Penunjuk Arah Mata Angin Kompas dan Cara Memakainya

Pada umumnya, arah mata angin digunakan sebagai penunjuk saat menentukan arah. Mata angin telah menjadi bagian dari kompas sejak tahun 247 SM oleh Bangsa Cina Antik. Pada zaman dahulu, kompas banyak dipakai di pelayaran, karena dapat menunjukan arah dengan benar walau sedang di tempat luas seperti lautan. Tidak hanya berfungsi di laut, tetapi juga di gunung dan hutan.

Kebanyakan dari kamu pasti hanya mengetahui 4 jenis mata angin, seperti arah utara, selatan, barat dan timur. Padahal, jumlah mata angin ada 16 yang harus kamu pelajari agar tidak mudah tersesat nantinya. Panduan cara memakai arah mata angin di kompas dapat kamu ketahui lebih lanjut.

Penunjuk Arah Mata Angin

Seperti sudah disebutkan sebelumnya bahwa arah mata angin memiliki jumlah sebanyak 16 yang dibagi menjadi 3 garis besar, yaitu:

1. Mata Angin Primer

Mata angin primer adalah penunjuk arah yang digunakan pada peta, navigasi dan kompas. Dikenal dengan sebutan rimer karena ada empat mata angin yang memiliki fungsi sebagai penunjuk arah. Penunjuk arah yang masuk ke dalam mata angin primer adalah barat, timur, utara dan selatan.

2. Mata Angin Sekunder

Selain primer, ada sebutan mata angin sekunder yang posisinya berada diantara 4 mata angin primer. Disebut sekunder karena mata angin ini berfungsi mencari arah yang lebih tepat. Maka dari itu, ada arah barat daya, barat laut, tenggara dan timur laut yang menjadi bagian dari mata angin sekunder.

3. Mata Angin Tersier

Bagian terakhir dari penunjuk arah mata angin adalah tersier. Posisi mata angin ini berada diantara primer dan sekunder. Kalau sekunder berfungsi menentukan arah yang lebih tepat, kalau mata angin tersier difungsikan untuk mencari arah yang jauh lebih akurat. Oleh karena itu, ada arah selatan tenggara, selatan barat daya, timur tenggara, timur laut, timur timur laut, barat barat daya, barat barat laut, utara barat laut dan utara timur laut. Dengan keakuratannya, kamu tidak akan kesulitan mencari arah jalan pulang apabila tersesat.

Cara Memakai Penunjuk Arah Kompas

Ada dua cara untuk menentukan arah mata angin dengan peta atau hanya melalui penglihatan saja. Berikut ini penjelasan singkat tentang cara pemakaian kompas apabila kamu kehilangan arah.

1. Menggunakan Peta

Jika kamu membawa peta, cobalah untuk meletakan peta dan kompas di permukaan yang datar. Kemudian, beri tanda posisi kamu saat ini dan tujuan yang akan dituju. Setelah itu, buat garis lurus di antara posisi kamu dan tujuan yang dimaksud.

Sejajarkan bagian paling tepi kompas pada garis hingga jarum panah berada di arah tujuan yang ditempuh, kemudian putar cincin azimuth hingga arah utara pada peta dan panah sejajar. Saat kamu melepaskan kompas dari peta dan berbelok hingga penunjuk parah dan jarum magnet merah sejajar, maka kamu sudah berada di arah yang benar.

2. Menggunakan Penglihatan

Cara yang satu ini tergolong lebih sederhana. Misalnya, tujuan kamu pergi ke gunung. Coba arahkan gunung dengan posisi kamu saat ini, tetapi sesuaikan pada jarum panah di kompas.

Kemudian, putar cincin azimuth sampai panah sejajar dengan ujung merah dari jarum magnet yang mengarah ke utara. Lanjutkan kembali jalan kamu hingga jarum berada pada posisinya sampai kamu berhasil mencapai tujuan.

Itulah cara memakai kompas dan jenis-jenis pada kompas yang belum kamu ketahui. Pastikan untuk mempelajari cara menggunakan kompas sebelum bepergian ya!

Frista Kurniasari
Talented professional good multitasking, organizational and verbal and written communication skills. Expertise includes writing content on topics such as Lifestyle, Humanity, Education and Travel.

Related Articles

Leave a Reply