Deretan Motif Vintage untuk Penampilan yang Paripurna

Perkembangan dunia fesyen juga menuntut kita untuk terus up-to-date dengan tren yang ada. Salah satunya adalah mengenali motif vintage. Salah satu mode berpakaian yang sudah ada sejak tahun 1920-an dan bertahan hingga sekarang. Bahkan, banyak kreativitas baru tertuai dari tren vintage ini.

Motif yang ada pada pakaian vintage sebenarnya juga tidak jauh-jauh dari bunga-bunga segar, motif bergaris vertikal dengan perbedaan warna, sentuhan polkadot yang lucu, hingga kotak-kotak dengan garis yang tegas. Keragaman motif ini akan terpadu manis bersama warna-warna pastel yang lembut.

Dalam tulisan yang ringkas namun lugas ini, kami ingin membagikan rincian motif yang sudah disebutkan tadi: floral, garis-garis, polkadot, dan kotak-kotak. Seperti apa gaya dan padu padannya? Simak terus.

Motif Vintage untuk Gaya Berpakaian Sehari-hari

Floral

Motif pertama datang dari kekayaan alam yang ada di sekitar kita. Keindahan bunga, salah satunya. Motif bunga ini menjadi hal yang cukup populer dan familiar di kalangan pecinta fesyen vintage style. Banyak sekali model pakaian yang mengadopsi gambar bunga dan dedaunan yang dibuat harmonis.

Khusus untuk kaum wanita, motif floral merupakan simbol anggun dan penuh kelembutan. Maka tidak heran, jika pada masa kejayaannya (1920-1980an), motif floral menjadi simbol status sosial yang cukup dipandang kala itu. Terutama bagi masyarakat Asia yang cukup dekat dengan simbol kekayaan alamnya.

Sedangkan baru-baru ini juga muncul tren yang menjadikan motif floral sebagai salah satu mode berpakaian untuk kondisi santai, layaknya di pantai. Banyak kemeja pria dengan bahan kain tipis untuk kondisi penuh angin di tepi pantai.

Cocok untuk liburan bersama kawan-kawan sambil mengistirahatkan pikiran. Apalagi jika ditemani rokok dan topik ngobrol yang seru. Apabila kamu tidak merokok, tetap bisa kok menikmati momen itu. Yakni dengan kantong VELO, kantong nikotin yang dapat dinikmati siapa saja (18 th ke atas) hanya dengan menyelipkannya di sela-sela gusi atas.

Garis-garis

Kembali ke motif vintage style yang juga populer di kalangan pecinta mode busana. Kali ini ada motif bergaris yang cukup klop apabila disandingkan dengan warna-warna pastel yang tak terlalu mencolok. Berbeda dengan motif floral yang pas-pas saja apabila disandingkan dengan warna terang.

Biasanya, motif bergaris ini bisa vertikal maupun horizontal. Tergantung selera saja. Namun untuk kemeja, kebanyakan motifnya vertikal agar terlihat formal. Sedangkan, untuk kaos, biasanya dibuat motif horizontal. Warnanya beragam, ada yang monokrom, ada pula yang earth tone (army, cokelat).

Polkadot

Satu lagi motif yang tidak lekang oleh waktu: polkadot. Motif bulat-bulat lucu yang selalu menyita perhatian tiap insan ketika melihatnya. Akan lebih afdol lagi, jika motif ini dipadukan bersama warna-warna pastel yang nyaman di mata. Agar pandangannya tak terlalu menyala.

Dulunya, motif bintik-bintik ini menyimbolkan wabah cacar yang kala itu menyerang. Justru sekarang, motif ini begitu diminati dan bahkan tetap nyaman dipakai untuk acara formal. Banyak setelan jas, jaket, hingga kemeja yang mengadopsi motif polkadot ini.

Kotak-kotak

Last but not least, ada motif yang kerap kali kita jumpai akhir-akhir ini: kotak-kotak. Motif yang tidak hanya bagus untuk pakaian, namun juga dekorasi interior seperti bed cover. Motif kotak-kotak vintage ini cukup aman untuk dikenakan dalam acara kasual, seperti hangout ataupun pergi kantor (bagi yang kantornya tidak formal dalam berpakaian).

Kemeja kotak-kotak juga sangat klop jika dipadukan dengan celana chinos beserta sepatu sneakers warna monokrom. Ditambah dengan gaya kemeja yang dimasukkan ke celana, lalu ditutup dengan gesper kulit warna cokelat yang menyegarkan mata.

Nah, itulah tadi sederet motif vintage yang berkembang hingga saat ini. Kamu dapat menjumpai motif-motif ini dalam busana saat ini, baik atasan maupun bawahan. Silakan padu-padankan sesuai dengan selera dan kecocokan masing-masing. Selamat bereksplorasi, yaa~

Ifan Prasya
Karena belajar bisa dari mana aja.

Related Articles

Leave a Reply