikotin, bukan perempuan hamil atau menyusui. Bisa dinikmati dengan menyelipkan kantong VELO di antara bibir dan gusi atas.

5. Isu lingkungan harus jadi perhatian utama di masa depan

Agak berbeda dari poin-poin sebelumnya, namun tetap relevan. Yakni, bumi tak lagi seperti dulu. Kini sudah banyak sekali bangunan beton dan asap kendaraan yang memenuhi daratan. Limbah pabrik yang kotor juga turut mencemari sungai. Sampah tak kunjung teratasi, bahkan hingga ke laut lepas.

Di masa depan nanti, lingkungan akan menjadi masalah serius bagi generasi milenial dan penerusnya. Karena itu, kita butuh gerakan untuk mengantisipasi supaya risiko kerusakan lingkungan bisa diperkecil dan dipulihkan seperti dulu lagi. Gerakan go green, tidak memakai sampah plastik, bersepeda, dll bisa jadi salah satu solusi.

Sebenarnya masih banyak lagi masalah dan tantangan generasi milenial yang akan dihadapi nantinya. Namun dari daftar di atas sudah dapat ditarik kesimpulan bahwa kita harus menyiapkan diri mulai dari sekarang.

Ifan Prasya
Karena belajar bisa dari mana aja.

Related Articles

Leave a Reply