Perkembangan eSport di Indonesia: Pesat & Melesat!

Kalau boleh dibilang, perkembangan eSport di Indonesia termasuk yang cukup pesat di kancah dunia. Pengguna permainan multiplayer ini juga cukup besar, sebanyak 60 juta. Bahkan sejak 2018 lalu, sudah banyak tim-tim dari Indonesia yang meramaikan turnamen di kancah internasional. Beberapa di antaranya pernah menjadi juara 1 dan berhasil memboyong hadiah ratusan ribu dollar Amerika Serikat.

Seiring dengan perkembangan yang dinilai cukup prospektif, Pemerintah melihat ini menjadi sebuah peluang yang layak dikembangkan secara serius. Terbukti, cabang olahraga elektronik ini sudah diakui secara resmi oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) pada tahun 2018 lalu. Turnamen dari pemerintah pun mulai bermunculan. Sebut saja Piala Menpora Esports dan Piala Presiden Esports.

Lalu, bagaimana lagi perkembangan yang ada di Indonesia untuk olahraga elektronik ini? Kita akan kupas pada tulisan kali ini. Scroll terus yaa..

Sejarah Awal eSport Masuk di Indonesia

Pada tahun 90an, sebenarnya sudah cukup pesat perkembangan video game yang ada di Indonesia. Kala itu, game online sudah menjadi buruan anak remaja. Terbukti dengan digandrunginya warung internet (warnet) yang menawarkan permainan multiplayer secara real-time.

Hingga pada tahun 99, Indonesia mulai mengadakan kompetisi game online resmi untuk pertama kalinya. Kompetisi tersebut digelar untuk seluruh peserta dari berbagai daerah yang dinamakan Liga Game. Liga ini mengawali perkembangan turnamen game online yang ada di Indonesia.

Jenis game yang dimainkan dalam Liga Game kala itu ada 2, yakni Starcraft dan Quake II. Kebanyakan peserta yang turut serta adalah anak warnet yang sudah mahir untuk bermain game Starcraft maupun Quake II. Sebuah turnamen yang tak akan pernah dilupakan oleh anak warnet kala itu.

Barulah 3 tahun kemudian, yakni pada tahun 2002, berlangsung kembali sebuah turnamen yang kini berubah nama menjadi Cyber Game. Game yang diikutsertakan pada kompetisi tersebut kini bertambah menjadi: Brood War, StarCraft, Age of Empires II, Counter Strike dan FIFA World Cup.

Selama bertahun-tahun mengalami pasang-surut, perkembangan esport di Indonesia kembali bangkit pada tahun 2018. Di mana, sudah ada banyak sekali pemain game online yang berbasis mobile seperti Mobile Legends atau PUBG. Pada saat itu, jumlah pemain  permainan mobile disinyalir mencapai 60 juta orang di seluruh Indonesia.

Pesatnya Perkembangan eSport di Indonesia Dimulai pada 2018

Turnamen yang tak akan dilupakan oleh pegiat game online adalah GESC Indonesia Minor yang digelar pada 2018 silam. Turnamen tersebut menggelar pertandingan Dota 2 (game online PC) dengan total hadiah yang menakjubkan, yakni 300,000 USD atau setara dengan Rp4 milyar.

Setahun kemudian, disusul oleh turnamen game mobile bernama Mobile Legends Professional League (MPL) Season 4 yang merupakan gebrakan bagi industri esport di Indonesia. Disusul lagi oleh permainan yang lain, seperti Free Fire dan PUBG Mobile yang juga punya banyak penggemarnya.

Tim-tim di Indonesia juga sudah mulai berkembang pesat hingga mulai bertumbuh fans dari masing-masing kubu. Hal ini tentu meningkatkan atmosfer dan ketegangan yang terjadi di setiap event dan pertandingan. Ditambah lagi, jumlah hadiah yang juga makin meningkat dari tahun ke tahun.

Industri Game Online di Indonesia ke Depannya

Diprediksi akan terjadi lonjakan pemain game mobile hingga 100 juta pengguna di Indonesia pada beberapa tahun ke depan. Mengingat jumlah peminat juga tidak memandang usia. Mulai dari anak SD, SMP, kuliah, hingga mereka yang sudah dewasa juga turut meramaikan industri ini.

Hal ini cukup wajar, karena game online dapat menjadi pelepas penat di kala stres sedang menghadang. Kalau kamu lagi di tempat yang gak boleh ngerokok, kamu tetep bisa kok merasakan sensasi nikotin tanpa asap dan bau yakni menggunakan VELO, kantong nikotin buat kamu yang sudah berusia 18 tahun ke atas dan pengguna produk yang mengandung nikotin, bukan perempuan hamil atau menyusui, cukup selipkan di antara bibir dan gusi atas, sensasinya bakal kerasa hingga setengah jam.

Yaps, hari ini dan ke depannya, internet tetap akan menjadi salah satu bagian dari hidup kita. Karena itu, kita wajib bersiap agar tidak ketinggalan, sekaligus waspada agar tetap dapat menjaga budaya Indonesia. Akhir kata, semoga tetap have fun, ya!

Ifan Prasya
Karena belajar bisa dari mana aja.

Related Articles

Leave a Reply