Punya Tokoh Idola? Waspada Celebrity Worship Syndrome!

Sejak dulu, memiliki tokoh idola merupakan sebuah hal yang sangat wajar. Tokoh idola juga berbeda-beda bagi setiap orang. Ada orang yang mengidolakan artis-artis papan atas, ada yang mengidolakan artis papan atas, ada yang mengidolakan ilmuwan dan tokoh-tokoh bisnis, dan sebagainya.

Di era Korean Wave seperti saat ini, artis-artis papan atas yang kerap diidolakan adalah BTS, Blackpink, dan figur lain dari boyband atau girlband Korea atau bahkan pemeran drama Korea. Hal ini tidak ada bedanya dengan tokoh Idola jaman dulu, seperti Whitney Houston, Michael Jackson, atau tokoh-tokoh lain dari Indonesia seperti Chrisye, Nike Ardilla, dan lain-lain. Bahkan orang-orang sukses yang mengubah dunia melalui berbagai inovasi yang dibuatnya, seperti Steve Jobs, Jack Ma, Elon Musk, Mark Zuckerberg, hingga Oprah Winfrey juga kerap dijadikan sebagai tokoh idola.

Tentu tidak ada yang salah dengan memiliki tokoh idola. Namun bagaimana jika kamu mulai memiliki obsesi yang berlebihan dengan figur yang kamu idolakan? Di tahap ini, kamu harus mulai berhati-hati, siapa tahu kamu kena Celebrity Worship Syndrome!

Apa sih Celebrity Worship Syndrome itu?

Psychology Today mendeskripsikan Celebrity Worship Syndrome sebagai gangguan obsesif-adiktif pada manusia, yakni keadaan di mana seseorang menjadi tertarik, terlibat, dan terobsesi secara berlebihan terhadap diri bahkan kehidupan seorang tokoh idola. Biasanya, orang yang mengidap Celebrity Worship Syndrome akan melakukan apapun agar ia tetap bisa melihat, dekat, bahkan berhubungan dengan tokoh idola yang dipuja-pujanya.

Kita sudah banyak mendengar fans-fans dunia yang mengidolakan artis-artis papan atas hingga akhirnya mereka memutuskan untuk membunuh artis tersebut dengan alasan “Aku tidak ingin orang lain memilikinya” atau alasan lainnya.

Serem banget gak sih?

Nah, ternyata sudah ada peneliti yang membagi Celebrity Worship Syndrome ini menjadi tiga kategori lho! Ia adalah Dr. John Maltby yang mempublikasikan penelitiannya tentang Celebrity Worship Syndrome di Journal of Nervous and Mental Disease.

Yuk, simak apa saja tiga kategori yang dimaksud!

Kategori ringan

Orang yang mengidap Celebrity Worship Syndrome dalam kategori ringan biasanya merupakan seorang yang ekstrovert dan memiliki banyak teman. Saat berkumpul dengan teman-temannya, ia sangat bersemangat untuk membicarakan tokoh idolanya bahkan terus memuja-muja tokoh tersebut di depan teman-temannya.

Kategori sedang

Kategori ini merupakan level selanjutnya dari kategori ringan. Pada tahap ini, seseorang akan menganggap ia memiliki hubungan pribadi yang cukup intens dengan tokoh idolanya. Misal, jika ia tahu sang tokoh idola tengah sakit atau dilanda masalah, ia akan sulit fokus untuk melakukan aktivitasnya seperti biasa dan lebih banyak memikirkan masalah yang dihadapi oleh sang tokoh idola.

Kategori berat

Pengidap Celebrity Worship Syndrome dalam kategori berat dapat membahayakan dirinya, diri orang lain, bahkan diri sang tokoh idola. Orang-orang dalam kategori ini memiliki ciri impulsif, antisosial, soliter dan sering merepotkan orang lain demi keinginannya untuk dekat dengan figur yang ia idolakan.

Orang-orang tersebut adalah mereka yang merasa memiliki ikatan khusus dengan selebritas idola dan merasa bahwa selebritas tersebut juga mengenal mereka secara dekat. Mereka akan membela sang tokoh idola saat ada orang lain yang mengganggunya, bahkan mereka siap mati demi sang idola yang juga dianggap sebagai pahlawan di hidupnya.

Nah, itu dia sekilas tentang Celebrity Worship Syndrome dan tiga kategorinya. Jika kamu punya tokoh idola, hati-hati ya! Jangan sampai kamu terobsesi secara berlebihan!

Untuk kamu yang sudah 18 tahun ke atas dan pengguna produk yang mengandung nikotin, bukan perempuan hamil atau menyusui, VELO menawarkan cara baru menikmati nikotin yang lebih praktis, kapan saja dan dimana saja. VELO adalah produk kantong nikotin pertama di Indonesia yang menawarkan alternatif baru dalam menikmati sensasi nikotin. Tidak menimbulkan asap sehingga kamu tidak perlu khawatir akan mengganggu kenyamanan orang di sekitar. Bahkan di sela-sela aktivitasmu yang padat, kamu tetap bisa bebas menikmati kantong nikotin ini.

Related Articles

Leave a Reply