8 Rekomendasi Motif Batik Original Untuk Tema Outfit Antik

Pasca inisiasi batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi oleh UNESCO pada tahun 2009, industri pembatikan di Indonesia kian berkembang pesat. Pelbagai macam corak khas dengan kombinasi warna yang beragam turut memperkaya khazanah motif batik Indonesia.

Setiap daerah di penjuru negeri mempunyai motif batik khasnya masing-masing. Pun, beberapa diantaranya sudah berkesempatan unjuk muka di berbagai ajang fesyen dunia dan berhasil meraih sejumlah penghargaan. Keistimewaan batik sebagai sebuah mahakarya memang patut diapresiasi.

Berikut 8 rekomendasi motif batik original yang paling cocok untuk tema outfit antik!

1. Batik Malangan (Malang)

motif batik
Source: Batik Shuniyya

Batik Malangan berasal dari Malang, Jawa Timur. Kendati tidak sepopuler batik khas Jogja atau Solo, batik Malangan memiliki corak yang sangat indah. Tidak diketahui pasti sejak kapan batik Malangan ini mulai diciptakan. Sejauh ini, catatan sejarah yang ada lebih banyak menyinggung perihal upacara tradisional pada abad ke-19.

Disebutkan bahwa dalam aktivitas tersebut kaum pria dan wanita mengenakan kostum yang terdiri dari medhang koro (hiasan kepala), udeng, dan sewek bermotif sidomukti. Motif sidomukti adalah salah satu motif batik Malangan.

Ciri khas batik Malangan bisa dilihat dari pola-pola candi seperti Candi Badut, candi peninggalan kerajaan Kanjuruhan (760 M), isen-isen bermotif Tugu Malang dengan rambut singa putih yang merepresentasikan Kabupaten Malang. Ciri khas lainnya berupa boket di pinggiran kain yang biasanya berhias tiga buah sulur bunga teratai yang menyambung seperti rantai.

2. Batik Mega Mendung (Cirebon)

motif batik
Source: Graha Batik

Batik mega mendung dari Cirebon adalah salah satu motif batik yang paling mencuri perhatian di antara batik-batik Indonesia lainnya. Tidak seperti motif batik kebanyakan, pola-pola berbentuk awan dengan komposisi warna dasar biru dan merah membuat batik ini sangat berbeda. 

Batik mega mendung memiliki sejarah yang menarik. Motif batik ini berasal dari kombinasi sentuhan gaya Tionghoa dan Cirebon, seperti yang disinggung dalam sebuah sumber literatur sejarah.

Disebutkan bahwa pernikahan Sunan Gunung Jati dengan Ratu Ong Tien dari Tiongkok menjadi gerbang masuknya budaya dan tradisi Tionghoa ke keraton Cirebon. Di kemudian hari para pembatik keraton mulai menuangkan sentuhan ala Tionghoa dalam motif batik yang mereka buat, namun dengan ciri khas Cirebon.

3. Batik Sidoasih (Yogyakarta/Solo)

motif batik
Source: Lelawa Batik

Dalam kebudayaan Jawa, batik sidoasih digunakan ketika merayakan momen pernikahan, dimana motif batik ini dipakai sebagai kostum utama saat malam pengantin. Motif ini mengandung makna filosofi yang menggambarkan harapan kepada pasangan pengantin dalam menjalani kehidupan barunya agar berjalan harmonis, penuh cinta dan kasih sayang.

Ada dua jenis motif yang berbeda, yaitu motif sidoasih khas Keraton Surakarta dan motif sidoasih dari Yogyakarta. Keduanya sama-sama menggunakan corak floral, yang menjadi ciri pembedanya adalah bentuk pola yang dituangkan.

4. Batik Tambal

motif batik
Source: Ubatik

Dalam khazanah batik Nusantara, ada satu jenis motif yang dirancang dari kombinasi motif-motif berbeda, motif ini dikenal sebagai batik tambal. Batik tambal terdiri dari pola-pola geometris—umumnya berbentuk susunan persegi—yang ditata secara estetik hingga tampak indah dengan motif tambalannya.

Hingga kini, ada berbagai jenis batik tambal berbeda dari berbagai daerah. Namun, beberapa sumber menyebutkan bahwa batik ini awalnya berasal dari Yogyakarta yang tersohor sebagai Kota Batik.

5. Batik Batanghari (Jambi)

motif batik
Source: Batik Jambi Berkah

Selain Yogyakarta, Kota Jambi dan umumnya Provinsi Jambi juga tidak kalah dalam menyumbang daya kreativitasnya untuk memperkaya keragaman motif batik Indonesia. Salah satu motif batik asal Jambi yang menarik perhatian adalah batik batanghari.

Batanghari adalah nama sungai terpanjang di Jambi yang mengandung nilai historis penting. Sungai ini juga merupakan salah satu ikon kebanggan Jambi. Sejak lama, Sungai Batanghari berperan sebagai penunjang roda perekonomian masyarakat Jambi, hingga akhirnya menginspirasi orang-orang untuk membuat motif batik yang merepresentasikan sungai ini.

6. Batik Pisan Bali (Bali)

Source: Graha Batik

Bagi masyarakat Bali, tanaman pisang merupakan tanaman sakral yang perlu diapresiasi dan dihargai. Sebagaimana buah dari pohon ini pun selalu digunakan dalam perlengkapan banten (sesaji) dalam persembahan. Salah satu bentuk apresiasi tersebut diabadikan dalam batik pisan bali.

7. Batik Sembagi (Lampung)

Source: kainbatikbagus.com

Di Provinsi Lampung terdapat beragam motif batik yang berasal dari berbagai daerahnya, terutama kabupaten/kota. Motif-motif populer asal Lampung diantaranya adalah motif siger, kupu-kupu, gamolan, perahu, dan juga motif sembagi.

Motif sembagi biasa digunakan pada upacara adat Lampung Pepadun, seperti dalam upacara Cakak Pepadun atau pernikahan adat. Motif ini mengandung corak bunga kopi, yang merupakan salah satu tanaman komoditas terbesar dari Lampung.

8. Batik Mandau (Kalimantan)

Source: Casing Batik Kalimantan

Kita mengenal Mandau sebagai senjata tradisional suku Dayak di Kalimantan. Tak bisa dipungkiri jika Mandau sudah menjadi bagian dari jati diri mereka. Dibalik semua legenda dan fungsi mematikannya, senjata ini juga mengilhami terciptanya salah satu motif batik khas Kalimantan, yaitu batik mandau. Motif batik ini tergolong motif rumit yang didominasi warna-warna kontras.

Simak juga informasi lain terkait batik Indonesia dan kisah-kisah sejarahnya yang menarik. Bersama VELO, kantong nikotin pertama di Indonesia yang ditujukan untuk kamu yang sudah 18 tahun ke atas dan pengguna produk yang mengandung nikotin, bukan perempuan hamil atau menyusui, menikmati sensasi nikotin jadi lebih mudah dan praktis! Tanpa asap, bebas tembakau, tinggal pop, set & go!

Berbagai varian rasanya bisa kamu pilih sesuai selera. Selain itu, VELO bisa dinikmati dengan nyaman kapan saja dan dimana saja tanpa khawatir mengganggu orang lain.

Henki Taher
For the last few years, Hengky living as a digital nomad and currently settled in Denpasar. As a writer, he is interested in a certain topic such as pseudoscience, culture, art, and lifestyle.

Related Articles

Leave a Reply