Penyebab Capek Hati Yang Mempengaruhi Kesehatan Kamu!

Mengalami fase patah hati menjadi alasan seseorang merasakan capek hati. Hal tersebut dapat mempengaruhi kinerja seseorang di tempat kerja. Tapi, tahukah kamu bahwa capek hati dapat berakibat fatal pada kesehatan mental seseorang? 

Pikiran adalah organ yang paling kuat, sedangkan patah hati memiliki emosi terkuat juga. Ketika keduanya bersatu, maka akan memicu reaksi secara fisik, misalnya kesehatan kamu.  

Lalu, apa penyebabnya seseorang yang patah hati bisa mempengaruhi kesehatan seseorang? Baik secara mental maupun fisik? penyebab capek pada hati berikut ini dapat menjadi antisipasi kamu agar terhindar dari capek hati.

Penyebab Capek Hati Pada Tubuh

1. Hubungan Rasa Sakit Dengan Otak

Penelitian terbaru menemukan fakta bahwa orang yang baru saja mengalami patah hati memberikan efek pada kinerja otak. Karena penolakan, serta rasa sakit yang emosional dan fisik diproses pada wilayah otak yang sama bernama sistem aktivasi simpatis dan parasimpatis.

Sistem parasimpatis adalah bagian dari sistem saraf yang memiliki fungsi rileks seperti pencernaan dan memproduksi air liur. Sehingga terjadi perlambatan pada detak jantung. Sebaliknya, sistem saraf simpatik dapat membuat tubuh siap untuk beraksi, seperti respons untuk melawan. 

Respons ini berfungsi untuk mengirimkan hormon ke seluruh tubuh untuk meningkatkan detak jantung dan membangunkan otot kamu. Bayangkan saja, ketika keduanya dihidupkan secara bersamaan di otak, maka masuk akal jika tubuh akan mengalami rasa tidak nyaman, bahkan bisa menimbulkan nyeri di dada atau sesak nafas. 

2. Capek Hati Dapat Melemahkan Badan

Meskipun kita belum tahu persis mengapa patah hati dapat memberi pengaruh pada fisik kita, ternyata satu hal yang pasti, capek pada hati dapat melemahkan tubuh.

Ketika merasa patah hati, secara otomatis dapat merubah pola makan, mengurangi motivasi untuk melakukan berbagai aktivitas, sakit kepala, serta gangguan tidur. Apakah kamu pernah merasakan hal serupa? Berawal dari depresi, cemas, serta menarik diri dari teman dan keluarga dan pada akhirnya menyendiri lalu meratapi kesedihan.

Cara Menghadapi Patah Hati

Merasakan patah hati adalah hal yang paling umum dirasakan oleh semua orang. Biasanya, kamu akan berada pada fase ini saat kehilangan seseorang atau sesuatu yang sangat penting bagi kamu. 

Apakah kita harus terus menerus merasakan rasa sakit yang sama? Belum tentu. Ketika kamu mengetahui bagaimana mengatasi rasa sakit itu, maka kamu akan terbiasa menghadapi perasaan emosional akibat patah hati. 

Namun, ada beberapa hal yang bisa kamu coba lakukan untuk meminimalisir rasa sakit tersebut.

1. Percaya Pada Waktu

Belum ada data yang pasti kapan seseorang dapat mengakhiri rasa sakit karena patah hati. Satu-satunya yang bisa kamu lakukan adalah percaya pada waktu. Bahwa, waktu akan menyembuhkan. 

Kamu dapat mencoba untuk menghindari kontak di sosial media sementara waktu, agar proses sembuh dari luka terasa ringan.

2. Melakukan Kegiatan Positif

Saat hidup kamu sedang melalui masa yang berat, seketika saja kamu dikelilingi dengan aura negatif. Ini saatnya untuk memfokuskan diri untuk melakukan kegiatan positif. Misalnya saja, mengatur gaya hidup yang lebih sehat, berolahraga, berlibur dan menghabiskan waktu bersama keluarga.

Hal-hal di atas dapat membantu mengalihkan perhatian dari rasa kecewa, cemas dan depresi. Serta, mendapatkan dukungan yang suportif dan teman dan keluarga.

Saat melewati masa-masa berat, biasanya orang akan identik dengan minuman beralkohol atau merokok secara berlebihan. Untuk menghindari permasalahan kesehatan, kamu bisa menggunakan VELO sebagai alternatif saat sedang mengalami perasaan tersebut. 

Selain rendah nikotin, VELO juga dapat membantu menaikan mood kamu dengan varian rasa yang unik, loh!

Frista Kurniasari
Talented professional good multitasking, organizational and verbal and written communication skills. Expertise includes writing content on topics such as Lifestyle, Humanity, Education and Travel.

Related Articles

Leave a Reply