Sekilas Tentang Motivasi, Pengertian dan Sejarahnya

Mungkin kamu pernah mendengar tentang motivasi. Bagaimana seseorang termotivasi untuk melakukan sesuatu lebih baik dalam mencapai tujuan-tujuan hidupnya. Kata-kata bijak dari seseorang bisa menjadi sebuah motivasi yang begitu kuat. 

Tapi, tahukah kamu apa makna motivasi yang sebenarnya? Bagaimana dampaknya bagi kehidupan baik secara langsung dan tidak langsung? Buat kamu yang penasaran, yuk simak ulasan berikut selengkapnya.

Apa Itu Motivasi?

Source: creativeart/freepik

Motivasi merupakan proses yang memulai, membimbing, dan menjaga perilaku dan tindakan yang berorientasi pada tujuan. Hal ini yang menyebabkan kita bertindak, entah itu mengambil segelas air karena merasa haus atau membaca artikel untuk mendapatkan informasi.

Motivasi melibatkan kemampuan biologis, emosional, sosial, dan kognitif yang mengaktifkan perilaku. Dalam penggunaan sehari-hari, istilah “motivasi” sering digunakan untuk menjelaskan ‘mengapa’ seseorang melakukan sesuatu. Hal ini merupakan kekuatan pendorong di balik semua tindakan kita.

Motivasi tak hanya mengacu pada faktor-faktor yang menggerakan perilaku saja, tapi juga melibatkan berbagai faktor yang mengarahkan dan mempertahankan tindakan yang ingin dituju. Alhasil, kita seringkali harus menyimpulkan alasan mengapa seseorang melakukan hal-hal yang mereka lakukan dari perilaku yang muncul.

Mengapa sebuah motivasi bisa membuat kita bertindak? Apa yang ada di baliknya? Psikolog telah mengelompokkannya menjadi beberapa teori motivasi berbeda. Diantaranya ada teori penggerak (Drive theory), teori naluri (instinct theory), dan teori humanistik (seperti teori hierarki kebutuhan milik Maslow). Kesimpulannya,  ada banyak kekuatan berbeda yang mengarahkan motivasi kita.

Sedikit sejarah tentang teori motivasi

Motivasi
Source: freepik

Hal-hal apa yang sebenarnya memotivasi kita untuk bertindak? Sepanjang sejarah, psikolog telah menyebutkan beberapa teori berbeda untuk menjelaskan apa yang memotivasi perilaku manusia. Berikut ini adalah beberapa teori utama motivasi.

Naluri (Instinct Theory)

Teori naluri motivasi menunjukkan jika perilaku seseorang didorong oleh naluri, yang merupakan pola perilaku bawaan. Beberapa psikolog termasuk Sigmund Freud, William James, dan William McDougal telah menyebutkan beberapa dorongan dasar manusia yang memotivasi perilaku. Naluri semacam itu mungkin termasuk naluri biologis yang penting untuk keberlangsungan hidup seperti rasa takut, khawatir, dan bahkan cinta.

Dorongan dan Kebutuhan (Drive and Needs Theory)

Banyak dari perilaku manusia seperti makan, minum, dan tidur dimotivasi secara biologis. Kita memiliki kebutuhan biologis yang harus dipenuhi, seperti makanan, minum, dan tidur. Karena itu, kita termotivasi untuk makan, minum, dan tidur. Teori dorongan menunjukkan jika seseorang memiliki dorongan biologis secara mendasar. Dan perilaku tersebut dimotivasi oleh kebutuhan untuk memenuhi dorongan tersebut.

Teori Arousal (Arousal Theory)

Teori Arousal atau gairah menunjukkan jika seseorang termotivasi untuk melakukan sesuatu yang membantu mereka mempertahankan gairah secara optimal. Seseorang dengan kebutuhan gairah yang rendah mungkin akan melakukan aktivitas yang santai seperti membaca buku. Sementara mereka yang memiliki tingkat gairah yang tinggi mungkin akan termotivasi untuk melakukan sesuatu yang lebih seru, mengasyikkan dan mencari sensasi, seperti balap motor misalnya.

Jenis-jenis Motivasi

Source: Alfcermed/pixabay

Ada banyak sekali jenis-jenis motivasi dan semuanya dikelompokkan dalam dua jenis yang berbeda. Yakni motivasi ekstrinsik dan intrinsik. Berikut penjelasannya.

Motivasi ekstrinsik 

Disebut demikian karena motivasi ini muncul dari luar diri seseorang dan seringkali melibatkan bentuk penghargaan. Seperti misalnya piala, uang, pengakuan sosial, maupun pujian yang didapatkan dari orang lain.

Motivasi intrinsik 

Sementara motivasi intrinsik justru muncul dari dalam diri seseorang itu sendiri tanpa intervensi dari orang lain. Seperti halnya ketika mengisi teka-teki silang yang begitu rumit semata-mata hanya untuk kepuasan pribadi saat memecahkan masalah. Dan lain sebagainya.

Manfaat dari motivasi

Source: pixabay

Ada banyak sekali manfaat berbeda dari sebuah motivasi. Hal ini juga kerap berfungsi sebagai sebuah kekuatan yang menuntun semua yang dilakukan. Namun dengan memahami cara kerjanya dan faktor-faktor yang bisa mempengaruhinya akan menjadi cukup penting.

Beberapa hal yang bisa diperoleh dengan memiliki motivasi dalam dirinya sendiri. Seperti, membantu meningkatkan efisiensi seseorang ketika bekerja agar mampu mencapai tujuan. Membuat lebih mampu mengambil tindakan

Mendorong untuk lebih memperhatikan masalah kesehatan atau gaya hidup sehat. Membantu menghindarkan diri dari perilaku tidak sehat dan membuat seseorang merasa lebih mampu mengendalikan hidup mereka. Hingga, meningkatkan kesejahteraan dan kebahagiaan secara keseluruhan.

Komponen dalam motivasi

Source: Wayhomestudio/freepik

Siapa pun yang pernah memiliki goal, misalnya ingin menurunkan berat badan 10 kg atau ikut lari maraton, mungkin akan menyadari jika sekadar ‘ingin’ saja untuk mencapai sesuatu tidaklah cukup. Untuk bisa mencapai goal yang diinginkan, tentunya perlu kemampuan untuk bertahan saat melalui rintangan serta kegigihan untuk terus maju meskipun ada kesulitan.

Setidaknya terdapat tiga komponen utama dalam motivasi: yakni inisiatif, kegigihan, dan ketekunan. Inisiatif melibatkan keputusan untuk memulai suatu perilaku, seperti bangun lebih awal di pagi hari.

Kegigihan merupakan upaya terus menerus menuju tujuan meskipun mungkin ada rintangan. Sementara, ketekunan bisa dilihat dari konsentrasi dan kekuatan yang digunakan untuk mengejar suatu tujuan. 

Tips agar tetap termotivasi

Motivasi
Source: Jigsawworker/freepik

Tingkat dari masing-masing komponen motivasi tersebut dapat memengaruhi apakah kamu akan mencapai tujuan atau tidak. Ketika kamu merasa kurang termotivasi, ada beberapa langkah yang bisa diambil untuk membuat kamu terus maju.

Ajak Diri untuk Punya Inisiatif

Inisiatif atau keinginan yang kuat, misalnya, berarti kamu cenderung untuk mulai mengejar suatu tujuan. Sementara ketekunan dan kegigihan akan menentukan apakah kamu akan terus berusaha mencapai tujuan itu dan seberapa banyak upaya yang dicurahkan untuk bisa mencapainya.

Semua orang pasti mengalami naik turun dalam tujuan hidup mereka. Kadang mungkin merasa sangat bersemangat dan terdorong untuk mencapai tujuan. Sementara di lain waktu mungkin merasa tak bersemangat atau kurang yakin dengan apa yang diinginkan atau bagaimana mencapainya.

Tentukan dan Fokus dengan Tujuan

Tentukan dan sesuaikan tujuan dengan fokus pada hal-hal yang benar-benar penting untuk diri kita. Jika tujuan yang diinginkan terasa terlalu besar atau terlalu berat, coba bagi-bagi menjadi beberapa langkah kecil. 

Lalu coba tentukan langkah pertama untuk kemajuan dan jangan lupa tingkatkan rasa percaya diri. Ingatkan diri sendiri tentang apa yang ingin dicapai dan di mana letak kekuatan yang dimiliki. Jika ada hal-hal yang membuat kamu merasa tidak aman, cobalah untuk memperbaikinya agar lebih terampil dan mampu mencapai goal.

Memahami motivasi menjadi cukup penting untuk tetap bisa membantu kita menjalani kehidupan. Baik kehidupan pribadi maupun secara profesional.  Mengetahui apa saja faktor yang mendorong munculnya motivasi dan bagaimana meningkatkannya akan sangat membantu kita mencapai tujuan yang diinginkan. Sudahkah kamu punya motivasi dalam hidup kamu saat ini?

Hadir sebagai alternatif untuk penikmat produk nikotin, VELO memberikan cara baru merasakan sensasi nikotin bebas tembakau. Dengan kantong nikotin kecil sekali pakai, penggunaannya pun cukup praktis dan ramah lingkungan. Cukup selipkan di antara gusi dan bibir atas, sensasi hangat yang menggelitik dari VELO bakal menemani aktivitas seru kamu hari ini. 

Pastikan kalau kamu sudah berusia 18 tahun ke atas, pengguna produk nikotin dan bukan perempuan hamil atau menyusui, jika ingin mencoba VELO. Be smart dan termotivasi selalu, ya!

Related Articles

Leave a Reply