Bedanya Pemimpin dan Pimpinan yang Perlu Kamu Ketahui

Dalam keseharian kita, sering terdengar kata-kata pemimpin dan pimpinan. Dua kata yang sebenarnya berbeda, meski kedengarannya sama. Secara konteks, perbedaannya terletak pada bagaimana orang tersebut menjalankan perannya sebagai orang tertinggi dalam sebuah organisasi. Dilihat juga pada apa yang ia kerjakan dan bagaimana hasilnya.

Dalam tulisan ini, kita akan mengupas secara lebih rinci tentang kedua istilah tersebut. Apa saja perbedaannya, jika dilihat dari perbuatan, tanggung jawab, merencanakan tujuan, memberi arahan, dan perilaku-perilaku khas pemimpin dan pimpinan. Penasaran seperti apa bedanya? Mari kita langsung simak saja, scroll sampai akhir nanti, ya!

Pengertian Pemimpin

Pemimpin merupakan orang yang memiliki keterampilan untuk mempengaruhi orang lain dalam rangka mencapai tujuan bersama. Baik itu dalam organisasi berukuran kecil maupun besar. Pun, pemimpin tidak terbatas pada jabatan, melainkan sikap dan kemampuan dalam berkomunikasi dan menjalin hubungan dengan orang lain.

Pengertian Pimpinan

Pimpinan merupakan jabatan yang ada dalam sebuah organisasi. Orang yang menjabat pada organisasi tersebut belum tentu memiliki sikap pemimpin. Alias, belum tentu bisa mempengaruhi orang lain untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan di awal.

Beda Pemimpin dan Pimpinan

Dari pengertian yang sudah disampaikan pada bagian atas tadi, sebenarnya kita sudah dapat mengambil intisari dari perbedaan pemimpin dan pimpinan. Di mana, orang yang menjadi pemimpin bisa mengisi posisi atau jabatan pimpinan. Sedangkan, pimpinan yang mengisi jabatan belum tentu bisa menjadi pemimpin.

Agak membingungkan? Baik, mari kita ulas pelan-pelan. Jika dirinci lebih jauh lagi, berikut beda antara pemimpin dan pimpinan dalam menjalankan kepemimpinan:

  • Pemimpin memiliki niat baik dan selalu mengutamakan tujuan bersama. Pimpinan bisa jadi hanya bergantung pada otoritas dan menggunakan kekuasaan untuk memerintah bawahannya.
  • Pemimpin memiliki keterampilan untuk mengarahkan jalan kepada para anggotanya serta mengambil tanggung jawab ketika terjadi apa-apa. Sedangkan, pimpinan bisa jadi hanya menuntut hasil dari anak buah dan tidak bertanggung jawab pada kesalahan yang dibuatnya.
  • Pemimpin dapat menggerakkan hati para anggota tanpa harus menyuruh-nyuruh. Sedangkan, pimpinan belum tentu, bisa jadi hanya mengandalkan rasa takut para anggota untuk melakukan tugas-tugas tertentu.
  • Pemimpin dapat menjadi energi bagi para anggota untuk melaksanakan tugas secara bersama-sama. Sedangkan, pimpinan belum tentu memberi energi, justru bisa jadi menguras tenaga anak buahnya.
  • Pemimpin mengajak dan memberi contoh, sedangkan pimpinan belum tentu, bisa jadi hanya memerintah.

Namun, deskripsi di atas tadi belum tentu sepenuhnya benar. Bisa jadi, pemimpin dan pimpinan merupakan satu orang yang sama. Menjabat posisi tertentu dalam sebuah perusahaan dan terampil dalam memimpin para anggotanya.

Pemimpin dan role model yang baik, tentu akan sangat paham tentang menempatkan diri. Kapan saatnya berada di depan untuk memberi teladan, di tengah untuk mengajak dan menyemangati, serta di belakang untuk memberi dorongan. Seperti layaknya filosofi Ki Hajar Dewantara yang hingga kini lestari, Tut Wuri Handayani.

Tidak perlu jauh-jauh, dalam kehidupan sehari-hari yang dekat dengan kita pun bisa diambil contoh. Dalam menentukan tempat kencan, harusnya lelaki mampu memimpin perempuan dengan langsung mengambil inisiatif dan menentukan restoran atau kafe untuk makan dan ngobrol bersama.

Atau juga, menjadi inisiator grup tongkrongan tiap akhir pekan untuk sama-sama ngobrol, bertukar pikiran, menanyakan kabar, serta melepaskan penat. Sambil memesan minuman favorit di kafe, lalu menyalakan rokok untuk menambah kehangatan. Atau jika kamu tidak merokok, kini sudah ada alternatif baru, kantong VELO namanya.

Kantong VELO ini merupakan kantong nikotin berbentuk mungil, bisa langsung diselipkan di sela-sela gusi atas untuk menikmati sensasi selama 20-30 menit. Bisa dipakai di mana saja, kapan saja, dan tanpa orang lain tahu. Namun hanya untuk orang dewasa di atas 18 tahun dan bukan untuk perempuan hamil dan menyusui, ya.


Disclaimer:

  • Produk VELO hanya diperuntukan untuk pengguna diatas 18 tahun, bukan perempuan hamil atau menyusui.
  • Produk VELO BUKAN merupaka stimulan ataupun TIDAK dapat memberikan efek transforming.
Ifan Prasya
Karena belajar bisa dari mana aja.

Related Articles

Leave a Reply