Penyebab dan Penghambat Persebaran Fauna Hutan Stepa

Indonesia merupakan negara tropis yang kaya akan berbagai ekosistem. Salah satu ekosistem yang paling besar di Indonesia adalah ekosistem padang rumput.

Padang rumput sendiri dibagi menjadi dua, yakni savana dan stepa. Savana adalah padang rumput hijau yang luas yang diselingi oleh beberapa jenis pohon. Sedang stepa merupakan padang rumput yang warna rumputnya biasa lebih gersang karena iklim tempat stepa adalah iklim yang kering.

Sekarang mari kita bahas lebih lanjut tentang stepa. Nama stepa sendiri berasal dari bahasa Inggris “Steppe” yang berarti padang rumput. Bioma stepa ini terdiri dari daratan luas yang membentang dari wilayah tropis hingga subtropis. 

Berbeda dengan savana yang tertutup oleh rumput hijau yang panjang, stepa berbentuk seperti semi gurun. Bioma ini ditutupi oleh rumput pendek dan warnanya hampir sama seperti warna tanah. 

Curah hujan pada ekosistem stepa sangatlah terbatas, baik di wilayah tropis maupun subtropis, yakni 250-500 mm/tahun. Walaupun demikian, kita masih bisa menemukan stepa dengan curah hujan yang tinggi hingga 1000 mm, meskipun datangnya hujan memang bisa dikatakan tidak teratur. 

Hutan stepa sebenarnya banyak ditemukan di wilayah Amerika bagian utara, Afrika, dan beberapa wilayah di Australia. Namun, di Indonesia kita juga bisa menemukan hutan stepa, lho! Karena adanya kesamaan ekosistem, makan fauna-fauna di hutan Stepa dimanapun memiliki kesamaan.

Namun, bagaimana sih sebenarnya persebaran fauna hutan stepa tersebut? Kenapa bisa ada di beberapa benua? Yuk, cari tahu faktanya dalam artikel di bawah ini!

Faktor-faktor pendorong persebaran fauna hutan stepa

Ada beberapa faktor yang dimaksud, yakni sebagai berikut: 

  1. Tekanan populasi

Populasi, dalam hal ini fauna, tentu sangat mempengaruhi persebaran ekosistem di bumi. Jika populasi meningkat, maka permintaan akan kebutuhan makanan pun akan meningkat pula. Jika bahan atau persediaan makanan di suatu tempat menipis, kebutuhan akan lebih sulit untuk dipenuhi. Maka penduduk pun akan melakukan migrasi. 

  1. Persaingan

Sama seperti penjelasan pada poin sebelumnya, populasi, terutama fauna, bersaing untuk memenuhi kebutuhan dari apa yang disediakan oleh alam. Maka di sini terjadilah seleksi alam. Kelompok fauna yang ‘kalah saing’ dari kelompok fauna lain akan pindah. 

  1. Perubahan Habitat

Fungsi lingkungan hidup fauna kerap mengalami perubahan. Hal ini bisa disebabkan karena pemanasan global, bencana alam, atau wilayah pemukiman mereka dijadikan sebagai tempat manusia mencari nafkah, misal dengan mendirikan pabrik, dan sebagainya. Karena perubahan fungsi lingkungan hidup tersebut, banyak fauna di hutan stepa yang berpindah tempat. Mereka mencari lingkungan baru untuk bisa tetap bertahan hidup.

Nah, tiga faktor di atas merupakan faktor yang mendorong persebaran fauna-fauna hutan stepa. Jika ada faktor pendorong, maka ada juga faktor penghambat. Yuk, kita cari tahu juga!

Faktor-faktor penghambat persebaran fauna hutan stepa

Ada beberapa faktor yang dimaksud, yakni sebagai berikut: 

  1. Iklim

Kondisi iklim yang ekstrim, mulai dari perbedaan suhu, curah hujan, dan kelembaban udara, menjadi salah satu faktor terbesar dalam menghambat persebaran fauna hutan stepa. 

  1. Edafik (tanah)

Tanah menentukan hidup atau tidaknya tanaman, termasuk di hutan stepa. Hal ini dikarenakan terdapat berbagai unsur penting di dalam tanah, seperti udara, zat hara, serta kandungan air. Kondisi tanah yang baik akan membuat fauna hutan stepa bertahan di sana.

  1. Kondisi geografis

Ketika kondisi lingkungan berubah, fauna di hutan stepa bisa saja melakukan migrasi. Namun, ada banyak kondisi geografis yang tidak memungkinkan mereka berpindah tempat, seperti gunung, laut, padang pasir, sungai, dan sebagainya.

Itulah beberapa faktor pendorong dan penghambat persebaran fauna hutan stepa. Jangan lupa bagikan artikel ini ya!

Related Articles

Leave a Reply