4 Peran Generasi Milenial dalam Perkembangan Teknologi

Di masa depan nanti (bahkan hanya beberapa tahun lagi), dunia berubah begitu cepat karena teknologi. Peran generasi milenial dalam perkembangan teknologi tentu sangat dibutuhkan. Mengingat sebagian besar populasi dunia juga akan dihuni oleh mereka dengan kreativitas, inovasi, dan kegemaran akan teknologi.

Perubahan pesat juga dipengaruhi oleh karakteristik generasi milenial yang suka dengan kolaborasi. Baik dalam hal akademik, keseharian, hingga pekerjaan yang menunjang karier profesional mereka. Penting untuk tetap terhubung satu sama lain, meskipun terbatas pada tatap muka (lebih sering menggunakan smartphone).

Dalam tulisan ini, akan dibahas secara ringkas namun padat, tentang peran generasi milenial dalam perkembangan teknologi. Terutama dalam hal pendidikan dan pekerjaan. Cek yuk.

1. Menebar manfaat positif kepada orang lain lewat teknologi

Salah satu manfaat teknologi adalah mampu meratakan kebutuhan kepada seluruh penduduk di suatu tempat. Termasuk hal ini juga telah diterapkan di Indonesia, semenjak adanya pandemi Covid-19 yang merebak ke seluruh dunia hingga tulisan ini terbit.

Seperti halnya pendidikan, semua dilakukan secara daring melalui ruang temu seperti Google Meet, Zoom, Discord, dan sebagainya. Nah, salah satu karakter generasi milenial yang suka berbagi dan ingin membantu sesama tentunya sangat membantu.

Teknologi juga akan semakin berkembang karena kebutuhan mereka untuk semakin memberikan manfaat kepada banyak orang. Mulai dari konten hingga infrastruktur secara keseluruhan.

2. Pekerjaan di masa depan tak bergantung pada kantor tatap muka

Semenjak pandemi juga, kegiatan bekerja dari rumah (work from home) juga mulai diterapkan di Indonesia. Hal ini menjadi sinyal bahwa di masa depan nanti, pekerjaan tidak perlu dilakukan di kantor melulu. Bisa dilakukan di kafe, kostan, rumah, dan dari mana saja, asal jam kerja dan hasilnya sesuai kontrak.

Hal ini juga tak lepas dari perkembangan teknologi pada infrastruktur keamanan daring. Serta, kebutuhan piranti kerja seperti laptop dan smartphone yang juga makin tinggi berkat adanya budaya kerja dari mana saja. Apakah hal ini positif atau negatif, tentu akan sangat relatif. Bergantung pada siapa yang melakukannya.

3. Pengembangan diri: peran generasi milenial dalam perkembangan teknologi

Seperti kita lihat sama-sama pada sepanjang pandemi beberapa bulan belakangan. Bertebaran sangat masif kelas daring baik itu lewat live Instagram, pertemuan Google Meet, kelas privat di Zoom, hingga kelas di grup WhatsApp atau Telegram.

Kebanyakan, tema-tema kelas yang diadakan tak jauh-jauh dari edukasi dan pengembangan diri. Seputar bagaimana cara mengembangkan diri selama pandemi baik secara individu maupun organisasi di kuliah, atau perusahaan. Hal ini juga mendorong adanya pemerataan pendidikan berkualitas menggunakan teknologi.

4. Kolaborasi menjadi hal lumrah sehingga teknologi makin cerah

Lagi-lagi, peran generasi milenial dalam perkembangan teknologi dinilai cukup signifikan. Kegemaran untuk terbuka dalam menjalin kolaborasi bersama orang lain, membuat munculnya terobosan baru yang solutif. Hal ini bisa kita lihat, misalkan kolaborasi antara UMKM dengan pasar online (meskipun tidak langsung).

Atau, kolaborasi perusahaan rintisan di bidang pendidikan, Zenius bersama Pemerintah. Masih banyak lagi contoh kolaborasi lainnya. Jika dilihat secara lebih detail, kolaborasi saat berada dalam lingkungan internal pun juga sering terjadi. Misalnya, tim desainer harus berkolaborasi bersama tim pengembang dan pemasaran.

Pada intinya, peran dari generasi ini cukup penting. Karakteristik yang seolah-olah tak pernah terpisah dengan teknologi, membuat pengembangan akan terus dilakukan. Baik dari piranti, infrastruktur, maupun sistem secara keseluruhan.

Ifan Prasya
Karena belajar bisa dari mana aja.

Related Articles

Leave a Reply