Sudah Tahu Apa Itu Preloved? Berikut Beberapa Hal Yang Harus Kamu Ketahui!

Sebagai seseorang yang memiliki hobi berbelanja, baik secara online maupun offline, kamu mungkin sudah sering mendengar kata “preloved”. Tapi, apa itu preloved?

Preloved sendiri merupakan sebuah kosakata yang berasal dari Bahasa Inggris, yang berarti barang pribadi milik seseorang yang akan berpindah tangan kepada orang lain. Jadi, jika kamu membeli barang-barang preloved, itu artinya kamu membeli barang koleksi pribadi milik orang lain yang masih layak dipakai.

Berbicara soal belanja, Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang paling banyak melakukan transaksi jual beli. Bahkan saat pandemi seperti sekarang, aktivitas berbelanja pun tetap mengalami peningkatan yang signifikan, terutama pada transaksi online.

Bahkan untuk belanja barang preloved terbanyak pun Indonesia juga menjadi juara, lho! Sebuah penelitian yang dirilis oleh Carousell menunjukkan bahwa 8 dari 10 masyarakat Indonesia menjadikan aktivitas jual-beli barang-barang preloved sebagai sebuah aktivitas rutin yang dilakukan setidaknya satu bulan sekali.

Barang-barang yang paling sering dilibatkan dalam aktivitas belanja preloved ini adalah barang-barang elektronik, perhiasan, gadget hingga barang-barang branded, mulai dari baju, sepatu, tas, dan sebagainya.

Aktivitas preloved tidak hanya menjadi besar karena terdapat banyak peminatnya, tetapi juga karena masyarakat kita memiliki kebiasaan membeli barang lalu ‘menimbunnya’. Jadi daripada tidak digunakan sama sekali dan rusak begitu saja, barang-barang tersebut akhirnya dijual dan menghasilkan uang.

Nah, setelah tahu sekilas tentang apa itu preloved, sekarang saatnya kamu ketahui apa saja fakta-fakta menarik tentang barang-barang preloved. Yuk, simak artikel di bawah ini!

Harga dan kualitas barang preloved dapat bersaing dengan barang-barang baru

Secara sederhana, barang preloved dapat diartikan sebagai barang bekas. Dulu mungkin barang-barang demikian kerap dipandang sebelah mata. Namun mengapa kini barang-barang preloved justru sangat diburu oleh masyarakat?

Kesadaran masyarakat tentang apa itu preloved sebenarnya dan bagaimana harga serta kualitasnya dapat bersaing dengan barang-barang baru membuat barang preloved menjadi naik daun.

Seorang CEO dari Tinkerlust, sebuah perusahaan yang menjual barang branded preloved pun memiliki pendapat yang sama bahwa orang-orang sekarang memandang barang-barang preloved sebagai barang bermutu tinggi. Hal ini dikarenakan kebanyakan barang-barang preloved merupakan barang branded yang sudah tidak digunakan oleh pemiliknya, namun sayang jika hanya disimpan.

Buatlah contohnya tas preloved bermerk A seharga Rp14.000.000 dan digunakan masih hanya 1-2 kali oleh pemiliknya, lalu dijual kembali dengan harga jual Rp8.000.000, siapa sih yang tidak tertarik?

Kapan lagi memiliki barang branded dengan harga yang jauh lebih murah? Selain harganya lebih terjangkau, kualitasnya pun tidak kalah dari barang-barang baru.

Barang preloved kini mudah ditemukan

Jika kita menonton film-film Amerika atau banyak negara barat, kita mungkin dapat melihat bagaimana mereka menjual barang-barang koleksi pribadi mereka untuk menghasilkan uang yang dapat digunakan untuk tujuan lain. Hal ini dilakukan karena adanya prinsip “Daripada menumpuk tidak terpakai, lebih baik dijadikan sebagai lahan uang.”

Konsep yang mereka gunakan dalam menjual barang-barang preloved itu sering disebut dengan istilah garage sale.

Tidak hanya di luar negeri, di Indonesia pun konsep garage sale sudah banyak diterapkan. Bahkan tidak hanya di rumah, penjualan barang-barang preloved juga dilakukan di berbagai mall dan pasar. Di Jakarta, salah satu tempat yang terkenal sebagai surganya barang-barang preloved adalah Pasar Senen. Di sana kamu tidak hanya menemukan baju-baju, sepatu, dan tas preloved berkualitas, tetapi juga perhiasan, gadget, perabotan koleksi, dan sebagainya.

Mengikuti era digital seperti sekarang, penjualan barang-barang preloved pun merambah ke dunia online. Saat ini banyak platform ecommerce yang memiliki berbagai toko khusus jualan preloved, bahkan barang-barang preloved pun banyak kita temukan di berbagai toko-toko online di media sosial.

Pengetahuan masyarakat tentang apa itu preloved memang sangat berpengaruh dengan perkembangannya ya!

Barang preloved adalah barang ramah lingkungan

Tahukah kamu, jika kamu membeli barang-barang preloved, itu artinya kamu juga berkontribusi dalam penyelamatan lingkungan?

Bagaimana tidak, berdasarkan data yang dilansir oleh The Global E-Waste Monitor pada tahun 2014, setiap orang Indonesia mampu menimbun hingga 3 kg sampah elektronik. Bahkan jika dibuat totalnya, Indonesia menjadi salah satu negara penyumbang sampah elektronik terbesar di kawasan Asia Tenggara.

Hal ini memang masuk akal. Ketika kita membeli barang elektronik, lalu menyimpan (menimbunnya) dalam keadaan baik, dan membiarkannya rusak begitu saja, tentu barang tersebut akan menjadi sampah. Maka sebaiknya barang-barang elektronik tersebut dijual agar dapat dimanfaatkan lagi oleh orang lain.

Dengan aktivitas menjual atau membeli barang preloved, itu berarti kamu telah memberi kontribusi positif pada lingkungan.

Hal ini tentu tidak hanya berlaku pada barang-barang elektronik, tetapi juga barang-barang preloved lainnya.

Nah, itu dia pembahasan tentang apa itu preloved dan beberapa faktanya yang sangat penting untuk kamu ketahui.

Sekarang coba bongkar lemari atau mungkin gudang di rumahmu. Adakah barang-barang berkualitas yang masih layak pakai dan dapat dijual? 

Jika memang ada, tidak ada salahnya dong barang-barang tersebut kamu keluarkan, bersihkan, lalu jual untuk mendapat cuan. Selain membantu ‘mengamankan’ lingkungan, kamu juga dapat membantu orang lain mendapatkan barang yang mungkin sangat ia butuhkan, namun ia hanya memiliki budget yang sedikit 

Sambil bongkar-bongkar lemari dan gudang, tidak ada salahnya kamu mencoba VELO, kantong nikotin bebas tembakau pertama di Indonesia yang ditujukan untuk kamu yang sudah 18 tahun ke atas dan pengguna produk yang mengandung nikotin, bukan perempuan hamil atau menyusui, yang menawarkan cara baru menikmati nikotin yang lebih praktis, kapan saja dan dimana saja. Tidak menimbulkan asap sehingga kamu tidak perlu khawatir akan mengganggu kenyamanan orang di sekitar. Bahkan di sela-sela aktivitasmu yang padat, kamu tetap bisa bebas menikmati kantong nikotin ini.

Related Articles

Leave a Reply