5 Tempat Surfing di Indonesia Paling Epik & Recomended

Surfing bukanlah sembarang hobi. Tidak semua orang familiar dengan aktivitas satu ini. Perlu persiapan matang, latihan yang tekun, dan berani dengan segala risiko. Maka, tidak semua orang cocok dengan aktivitas menyambut ombak, mengikuti iramanya, untuk kemudian berselancar dengan bebas di lautan lepas.

Biasanya, hobi ini memang disukai oleh orang-orang di luar negeri yang melancong ke Indonesia. Tapi juga tak hanya mereka, kita juga punya banyak komunitas peselancar yang kompak. Nah, kalau kamu salah satu di antaranya, maka tulisan ini sangat pas untuk menambah referensi.

Yaps, tempat surfing di Indonesia yang punya keindahan alam luar biasa, juga ombak yang menantang untuk ditaklukkan. Apa saja itu? Langsung simak aja yuk!

1. Rote, Nusa Tenggara Timur

Wisata bahari yang indah dan tiada dua, semua tercakup dalam satu area, Pulau Rote. Letaknya ada di Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Begitu banyak pantai yang punya ombak surfing-friendly. Salah satu yang paling ketara adalah Pantai Bo’a.

pantai rote nusa tenggara timur
© internationalsurfproperties.com

Pantai ini cukup dikenal di kalangan peselancar. Orang-orang menyebut ombaknya dengan istilah “Gelombang G”. Bukan hanya surfing saja, tapi aktivitas lain seperti sailing atau bahkan diving; juga bisa kamu lakukan di pulau indah ini.

Untuk bisa ke sini, kamu dapat mengambil rute melalui udara menggunakan pesawat terbang yang nantinya mendarat di Kupang. Dari Kupang, naik pesawat lagi ke Lekunik Rote. Tapi untuk rute ini, hanya ada 3x dalam seminggu, yaitu tiap Senin, Rabu, dan Jumat (kadang juga berubah di hari Sabtu) dengan armada Susi Air.

2. Nihiwatu, Nusa Tenggara Timur

Tidak jauh dari Pulau Rote, ada satu lagi spot surfing yang paling digemari di NTT, yaitu Nihiwatu. Dikenal hingga kancah dunia dengan sebutan “God’s Left” yang identik dengan ombak yang unik. Mulai dari arah ombak, kekuatan, ketinggian, hingga pasang surut yang sulit ditebak.

surfing di nihiwatu nusa tenggara timur
© tropicsurf.com

Untuk pemula tetap bisa belajar berselancar di sini, namun diharapkan peka terhadap kondisi sekitar. Apakah ombak sedang tinggi-tingginya, atau cukup bersahabat untuk diajak bermain bersama. Jika tak ingin surfing pun, kamu bisa rehat sejenak di resor yang sudah bersiap menerimamu untuk menginap.

Ada banyak ragam villa yang bisa kamu pilih untuk menikmati suasana. Kalau kamu lagi di tempat yang gak boleh ngerokok, kamu tetep bisa kok merasakan sensasi nikotin tanpa asap dan bau, yaitu dengan VELO, kantong nikotin buat kamu yang sudah berusia 18 tahun ke atas dan pengguna produk yang mengandung nikotin, bukan perempuan hamil atau menyusui. Cukup selipkan di antara bibir dan gusi atas, sensasinya bakal kerasa hingga setengah jam.

3. Uluwatu, Bali

Bali! Siapa yang tak mengenalnya, juga selain keragaman budaya, banyak tempat surfing yang recomended hingga didengar oleh kancah dunia. Untuk berselancar, di sini kamu punya banyak opsi, ada setidaknya 6 spot batu karang yang bisa disambangi.

surfing di uluwatu bali
© rapturecamps.com

Kamu bisa menjelajah spot mana yang sesuai dengan selera. Ada satu spot selancar yang paling menantang: Bombie. Spot ini menawarkan ombak yang menjulang, dengan kedalaman air yang cukup besar. Waktu terbaik untuk menikmati selancar di Uluwatu Bali adalah saat pasang berukuran sedang, hingga sedikit surut.

Kamu juga perlu perhatikan bahwa, di sini terdapat batu karang yang bisa saja mengenai kakimu. Jadi, supaya lebih aman, gunakan sepatu khusus untuk selancar, ya. Untuk menuju ke lokasi Uluwatu, kamu bisa mengambil rute dari Denpasar yang hanya memakan waktu 60 menit perjalanan.

4. Plengkung, Banyuwangi

Spot selanjutnya adalah Pantai Plengkung, yang juga sangat dikenal oleh para peselancar dari seluruh dunia. Bahkan, salah satu legenda peselancar, Kelly Slater, mengakui bahwa ombak yang ada di Pantai Plengkung cukup menantang baginya, sangat berbeda dengan lokasi lain yang pernah ia datangi.

pantai plengkung banyuwangi
© tripadvisor.com

Pantai Plengkung juga akrab disebut G-Land. Lokasinya dekat dengan Taman Nasional Alas Purwo, dengan bibir pantai yang menghadap ke luasnya Samudera Hindia. Untuk bisa sampai di Plengkung, kamu bisa mengambil rute laut maupun darat.

Namun yang paling mudah adalah via darat, tinggal naik bus ke Kalipait, kemudian ke Pos Pancur. Setelahnya, kamu bisa tracking sejauh 9 KM atau memilih naik kendaraan khusus (disediakan oleh petugas setempat). Selain surfing, alternatif lain yang bisa kamu lakukan adalah menjelajahi hutan, caving, diving, snorkling, atau bahkan mengunjungi penangkaran penyu.

5. Nias, Sumatera Utara

Sekarang kita terbang ke Pulau Sumatera, tepatnya di Provinsi Sumatera Utara. Di sana, ada satu pulau yang cukup memancarkan keindahan baharinya, yaitu Pulau Nias. Selain indah alamnya, juga kaya budayanya. Selaras dengan ramahnya senyum penduduk lokal yang akan menyambut hangat setiap wisatawan.

pantai nias sumatera utara
© lowpressure.co.uk

Ada beberapa spot pantai yang bisa disambangi. Mulai dari Pantai Lagundri, spot yang cukup populer dan berada cukup dekat dari lokasi pusat pulau. Spot berikutnya adalah Kiddies Corner, menawarkan area untuk berselancar yang berada di Teluk Lagundri. Lokasinya cukup aman karena tidak berhubungan langsung dengan lautan terbuka, cocok untuk pemula.

Sedangkan untuk mereka yang sudah expert, bisa langsung mengunjungi daerah Afulu. Daerah ini punya ombak yang cukup tinggi dan banyak disambangi oleh peselancar ulung. Itu soal selancar, sedangkan masih ada banyak lagi keindahan yang bisa kamu nikmati. Sebut saja makanan yang lezat dan segar, hingga melihat budaya Upacara Lompat Batu Nias yang cukup menakjubkan.

Nah, itulah tadi kelima tempat surfing paling favorit dan direkomendasikan. Baik untuk pemula, maupun peselancar yang sudah lama malang melintang. Apapun levelnya, selalu jaga keselamatan ya. Semoga dapat membantu, ya.

Ifan Prasya
Karena belajar bisa dari mana aja.

Related Articles

Leave a Reply