Pilih Retro Style atau Vintage? Kenali Dulu Perbedaannya!

Siklus tren fashion selalu berputar sejalan dengan zaman. Maka jangan heran jika tren yang booming di masa lampau kini muncul lagi. Namun, ada beberapa aliran mode yang tetap relevan sejak dulu dan tidak musnah dimakan zaman, seperti vintage dan retro style. Dua aliran mode ini masih tetap diminati oleh pecinta fashion di seluruh penjuru dunia.

Meskipun sama-sama bertema klasik, vintage dan retro nyatanya tidak sama. Jika diperhatikan lebih detail, ada beberapa hal mendasar yang membedakan kedua mode ini. Nah, biar kita bisa lebih paham lagi tentang dua gaya ini, sebaiknya kita kenali dulu perbedaanya!

Retro Style

Retro Style
Source: Clem Onojeghuo via Unsplash

Retro style mencerminkan kultur yang sudah ada sejak lama atau tren yang populer di masa lalu. Sedangkan secara harfiah “retro” berarti “mundur”. Dengan demikian, retro style bisa diartikan sebagai gerakan untuk mengingat masa lalu atau nostalgia.

Dalam hal fashion, retro style memiliki banyak penggemarnya juga. Tren retro dipengaruhi gaya busana tahun 40 sampai 80-an. Sebetulnya, pada era ini tekanan Perang Dunia II masih cukup terasa. Namun, minat fashion orang-orang tetap tidak terpengaruh. Baju bermotif kotak-kotak dan shorty lantas menjadi tren setelah aktris Catherina Bach mengenakannya dalam film Dukes of Hazzard.

Memasuki tahun 80-an, retro style semakin populer setelah Madonna untuk pertama kalinya mengenakan ripped jeans. Gaya busana Lady Diana bahkan menjadi sumber inspirasi untuk retro style. Pada tahun ini, banyak wanita yang memakai setelan dengan bantalan bahu untuk bekerja.

Kini, brand fashion kenamaan macam Prada hingga LV, semuanya punya koleksi retro style yang unik. Mulai dari koleksi baju sampai aksesoris berupa bandana dan lainnya diproduksi untuk menarik minat masyarakat akan gaya retro.

Vintage Style

Source: Lians Jadan via Unsplash

Pada umumnya, kedua aliran mode ini memiliki kesamaan, sama-sama klasik. Kedua gaya ini banyak digemari semua kalangan. Dari tua hingga muda dan remaja banyak yang mengadopsi gaya retro maupun gaya vintage untuk tampil lebih keren.

Gaya vintage berasal dari tren fashion era 1920-an sampai 1960-an. Selama periode ini, tren fashion didominasi dengan gaya feminin. Itulah kenapa warna-warna yang digunakan cenderung soft.

Pada periode ini jugalah industri film mulai berkembang, sehingga ikut mempengaruhi tren fashion. Model-model busananya seperti rok panjang yang melambai, hiasan berupa pita, hingga platform shoes dengan hak tebal.

Namun, setelah Perang Dunia II, dunia fashion juga mengalami perubahan cukup besar. Penggunaan material garmen mulai dibatasi. Para desainer pun akhirnya membuat baju dengan bahan seminimal mungkin. Perubahan ini diiringi juga dengan tren kaos berwarna terang, kemeja feminin, hingga rebel look.

Orang-orang biasa berburu busana vintage di thrift shop. Tapi, perlu diketahui bahwa tidak semua barang di thrift shop dapat dikategorikan vintage. Karena usianya belum lebih dari seperempat abad atau cukup bersejarah untuk diberikan label vintage.

Karakter Warna dan Motif

Retro Style
Source: MasterClass

Salah satu perbedaan paling mencolok dari vintage style dan retro style bisa kamu lihat dari warnanya.

Seperti yang sudah disebutkan, gaya fashion vintage cenderung didominasi oleh warna soft dan pastel. Itulah kenapa busana-busana vintage umumnya bisa membuat kamu terlihat lebih feminin.

Motif pada busana-busana vintage pun cenderung lebih “aman” dan simpel. Selain busana berwarna polos, motif-motif yang biasanya ada pada baju vintage adalah garis-garis, polkadot, dan bunga.

Desain vintage umumnya didominasi dengan warna-warna lembut atau warna pastel seperti hijau telur asin, biru muda, oranye, kuning, merah, pink, dan akuamarin.

Sedangkan, retro style tampil lebih “berani” dengan warna-warna cerah seperti merah, kuning, dan oranye. Warna-warna cerah tersebut dilengkapi dengan motif yang lebih ramah. Contohnya motif simetris dan gemerlap.

Perpaduan warna-warna cerah dan motif khas tersebut bisa membuat kamu tampil lebih glamor dalam retro style.

Elemen Busana

Source: KAMI.com.ph

Perbedaan antara fashion vintage dan retro tidak hanya terletak pada warna dan motif, tapi juga elemen fashion. Setiap style punya ciri masing-masing yang mudah kita kenali melalui elemen-elemennya.

Misalnya, umumnya gaya busana vintage mengenakan elemen-elemen seperti kerah bulat, rok selutut dengan potongan A-line, dan pita besar di bagian leher. Outfit lain yang juga cukup populer dalam vintage style adalah flare skirt dan atasan tanpa lengan.

Di sisi lain, retro style mengusung elemen-elemen seperti pakaian ketat dan celana lebar. Celana dengan potongan lebar yang dimaksud adalah bell-bottom pants atau yang biasa dikenal dengan model cutbray.

Kalau kamu pernah melihat setelan jaket kulit dengan aksen bulu di bagian leher, outfit seperti itu merupakan salah satu ciri khas retro style. Setelan outfit lainnya yang juga termasuk retro style adalah kombinasi rompi dan celana pendek.

Bagaimana? Sudah paham bedanya retro style dan vintage? Jangan lupa ikuti terus update artikel selanjutnya yang tidak kalah menarik seputar mode retro bersama VELO!

Kantong nikotin bebas tembakau pertama di Indonesia yang ditujukan untuk kamu yang sudah 18 tahun ke atas dan pengguna produk yang mengandung nikotin, bukan perempuan hamil atau menyusui, yang bisa dinikmati kapan saja, tanpa asap, dan tanpa ribet!

Sisipkan satu kantong nikotin di sela gusi dan mulut bagian atas, lalu rasakan sensasi kenikmatannya selama 20 sampai 30 menit. Tersedia dalam aneka varian rasa unik seperti Berry Frost, Tropic Mix, Polar Mint, dan Ruby Berry. 

Henki Taher
For the last few years, Hengky living as a digital nomad and currently settled in Denpasar. As a writer, he is interested in a certain topic such as pseudoscience, culture, art, and lifestyle.

Related Articles

Leave a Reply