Apa Itu Pasar Monopsoni? Ini Penjelasannya

Ada beberapa jenis pasar, diantaranya ada pasar monopoli, oligopoli, hingga monopsoni. Kita mungkin kerap mendengar tentang monopoli, namun tahukah kamu apa yang dimaksud dengan pasar monopsoni? Daripada penasaran, yuk simak ulasan singkatnya berikut ini.

Apa itu Pasar Monopsoni?

Pasar monopsoni
Source: Clem Onojeghuo via pexels.com

Istilah tentang Pasar Monopsoni mungkin cukup jarang didengar masyarakat. Sehingga tak banyak yang tahu apa artinya dan bagaimana cara kerjanya.

Pasar Monopsoni sendiri merupakan sebuah pasar, dimana didalamnya terdapat banyak sekali penjual yang menawarkan dagangannya namun hanya ada satu pembeli. Bisa dikatakan, jika dalam pasar tersebut terdapat sekelompok pembeli atau pengusaha yang menguasai suatu pasar yang mampu menimbulkan potensi adanya persaingan kurang sehat.

Kegiatan pasar semacam itu sesungguhnya sudah dilarang oleh pemerintah dan dituliskan ke dalam Undang-undang (UU) Pasal 18 No. 5 Tahun 1999, dimana sebagai berikut isinya:

Pertama, setiap pelaku usaha dilarang untuk menguasai pasokan ataupun menjadi pembeli tunggal dari barang ataupun jasa dalam suatu pasar yang dapat menimbulkan terjadinya praktek monopoli maupun persaingan usaha tidak sehat.

Kedua, setiap pelaku usaha patut diduga atau dianggap menguasai pasokan atau menjadi seorang pembeli tunggal sebagaimana yang dijelaskan dalam ayat (1) jika pelaku usaha ataupun suatu kelompok pelaku usaha sudah menguasai pangsa pasar dari suatu jenis barang dan jasa tertentu hingga lebih dari 50%.

Berikut contoh pasar monopsoni secara sederhana, antara lain:

  • suatu produsen yang memproduksi produk makanan dan juga minuman dengan bahan baku coklat melakukan pembelian biji coklat dari berbagai perkebunan.
  • Suatu peternak sapi perah yang memproduksi susu sapi hanya bisa menjual hasil susu sapi perahnya kepada satu pembeli saja karena di kawasan tersebut cuma ada satu pembeli saja.

Ciri-ciri dalam Pasar Monopsoni

Pasar monopsoni
Source: Iumix2004 via pixabay.com

Tidak semua pasar bisa disebut dengan pasar monopsoni, meskipun di dalamnya hanya ada satu pembeli yang tampak memonopoli jual beli. Setidaknya harus ada sejumlah ciri-ciri yang ada hingga suatu pasar disebut monopsoni. Berikut diantaranya.

Ketidakseimbangan Jumlah Antara Pembeli dan Penjual 

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, jika dalam suatu pasar monopsoni, umumnya jumlah penjual cukup banyak akan tetapi hanya ada sedikit pembeli, satu atau lebih. 

Barang yang Diperjualbelikan Umumnya Barang Mentah (Baku)

Satu hal yang cukup umum dalam jenis pasar ini adalah barang yang diperdagangkan adalah bahan baku mentah. Barang inilah yang kemudian akan jual atau diolah kembali oleh pembeli tersebut. Kebanyakan, pembeli yang melakukan pembelian merupakan pedagang ataupun produsen, bukannya konsumen langsung.

Pembeli dapat Mempengaruhi Harga 

Jumlah pembeli yang terbatas dalam sistem pasar monopsoni, mengakibatkan mereka bisa mempengaruhi harga barang. Umumnya karena sulitnya mencari pembeli lain, penjual akan memberikan barang dagangannya meski ditawar dengan harga murah oleh pembeli. Dalam praktiknya saat ini, umumnya ada sebuah syarat dan ketentuan yang berlaku agar pembeli tidak seenaknya saja dalam menawar harga yang jelas-jelas dapat merugikan penjual.

Pendapatan yang Tidak Merata

Terjadinya ketidakmerataan pendapatan ini dikarenakan pembeli yang bisa mempengaruhi harga barang. Sementara, penjual tidak bisa mematok harga sesuai keinginan karena mereka merasa cukup kesulitan untuk mendapatkan pembeli yang lain. Pendapatan yang diperoleh para pelaku pasar monopsoni ini akan terjadi ketimpangan atau berat sebelah sebab kekuasaan yang kurang merata. 

Kerap Terjadi Perselisihan

Ciri-ciri lainnya dari jenis pasar monopsoni ini adalah kerapnya terjadi perselisihan antara penjual dan pembeli. Hal tersebut bisa saja terjadi, karena pemberian harga dari pembeli tak sesuai dengan apa yang penjual harapkan.

Umumnya untuk bisa mengatasi kondisi ini, sangat dibutuhkan kehadiran pihak ketiga sebagai penengah. Dalam hal ini adalah pemerintah sebagai regulator. Pemerintah yang kemudian bertugas membuat peraturan, lalu mengatur ketentuan besaran harga agar bisa memberikan keuntungan pada kedua belah pihak yang bertransaksi.

Demikian tadi informasi menarik tentang pasar monopsoni yang ternyata memiliki dampak yang buruk bagi salah satu pihak yang bertransaksi. Jenis-jenis pasar ini sebetulnya sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Misalnya dalam kegiatan pertanian, perkebunan, perikanan dan sejenisnya.

Hadir dalam ukuran kecil yang praktis, bebas asap dan bau, kantong nikotin VELO menawarkan cara seru yang asyik buat menikmati produk nikotin. Cuma tinggal diselipkan saja di antara bibir dan gusi atas, rasa hangat VELO yang menggelitik akan menyebar dan memberikan sensasi unik.

Cocok buat dinikmati di saat senggang maupun beraktivitas padat, seperti ketemu klien, berenang, hangout dan aktivitas seru lainnya. Perhatikan bahwa produk nikotin ini hanya untuk pengguna produk nikotin dewasa yang sudah berusia minimal 18 tahun. Bukan wanita hamil maupun menyusui. Produk ini bisa menyebabkan ketergantungan.

Related Articles

Leave a Reply