Serba Serbi Tes TOEFL yang Perlu Anda Ketahui Sebelum Ikut Ujiannya

Tes TOEFL sering muncul di berbagai daftar persyaratan untuk melamar pekerjaan atau menempuh pendidikan. TOEFL atau Test of English as Foreign Language adalah serangkaian tes yang menguji kemampuan listening, writing, dan reading. Tes ini sudah ada sejak tahun 1947 dan lembaganya berada di New Jersey, Amerika Serikat.

Di Indonesia, TOEFL digunakan untuk mengukur kemampuan berbahasa Inggris seseorang. Mereka yang ingin melamar pekerjaan dan mendapatkan beasiswa ke luar negeri biasanya diwajibkan untuk menjalani TOEFL dan mendapatkan skor minimal tertentu untuk dinyatakan lulus.

Buat Anda yang akan menempuh TOEFL, ini dia serba serbi yang harus diketahui:

Fungsi Tes TOEFL

1. Persyaratan kuliah di luar negeri

Tes TOEFL menjadi salah satu syarat mutlak jika Anda ingin melanjutkan pendidikan di luar negeri, terutama di negara-negara yang menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar resminya. Skor yang harus didapatkan biasanya lebih tinggi dari batas skor untuk syarat pendidikan di dalam negeri.

Dengan memenuhi batas skor tertentu, itu mengindikasikan kemampuan berbahasa Inggris Anda sehingga Anda tidak akan kesulitan dalam mengikuti pengajaran di luar negeri nantinya.

2. Melamar pekerjaan di luar negeri

Selain untuk melanjutkan pendidikan, TOEFL juga penting untuk Anda yang akan melamar pekerjaan di luar negeri. Tujuannya sama dengan poin di atas, yaitu untuk mengukur kemampuan berbahasa Inggris. Namun proses dan persyaratan yang harus dilalui biasanya lebih sulit daripada TOEFL untuk pendidikan.

3. Kenaikan jabatan atau promosi

Masih terkait dengan pekerjaan, TOEFL juga banyak digunakan oleh perusahaan dalam negeri sebagai syarat bagi karyawan yang ingin naik jabatan atau promosi. Selain itu, dengan kemampuan bahasa Inggris yang mumpuni, Anda membuka kesempatan berkarir yang lebih luas lagi. Perusahaan-perusahaan di Indonesia sangat menghargai seseorang yang bisa berbahasa Inggris dengan baik lho.

4. Mengukur kemampuan bahasa Inggris

Tanpa ada tujuan untuk karir atau pendidikan, siapa saja boleh kok ikut tes TOEFL. Dengan mengikuti tes ini, Anda jadi bisa mengukur seberapa kemampuan Anda dalam berbahasa Inggris. Bisa berbahasa Inggris akan sangat membantu Anda dalam kehidupan. Misalnya, saat Anda liburan ke luar negeri, tidak perlu bingung kalau bisa berbahasa Inggris. 

Jenis Tes TOEFL Dilihat dari Soal yang Diberikan

Dilihat dari soal yang diberikan kepada peserta, ada 3 jenis tes TOEFL, yaitu:

  1. International TOEFL Test: Pada setiap tes yang dilaksanakan, soalnya selalu berbeda. Penyelenggara akan membuat soal-soal yang baru dan tidak sama dengan tes sebelumnya. Masa berlaku sertifikat tes ini adalah 2 tahun dan diterima oleh semua universitas di seluruh dunia.
  2. Institutional TOEFL Test: Soal-soal yang digunakan bersumber dari tes TOEFL yang pernah dilaksanakan di tahun-tahun sebelumnya. Karena tingkat kesulitannya relatif lebih rendah, maka masa berlakunya juga hanya 6 bulan saja. Sertifikat TOEFL ini tidak bisa digunakan di luar negeri, hanya sebatas persyaratan untuk di dalam negeri saja.
  3. TOEFL-Like Test: Mirip dengan institutional test yang menggunakan soal-soal dari tahun sebelumnya. Tes seperti ini biasanya diadakan hanya untuk memenuhi persyaratan mendaftar universitas di Indonesia dan tidak bisa digunakan di luar negeri.

Jenis Tes TOEFL Dilihat dari Sistemnya

Berikut ini adalah jenis tes TOEFL jika dilihat dari sistem pelaksanaannya.

  1. Paper Based Test (PBT)

Ini adalah bentuk tes TOEFL yang paling lawas, dimana baik soal maupun jawabannya masih menggunakan kertas. Peserta tes harus mengisi lembar jawaban dengan pensil 2B yang nantinya akan dikoreksi oleh komputer. Range skor untuk tes ini mulai dari 200-600.

Dalam tes ini, materi yang akan diujikan antara lain adalah:

  • Listening comprehension dengan durasi waktu 35 menit. Peserta diminta menjawab sebanyak 50 soal pilihan ganda dari rekaman suara yang diperdengarkan.
  • Structure and Written Expression, dimana durasi yang diberikan adalah 25 menit. Dalam sesi ini, kemampuan grammar peserta tes akan diuji dan mereka diminta menjawab sebanyak 40 soal pilihan ganda.
  • Reading Comprehension dengan durasi 55 menit untuk menguji kemampuan peserta dalam memahami bahasa Inggris. Jumlah soalnya sebanyak 50 soal pilihan ganda.
  • Test of Written English (TWE) dengan durasi 30 menit. Terdiri hanya dari 1 pertanyaan esai yang bisa dijawab bebas oleh peserta.
  1. Computer Based Test (CBT)

Tes TOEFL ini dilaksanakan dengan menggunakan komputer, tidak lagi kertas biasa. Ada software khusus yang bekerja menampilkan soal dan merekam jawaban peserta. Untuk materinya sendiri, mirip dengan soal PBT TOEFL. Lama waktu tes ibni antara 2 sampai 2,5 jam, sementara untuk range skornya sendiri adalah 0-300.

  1. Internet Based Test (IBT)

Tes ini juga menggunakan komputer, hanya saja dilaksanakan secara online. Materi tes-nya kurang lebih sama yaitu listening, speaking, reading, dan writing. Komputer yang digunakan dalam tes ini langsung terhubung dengan website ETS yang ada di Amerika Serikat. IBT menjadi syarat untuk siapa saja yang ingin melanjutkan studi di Amerika.

Tes ini mengikuti standar internasional sehingga biayanya pun cukup mahal. Untuk satu kali tes, peserta harus membayar 180 dolar AS atau sekitar Rp 2,5 juta. Lama pelaksanaan waktu tes biasanya adalah 4 jam dengan range skor mulai 0-120. Di antara ketiga tes tersebut, IBT adalah yang tingkat kesulitannya paling tinggi.

Itu dia serba serbi tentang tes TOEFL yang wajib Anda ketahui. Jika Anda tidak langsung memenuhi skor minimal setelah menempuh 1 kali tes, jangan patah semangat. Asah terus kemampuan berbahasa Inggris Anda ya!

Indah Ariviani
Indah is an experienced writer specializes in lifestyle, design, and finance, who occasionally lost in her imaginations.

Related Articles

Leave a Reply