Tanaman Hidroponik: Mengenal Jenis dan Cara Budidaya

Tanaman hidroponik menjadi salah satu alternatif apabila kamu ingin menghasilkan sayuran sendiri di rumah. Atau juga, dalam skala yang lebih besar, hidroponik dapat menjadi sumber pundi-pundi rupiah bisa berkembang. Seluruh teknologi yang digunakan cukup mudah dijangkau, serta dapat dilakukan oleh siapapun.

Artinya, tidak perlu keahlian yang sangat sulit untuk memahami tentang cara budidaya hidroponik. Bisa dilakukan di mana saja, bahkan di pekarangan rumah yang luasnya tidak seberapa. Pun, jenis-jenis tanaman yang ditumbuhkan juga bermacam-macam. Ada cabai, bayam, sawi, kangkung, hingga selada. Semua tanaman ini sangat dibutuhkan.

Nah, dalam tulisan yang ringkas ini, kita akan sama-sama kupas mengenai tanaman hidroponik. Mulai dari pengertiannya, apa saja yang diperlukan untuk membuat hidroponik, jenis tanaman yang mudah tumbuh, serta bagaimana cara membuatnya di pekarangan rumah. Penasaran seperti apa? Yuk langsung simak saja.

Apa itu Tanaman Hidroponik?

Tanaman hidroponik adalah tanaman yang dihasilkan dari budidaya menggunakan metode hidroponik. Sedangkan, metode hidroponik itu sendiri adalah metode untuk menumbuhkan tanaman tanpa menggunakan tanah, melainkan cukup menyediakan unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman tersebut.

Jadi, pada dasarnya, tanaman dapat tumbuh dari unsur hara yang ada di dalam tanah. Jika unsur hara tersebut terpenuhi, meskipun tidak ada pada media tanah, maka tanaman tersebut tetap dapat tumbuh seperti pada umumnya. Mineral inilah yang disediakan pada metode hidroponik untuk menumbuhkan tanaman.

Manfaat Budidaya Tanaman Hidroponik

Adapun manfaat yang didapat dari budidaya tanaman hidroponik. Di antaranya:

  • Tidak memerlukan tenaga kerja yang banyak.
  • Tidak memerlukan lahan yang luas, pekarangan rumah sudah cukup.
  • Tidak memerlukan media tanah jadi pengerjaan lebih bersih.
  • Tidak memerlukan banyak pupuk sehingga lebih hemat.
  • Perawatan, persemaian, serta panen hidroponik relatif lebih mudah.
  • Tanaman jadi lebih cepat untuk tumbuh dan berkembang.
  • Tanaman organik mulai ramai dicari dan harga jualnya relatif tinggi.

Selain kemudahan-kemudahan di atas, budidaya tanaman menggunakan teknik hidroponik juga dapat dijadikan sebagai hobi ataupun bisnis. Fleksibilitas ini membuat kamu tidak perlu bingung lagi apakah ingin mengisi waktu saja atau dijual kembali.

Jenis-jenis Tanaman Hidroponik

Tanaman yang dapat dibudidayakan menggunakan metode hidroponik juga relatif beragam. Sebagian besar memang sayuran, yang cukup diminati dan selalu dibutuhkan. Apa sajakah itu? Simak penjelasannya di bawah ini.

Tomat

Salah satu buah (atau banyak yang menyebut juga sebagai sayuran) yang cocok untuk tanaman hidroponik. Kandungan gizi yang paling kentara dari tomat adalah vitamin A. Sangat bagus untuk meningkatkan kekebalan tubuh, serta merawat kulit jadi lebih sehat.

Menanam tomat juga dapat dilakukan di hidroponik dengan perawatan khusus. Adalah pencahayaan yang konstan, wajib ada ketika kamu membudidayakan tomat. Begitu pula dengan air yang cukup. Jika di rumah, disarankan untuk menambah lampu.

Selada

Selada termasuk ke dalam salah satu sayuran yang paling sering ditumbuhkan menggunakan metode hidroponik. Sayuran selada ini punya karakteristik cukup mudah dibudidayakan, sehingga sangat cocok apabila dirawat sendiri di rumah.

Media tanam hidroponik yang bermacam-macam pun tetap dapat klop dan mampu merawat selada hingga panen. Harganya pun relatif stabil, jika ingin dijual. Pun kalau ingin dipakai sendiri, selada juga cocok untuk berbagai masakan organik.

Bayam

Salah satu sayur yang tidak pernah luput dari masakan ibu. Begitu banyak penikmat sayur bayam yang punya banyak zat bergizi untuk tubuh. Bayam bisa tumbuh dengan baik dengan media tanam yang kaya air.

Sehingga, bayam akan sangat cocok apabila dibudidayakan menggunakan hidroponik. Perawatannya cukup simpel, tidak memerlukan pencahayaan yang intens. Bisa dipanen secara reguler selama 12 minggu lebih.

Kemangi

Daun yang tak luput ketika memakan berbagai jenis santapan lele, ayam goreng, ayam bakar, dan lainnya. Tujuannya untuk menyegarkan aroma dan menghilangkan minyak yang menempel. Untuk bahan masakan juga sering digunakan.

Namun, apabila ingin membudidayakan kemangi, kamu perlu membuatkan lampu khusus. Karena salah satu perawatan kemangi memang membutuhkan pencahayaan cukup secara konstan untuk mendapatkan hasil yang bagus.

Lobak

Sayuran yang juga perawatannya cukup mudah, sehingga cocok dijadikan tanaman hidroponik. Tidak perlu lampu atau cahaya sinar matahari. Melainkan sebaliknya, hanya membutuhkan suhu yang relatif dingin.

Persemaian bibit lobak juga relatif singkat. Biasanya hanya membutuhkan waktu kurang lebih 3 hari sampai 1 minggu hingga muncul tunasnya. Setelah panen, kamu dapat menggunakan sayuran lobak ini untuk berbagai jenis masakan rumah.

Daun Mint

Siapa yang suka memasak kue? Biasanya, daun mint cukup populer dijadikan sebagai salah satu bahan masakan untuk menambah cita rasa teh secara alami. Bahkan, kerap juga langsung dibuat teh untuk minuman segar di pagi hari.

Nah, daun mint ini dapat dibudidayakan lewat hidroponik. Karena nutrisi utama yang dibutuhkan sudah dapat disediakan pada instalasi, pertumbuhannya pun relatif mudah dan cepat. Bahkan hasilnya juga lebih bagus ketimbang menanam di media tanah.

Yaps, itulah tadi beberapa informasi mengenai tanaman hidroponik. Mulai dari pengertiannya, manfaatnya, serta jenis-jenis tanaman yang mudah ditumbuhkan. Kamu bisa jadikan ini sebagai usaha sampingan, atau juga aktivitas hobi untuk merelaksasi pikiran.

Sebagai alternatif dari aktivitas nongkrong sambil menyalakan sebatang rokok untuk pelengkapnya. Atau juga, ada alternatif lain yang tidak kalah nikmatnya. Yaitu kantong VELO.

Kantong nikotin mungil yang dapat dinikmati oleh kamu yang berusia 18+ th serta bukan ibu hamil. Cukup selipkan di sela-sela gusi dan nikmati sensasinya selama 20-30 menit. Lalu, kamu bisa lakukan kembali aktivitas seperti biasa tanpa harus bergelut dengan bau dan asap rokok yang mengganggu.


Disclaimer:

  • Produk VELO hanya diperuntukan untuk pengguna diatas 18 tahun, bukan perempuan hamil atau menyusui.
  • Produk VELO BUKAN merupaka stimulan ataupun TIDAK dapat memberikan efek transforming.
Ifan Prasya
Karena belajar bisa dari mana aja.

Related Articles

Leave a Reply