Sejarah Pantai Pandawa Bali, Asal Usul Hingga Kisah Mahabharata

Menjadi salah satu pantai terindah di Bali, Pantai Pandawa seolah tak pernah sepi dari pengunjung. Pantai yang terkenal dengan tebing-tebing menakjubkan, hamparan pasir putih, dan air lautnya yang bersih ini seolah menjadi idola baru di kalangan wisatawan lokal dan turis manca. Namun, tahukah kamu jika dibalik keeksotisannya, Pantai Pandawa Bali memiliki sejarah yang kerap dikaitkan dengan kisah Mahabarata?

Nah, biar nggak penasaran dengan sejarah Pantai Pandawa Bali dan asal usulnya. Yuk, simak selengkapnya di bawah ini:

Sejarah Pantai Pandawa Bali

Dibalik tebing nan tinggi dan kecantikan air pantai yang alami. Siapa sangka jika dibaliknya tersimpan sejarah yang tidak banyak diketahui. Jika kamu pernah berkunjung ke Pantai Pandawa, sebelum menuju ke area pantai. Kamu akan disambut jejeran patung yang terletak di bagian tebing.

Patung ini berjumlah 5 atau yang lebih dikenal dengan sebutan ‘Patung Panca Pandawa’. Setiap patung diletakkan di bagian bukit yang sudah dilubangi. Panca Pandawa atau Pandawa Lima merupakan 5 tokoh ksatria dalam kisah Mahabarata. Kelimanya bernama Bima, Yudistira, Arjuna, Nakula dan Sadewa.

Dalam kisah Mahabarata, dulunya kelima saudara ini dikurung dalam Goa Gala-Gala. Untuk menyelamatkan diri, dengan usaha yang sangat keras. Kelima Pandawa membuat sebuah terowongan yang berujung pada sebuah hutan belantara. Di hutan inilah kemudian mereka mendirikan sebuah kerajaan bernama Amertha yang dipimpin Yudistira sebagai rajanya.

Kisah inilah yang dijadikan masyarakat sekitar dalam menamai pantai ini. Nama ‘Pandawa’ diambil dari kisah Mahabarata yang terinspirasi dari kisah Pandawa Lima yang berhasil berubah hutan belantara menjadi sebuah kerajaan besar.

Sama halnya dengan pantai ini. Pantai yang sebelumnya tersembunyi karena letaknya yang berada di balik bukit curam. Akhirnya dibuatkan akses jalan dengan membelah tebing. Pembuatan jalan inilah yang membuat Pantai Pandawa semakin dikenal khalayak luar karena aksesnya yang lebih mudah dijangkau.

Asal Usul Pantai Pandawa

Sebelum dikenal dengan nama Pantai Pandawa, dulunya masyarakat sekitar mengenalnya dengan nama Pantai Melasti. ‘Melasti’ diambil dari nama upacara perayaan hari raya Nyepi bagi umat Hindu. Di setiap perayaan Melasti, umat Hindu Bali melakukan sembahyang di area bibir pantai dengan tujuan mensucikan diri dari segala perilaku buruk di masa lalu.

Selain nama Melasti, ada pula yang menamai pantai ini dengan sebutan Pantai Kutuh karena lokasinya yang berada di Desa Kutuh, Kec. Kuta Selatan. Pantai ini sebelumnya terletak di balik tebing kapur yang tinggi dan lokasinya pun sangat tersembunyi. Aksesnya pun juga sangat sulit dijangkau sehingga tidak banyak yang mengetahui keberadaan pantai ini.

Dengan inisiatif masyarakat sekitar karena ingin memajukan desa mereka yang terisolir. Akhirnya, mereka bahu membahu untuk membelah bukit yang menghalangi akses menuju pantai. Sejak tahun 1997, masyarakat sekitar Desa Kutuh terus berusaha membuka akses jalan menuju pantai. Selama 13 tahun, tepatnya di tahun 2010, akses jalan menuju pantai terbuka. Masyarakat luar bisa lebih mudah menjangkau pantai ini dibanding sebelumnya.

Setelah pengerjaan selesai dan terus berbenah, pada 27 Desember 2012, Pantai Melasti resmi diubah nama menjadi Pantai Pandawa. Dalam acara peresmian ditandai dengan pergelaran Pandawa Beach Festival untuk pertama kalinya.

Sejak awal peresmian, Pantai Pandawa terus dikenal sampai berbagai penjuru. Banyak wisatawan lokal hingga turis manca yang penasaran akan keeksotisan pantai ini. Keindahan pantainya yang masih sangat terjaga membuat Pantai Pandawa menjadi salah satu destinasi favorit di Pulau Dewata.

Nah, buat kamu yang berencana liburan ke Pulau Dewata, khususnya Pantai Pandawa Bali. Biar liburan makin seru dan nggak membosankan, kini ada VELO. Kalau kamu lagi di tempat yang gak boleh ngerokok, kamu tetep bisa kok merasakan sensasi nikotin tanpa asap dan bau, yaitu dengan VELO, kantong nikotin buat kamu yang sudah berusia 18 tahun ke atas dan pengguna produk yang mengandung nikotin, bukan perempuan hamil atau menyusui. Cukup selipkan di antara bibir dan gusi atas, sensasinya bakal kerasa hingga 30 menit.

Elya
Seorang penulis blog yang sudah berkecimpung sejak tahun 2014 sampai sekarang.

Related Articles

Leave a Reply