Simbol Mata Angin pada Peta Lengkap dengan Penjelasan

Tahukah kamu alasan mengapa utara disebut dengan utara? Pasti sebagian diantara dari kamu yang masih belum paham bagaimana cara membaca arah mata angin bukan? Padahal, dengan memiliki pemahaman simbol mata angin, akan memudahkan kamu ketika tersesat saat baterai handphone habis.

Mata angin merupakan jarum yang memiliki pedoman untuk memberi arah yang memiliki penunjuk arah suatu tempat seperti timur, selatan, tenggara, barat, utara, timur, dan barat laut.

Sebelum mempelajari lebih lanjut tentang mata angin, ada sejarah dibaliknya yang membuat mata angin memiliki nama utara, selatan dan lain sebagainya? Simak sejarah dan penjelasan tentang simbol mata angin berikut ini.

Sejarah Singkat Mata Angin

Alat penunjuk arah yang dikenal sebagai kompas pertama kali digunakan pada tahun 247 SM oleh Bangsa Cina Antik. Sejak kemunculannya, kompas telah menjadi alat penentu posisi dan tujuan di seluruh dunia saat melakukan penjelajahan di laut. Selain itu, masyarakat Arab juga menggunakan kompas sebagai cara untuk menentukan arah kiblat untuk shalat.

Tidak hanya berperan penting di dunia pelayaran, kompas pun digunakan sebagai arah untuk pembangunan gedung pada abad ke-12 di Eropa dan pembangunan terowongan pada pertambangan di abad ke 13 sampai 15 di Eropa.

Di dalam kompas ada komponen yang berisikan jarum, huruf dan angka yang kita kenal sebagai arah utara, barat, timur, dan selatan. Ternyata, kata utara berasal dari bahasa Sansekerta dan sering juga disebut dengan istilah “laut” di era kerajaan Sriwijaya karena dari Palembang ke arah utara memiliki arti laut. Sedangkan barat juga berasal dari bahasa Sansekerta, Timur dan Selatan dari bahasa Melayu.

Begitulah sejarah singkat asal muasal simbol mata angin yang menjadi komponen penting pada kompas dan peta.

Mengenal Jenis Mata Angin

Pernahkah kamu merasa bingung saat kehilangan arah? Tidak ada siapapun di dekat kamu dan handphone tidak memiliki sinyal untuk menggunakan peta digital. Hal inilah yang mengharuskan kamu belajar lebih lanjut tentang kompas dan mata angin.

Kompas memiliki 16 arah mata angin dengan jarum yang menunjukan arah hanya ke utara dan selatan. Banyaknya jenis arah mata angin tidak terlepas dari sejarah pelayaran dengan total 360º. Arah mata angin tersebut dikenal dengan nama:

Utara – 0º

Utara Timur Bahari – 22,5º

Timur Bahari – 45º

Timor Timur Bahari – 67,5º

Timur 90º

Timur Menenggara – 112,5º

Tenggara – 135º

Selatan Menenggara – 157,5º

Barat Daya – 225º

Selatan – 180º

Barat Barat Daya – 247,5º

Selatan Barat Daya – 202º

Barat – 270º

Barat Barat Bahari – 292,5º

Utara Barat Bahari – 337,5º

Barat Bahari – 315º

Utara – 360º

Pada dasarnya, ke 16 simbol mata angin tersebut digunakan untuk menentukan arah primer dan dapat juga menentukan posisi berdasarkan garis bujur pada bumi serta posisi garis lintang.

Cara Menentukan Arah Mata Angin

Hal pertama yang digunakan adalah dengan mengarahkan peta ke arah yang tepat yaitu utara. Pilihlah lokasi peta yang menjadi acuan tujuan kamu, sejajarkan jarum ke lokasi, lalu putar bezel sampai jarum sejajar ke arah utara.

Setelah itu, perhatikan angka pada di samping garis indeks. Di bagian peta, coba kamu letakan di sudut garis ke bagian lokas, kemudian putar seluruh jarum sampai sejajar ke arah utara yang ada pada bezel.

Ulangi lagi langkah tersebut hingga mendapatkan titik perpotongan, nah itulah lokasi dimana kalian berada.

Frista Kurniasari
Talented professional good multitasking, organizational and verbal and written communication skills. Expertise includes writing content on topics such as Lifestyle, Humanity, Education and Travel.

Related Articles

Leave a Reply