Museum Bahari: Sejarah dan Tempat Jakarta Terlengkap

Museum Bahari terletak di daerah Sunda Kelapa, Jakarta Utara. Sebelum difungsikan sebagai museum, bangunan ini dibangun oleh VOC dan pernah menjadi milik Hindia Belanda. Jadi, ketika kamu berkunjung ke bangunan ini, kamu akan belajar banyak sejarah dari zaman penjajahan dulu. 

Saat ini, museum bahari difungsikan sebagai tempat anak muda untuk mendapatkan edukasi serta informasi. Sejarah di dunia maritim dan bagaimana pengaruhnya terhadap ekonomi di Indonesia mempengaruhi museum ini.

Sejarah yang dapat kamu pelajari bermacam-macam jenisnya. Mulai dari zaman perkembangan Islam, zaman kerajaan, zaman penjajahan hingga pada zaman sekarang ini. 

Sebenarnya, apa sih yang membuat museum bahari Jakarta ini menjadi tempat peninggalan sejarah di Indonesia? Simak penjelasannya berikut ini: 

Sejarah Singkat Museum Bahari Jakarta 

Bangunan museum ini telah berdiri di bangunan milik Hindia Belanda. Dulunya, sebelum dioperasikan menjadi museum, bangunan ini adalah gudang yang dibangun di pinggir Sungai Ciliwung. 

Pada saat zaman pembangunannya, bangunan yang dibangun saat era kepemimpinan Gubernur Christoffel van Swoll. Museum yang dibagi menjadi dua bangunan yaitu Westidjsche Pakhuizen atau dikenal dengan bangunan bagian barat yang dibangun tahun 1652 – 1771. Sedangkan, bangunan lainnya bernama Westzijdsche Pakhuizen atau bagian timur dari museum. 

Di komplek bagian Westidjsche Pakhuizen dibagi lagi menjadi empat bangunan yang difungsikan menjadi museum bahari Jakarta. Sebelumnya kompleks ini digunakan sebagai tempat penyimpanan banyak rempah-rempah seperti tembakau, kayu putih, cengkeh, kayu manis dan masih banyak lainnya sebelum diekspor ke Asia dan Eropa. 

Beberapa bagian dari bangunan lainnya dibangun kembali pada akhir abad ke 17 yang bertujuan untuk memberikan jarak antara tembok dan gudang. Jika kamu berkunjung ke museum bahari Jakarta, kamu akan melihat tanggal di beberapa pintu museum. Tnggal ini yang menjadi tanda ketika ada perbaikan, penambahan ataupun perluasan. 

Setelah adanya Perang Dunia Kedua meletus dan serangan Jepang mengalahkan zaman Hindia Belanda, era pendudukan Jepang pun dimulai yang dimulai pada tahun 1942. Jepang pun mulai mengalihfungsikan gudang untuk menyimpan barang-barang logistik. 

Namun, ketika Indonesia sudah merdeka di tahun 1945, gudang ini diambil alih oleh PLN dan PTT. Setelah berjalannya waktu, di tahun 1976, komplek bangunan ini diklaim sebagai properti budaya. Bangunan ini diresmikan menjadi museum pada tahun 1977 oleh Gubernur Ali Sadikin sebagai bangunan yang menyimpan barang-barang sejarah maritim di Nusantara. 

Koleksi Museum Bahari Jakarta 

Setelah difungsikan menjadi museum maritim, kamu akan menemukan banyak sekali model kapal di era Hindia Belanda. Ada juga jenis kapal dari Kepulauan Seribu yang digunakan sebagai tempat memperbaiki kapal milik Belanda. 

Di museum ini, terdapat peninggalan sejarah yang belum pernah kamu temukan sebelumnya, seperti kapal di era Majapahit, kapal dari kerajaan Sriwijaya dan kapal Borobudur yang memiliki gambar relief dari candi Borobudur. Selain itu, ada juga kapal jenis schooners dari Sulawesi Selatan. 

Tahukah kamu, jika kapal berjenis schooners ini sudah digunakan sejak tahun 1800 dan menjadi kapal layar terakhir di dunia? Karena kapal ini begitu legendaris, UNESCO pun menetapkan kapal schooners atau sering dikenal dengan kapal pinisi sebagai warisan budaya dunia pada 7 Desember tahun 2017. 

Selain koleksi maritim yang beraneka ragam, museum ini juga memiliki koleksi mengenai oseanografi biologis yang menunjukan karakteristik dan biodiversitas di area laut di seluruh Indonesia.

Frista Kurniasari
Talented professional good multitasking, organizational and verbal and written communication skills. Expertise includes writing content on topics such as Lifestyle, Humanity, Education and Travel.

Related Articles

Leave a Reply