Pohon Kayu Putih Bukan Eucalyptus! Kenali Jenis-jenisnya

Eucalyptus kerap disamakan dengan pohon kayu putih, namun faktanya tidak demikian. Minyak ekstraksi dari eukaliptus memang sama-sama bisa dimanfaatkan seperti halnya kayu putih yang kita kenal. Tapi, keduanya bukanlah tanaman yang sama, sehingga minyak esensialnya pun berbeda. Hanya ada beberapa spesies eukaliptus yang bisa menjadi sumber minyak esensial tersebut, bahkan sebagian lain berasal dari genus yang berbeda.

Tumbuhan endemik dari benua Australia ini terdiri dari 700 spesies berbeda. Beberapa spesies bisa ditemukan sampai ke daratan Papua Nugini, Indonesia, dan Filipina. Sedangkan kayu putih yang kita kenal berasal dari genus Melaleuca dengan 300 spesies berbeda.

Jenis-Jenis Pohon Kayu Putih

Ada beberapa jenis pohon kayu putih yang dapat diekstrak menjadi minyak esensial alami. Yang paling umum adalah Melaleuca cajuputi. Produk-produk minyak kayu putih yang beredar di pasaran rata-rata menggunakan minyak ekstraksi dari spesies ini. Berikut ulasan selengkapnya:

Pohon kayu putih melaleuca cajuputi

Source: Kuliner Indonesia

Tumbuhan ini sudah mulai dibudidayakan di Asia sejak berabad-abad silam. Penyebarannya diperkirakan dimulai dari daerah tropik sebelah utara Australia menuju barat Papua New Guinea, Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Vietnam.

Melaleuca cajuputi atau lebih umum disebut galam/kayu putih pertama kali ditemukan di kawasan pantai daerah tropik lembab yang panas. Tanaman ini dapat tumbuh di berbagai kondisi lingkungan, namun lebih cocok di dataran pantai yang memiliki rawa-rawa.

Sebagai tumbuhan industri, pohon kayu putih dapat diusahakan dalam bentuk hutan usaha atau agroforestri. Misalnya seperti Perhutani yang mengelola beberapa hutan kayu putih untuk memproduksinya. Spesies ini memang sangat potensial untuk dikembangkan karena kandungan atsiri-nya yang sangat berguna untuk bahan obat sampai bahan campuran untuk makanan dan kosmetika.

Pohon kayu putih ini memiliki ciri khas yang sama dengan spesies eukaliptus, yaitu mudah menguap jika terpapar hawa panas. Di musim kemarau ketika hari sedang panas-panasnya, orang yang berada dekat dengan pohon ini bisa membaui aroma kayu putih yang khas.

Melaleuca leucadendra

Source: Geoffrey Derrin via Wikimedia Commons

Kayu putih jenis ini memiliki nama latin Melaleuca leucadendra dengan sinonim Melaleuca leucadendron. Para ahli taksonomi memasukkannya ke dalam famili Myrtaceae atau jambu-jambuan bersama Melaleuca cajuputi dan spesies-spesies eukaliptus.

Spesies ini memiliki batang-batang kecil dengan cabang-cabang yang menggantung ke bawah. Kulit batangnya berwarna putih, terdiri dari lapisan-lapisan halus yang selalu mengelupas setiap beberapa waktu sekali. Kulit pohon ini mengandung zat kimia lignin dan melaleucin

Bentuk daunnya lancip dengan tulang/urat daun yang sejajar seperti tombak. Daun inilah yang mengandung senyawa kimia atsiri sineol, alpha-terpineol, valeraldehyde, dan benzaldehida. Bunganya berwarna putih yang terdiri dari serabut-serabut halus benang sari tanpa kelopak. Sementara buahnya diketahui mengandung sineol, terpineol, asam mentega, dan asam valerianat.

Jika kamu bertanya-tanya, tumbuhan ini dinamakan kayu putih karena merujuk pada batang pohonnya yang memang berwarna putih. Sehingga orang-orang menyebutnya ‘kayu putih’.

Melaleuca quinquenervia

Source: DeRu Extracts

Melaleuca quinquenervia atau lebih umum dikenal sebagai pohon punk atau niaouli, adalah pohon berukuran kecil hingga sedang yang juga berasal dari famili Myrtaceae. Jenis ini tidak terlalu populer di Indonesia, namun banyak digunakan oleh produk-produk kosmetik di Australia.

Pohon kayu putih ini tumbuh melebar hingga setinggi 20 meter atau setara 70 kaki, dengan batangnya yang ditutupi oleh kulit kayu tebal berwarna putih, krem, ​​dan abu-abu. Daunnya berwarna abu-abu kehijauan dan bunganya menyerupai semak botol putih. Bunga pohon ini bermunculan dari akhir musim semi hingga musim gugur.

Sebaran alami kayu putih di Indonesia dapat dijumpai di Pulau Ambon, Pulau Buru, Pulau Seram, Pulau Aru, hingga Pulau Tanimbar. Sedangkan di Pulau Jawa lebih banyak ditanam secara komersial di daerah Indramayu, Banten, Sukabumi, Majalengka, Yogyakarta, Madiun, dan daerah-daerah lainnya. Pohon kayu putih dapat tumbuh di tanah-tanah yang kritis dan sulit ditanami tumbuhan industri lainnya, sehingga bisa dimanfaatkan sebagai media rehabilitasi lahan.

Adapun manfaat-manfaat dari tumbuhan ini yang sangat luas, tidak hanya terbatas sebagai bahan obat-obatan herbal. Simak terus perkembangan informasi terbaru lainnya bersama VELO, kantong nikotin bebas tembakau pertama di Indonesia yang ditujukan untuk kamu yang sudah berusia 18 tahun ke atas dan pengguna produk yang mengandung nikotin, bukan perempuan hamil atau menyusui.

Tidak menimbulkan asap sehingga kamu tidak perlu khawatir akan mengganggu kenyamanan orang di sekitar. Bahkan di sela-sela aktivitasmu yang padat, kamu tetap bisa bebas menikmati kantong nikotin ini.

Hengky
For the last few years, Hengky living as a digital nomad and currently settled in Denpasar. As a writer, he is interested in a certain topic such as pseudoscience, culture, art, and lifestyle.

Related Articles

Leave a Reply