Seperti Apa Sih Flowchart Pengiriman Barang Lewat Jalur Udara?

Perkembangan teknologi sekarang memungkinkan kita melakukan berbagai kegiatan dengan mudah dan cepat, termasuk dalam pengiriman barang.

Dalam hal ini, kita juga diberikan berbagai pilihan jasa ekspedisi, mulai dari ekspedisi jalur darat, laut, hingga udara. Untuk pengiriman jarak jauh dan butuh cepat, biasanya orang-orang memilih jasa kargo udara.

Kargo udara atau sering juga disebut sebagai kargo bandara merupakan barang yang dikirim via udara yang tujuannya berbagai keperluak, keperluan pribadi maupun bisnis. Adanya kargo udara tentu sangat menguntungkan bagi banyak orang. Apalagi untuk orang-orang yang ingin mengirim barang dengan waktu yang sangat cepat. 

Flowchart pengiriman barang via udara tentu saja berbeda dengan flowchart pengiriman barang lewat laut atau darat. Nah, agar kamu tahu, yuk baca artikel di bawah ini tentang bagaimana flowchart pengiriman barang lewat jalur udara.

Pelanggan menghubungi pihak jasa ekspedisi udara 

Jika kamu sudah melakukan packing barang yang akan kamu kirim, langkah selanjutnya yang harus kamu lakukan adalah menghubungi pihak jasa ekspedisi udara. Kamu bisa menghubunginya via telepon atau website (jika ada) atau datang langsung ke kantor jasa ekspedisi tersebut dan menemui customer service.

Di tahap ini, kamu bisa menanyakan berbagai informasi penting terkait pengiriman barang yang akan kamu lakukan, mulai dari tarif pengiriman, syarat, agenda pengiriman, dan sebagainya. Pokoknya cari data yang lengkap ya!

Pihak ekspedisi menerima barang untuk dikirim

Beberapa pihak ekspedisi bersedia untuk menjemput barang yang telah dikemas ke rumah konsumen. Namun jika layanan demikian tidak tersedia di ekspedisi yang kamu pilih, kamu bisa mengantarkan barangmu langsung kepada mereka untuk segera diproses.

Jika barang sudah diterima, pihak pengirim barang akan mencatat data barang yang akan kamu kirim di pembukuan. Setelah itu, barang tersebut akan diantar ke gudang ke gudang penerimaan kargo

Setelah dari gudang penerimaan, barang tersebut akan diantar ke unit bea dan cukai. Di sinilah akan dibuatkan dokumen persetujuan muat barang. Tidak lupa barang diperiksa dengan X-ray untuk tahu jenis barang apa yang ada di dalam paket yang akan dikirim, apakah layak kirim atau tidak. Jika sudah aman, barang pun akan disimpan di gudang penyimpanan, lalu dikirimkan via pesawat.

Barang sampai di bandara tujuan

Jika barang sudah tiba di bandara tujuan, barang tersebut akan diturunkan dari pesawat untuk dibawa ke breakdown area. Di sini akan dilakukan berbagai pemeriksaan dan pencatatan, mulai dari pencatatan airway bill, pemeriksaan dokumen barang, hingga pemeriksaan beas dan cukai di import warehouse. Jika sudah selesai, biasanya pihak bandara akan menghubungi pihak penerima barang. 

Setelah itu, penerima bisa langsung datang ke bandara untuk menjemput dengan menunjukkan nomor SMU dan nomor airway bill yang sesuai dan berlaku. Jika barang tidak dijemput, biasanya pihak bandara akan menyimpan barang tersebut di gudang khusus. 

Itulah gambaran besar flowchart pengiriman barang via udara yang perlu kamu ketahui. Ternyata tidak sulit, kan?

Nah, jika kamu ingin mengirimkan kargo udara, pilihlah jasa pengiriman barang yang menyediakan fitur live tracking. Hal ini berguna agar kamu bisa melacak langsung keberadaan barang yang kamu pilih. Selamat mengirim barang dengan cepat dan aman!

Nah, sambil packing barang yang ingin kamu kirimkan, jangan lupa menikmati VELO. Eits, ingat, produk kantong nikotin dengan berbagai pilihan rasa ini hanya untuk kamu yang berusia 18 tahun ke atas ya!

Related Articles

Leave a Reply