4 Pelukis Terkenal Seni Abstrak 100 Tahun Terakhir

Sejak kemunculan seni abstrak di akhir abad ke 19, lukisan dengan tema abstrak telah berevolusi secara masif. Hingga kini telah melahirkan berbagai jenis abstrak seperti Abstract Expressionism, Lyrical Abstraction, Colour Field, Post-painterly Abstraction dan Minimalis. 

Abstraksi telah diterapkan dalam seni ke dalam bentuk geometris atau tanda gestur yang tidak memiliki sumber sama sekali. Beberapa seniman dari abstraksi ini memiliki istilah yang lebih disukai seperti seni non objektif. 

Kekuatan abstraksi juga telah memberi pengaruh ke dalam seni kontemporer dan masih menguasai kendali pasar yang kuat di galeri komersial dan balai lelang. Sehingga seni abstrak sering dianggap membawa nilai-nilai seperti keteraturan, kemurnian, kesederhanaan dan spiritualitas. 

Pelukis dunia yang terkenal dengan lukisan abstraknya pada seni abstrak seperti: 

Wassily Kandinsky, Composition X, 1939 

seni abstrak

Sebagai pemenang lukisan abstrak bernama Wassily Kandinsky asal Rusia. Wassily bukan hanya seorang pelukis saja tetapi sebagai ahli teori seni juga. 

Pengaruh yang telah ia berikan ke dalam dunia seni dan abstraksi sangat besar ketika ia turut mendirikan grup seni Phalanx dan The New Group of Artist untuk memberikan tempat pameran kepada orang-orang pada zamannya. Setelah bertahun-tahun menjadi seorang seniman, Wassily telah menghasilkan lebih dari 600 karya seni dengan lukisan yang dibuat pada tahun 1913 yang mencapai rekor harga lelang tertinggi mencapai $ 41,6 juta pada tahun 2017. 

Piet Mondrian Composition II dalam Merah, Biru dan Kuning, 1930 

seni abstrak

Karya seni selanjutnya berasal dari Piet Mondrian yang terkenal dengan lukisan komposisi II dalam warna merah, biru dan kuning. Piet mencoba mencari keseimbangan melalui karya-karyanya dan menulis mengenai harmoni komposisi. Sudah sejak lama, dia meneliti tentang penempatan warna, ukuran bentuk dan kualitas permukaan dalam karyanya, dengan harapan dapat membuat siapapun yang melihat lukisannya merasakan emosi. 

Lukisan Piet ini dikembangkan di awal abad ke 20 dan melahirkan motif pop dengan warna-warna cerah di masa depan. Dengan garis lebar tebal yang kontras dengan kotak merah besar, persegi panjang kuning kecil muncul dari bagian bawah karya, yang mempertemukan merah dengan warna biru. Ini menjelaskan bahwa suatu karya dapat menjelaskan banyak hal melalui bentuk warna sesederhana ini. 

Joan Miro, Peinture (Etoile Bleue), 1927 

seni abstrak

Dikenal sebagai seniman surealis, Joan Miro adalah pelukis yang menggabungkan antara seni figuratif dan abstrak. Pada tahun 2012, karyanya berjudul Peinture (Etoile Bleue) disorot pada acara Sotheby’s Evening Sale of Impressionist & Modern Art di London dan memperoleh £ 23,5 juta dan berhasil mencetak rekor. 

Lukisan ini dikenal sebagai salah satu lukisan terpenting dalam karir Joan Miro. Khususnya, pada pemilihan warna biru yang mempengaruhi pelukis lainnya seperti Mark Rothko dan Yves Klein. 

Jackson Pollock, Convergence, 1952 

Jackson Pollock telah membuat karya sebanyak 363 lukisan yang mengesankan semasa hidupnya. Pollock terkenal dengan teknik tetesannya dan berhasil mempengaruhi dunia seni sehingga membuatnya populer. 

Namun, dalam karya “Convergence”, tidak membuat Pollock menduduki pelukis teratas pada zamannya. Padahal, pada karya ini, dia mencoba mengungkapkan pemikirannya tentang ancaman komunisme dan perang dingin dengan Rusia. 

Pada tahun 1964, The Jigsaw Puzzle Company merilis “Convergence” sebagai puzzle yang terdiri dari 340 bagian dan mengklaim sebagai puzzle tersulit di dunia. Karena inilah, ribuan orang di Amerika membeli ini dan Pollock memberikan dampak pada industri seni sejak itu. 

Frista Kurniasari
Talented professional good multitasking, organizational and verbal and written communication skills. Expertise includes writing content on topics such as Lifestyle, Humanity, Education and Travel.

Related Articles

Leave a Reply