Mengenal Model Kepemimpinan Organisasi dan Perusahaan

Model kepemimpinan sebenarnya cukup dekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, kampus, kantor, hingga masyarakat luas. Semua dapat ditemukan pola sehingga muncullah model-model yang bisa diterapkan.

Saking banyaknya ragam karakter orang yang hidup di masyarakat, semakin banyak pula model yang perlu diaplikasikan. Tidak semua model ini bisa diterapkan ke semua lingkungan. Karena pasti ada yang tidak cocok dengan gaya kepemimpinan tertentu. Apalagi dengan perbedaan zaman dan generasi yang sangat kentara seperti sekarang ini.

Dalam tulisan yang ringkas dan jelas ini, kami akan mencoba menjelaskan apa itu model kepemimpinan, lalu apa saja jenis-jenisnya yang dapat kita temukan dalam kehidupan sehari-hari. Yuk langsung simak saja ulasannya di bawah ini.

Apa itu Model Kepemimpinan?

Sebelum masuk ke model, kita coba pahami dulu apa itu kepemimpinan. Kepemimpinan ialah pengaruh yang diberikan oleh seorang pemimpin kepada orang-orang di sekitarnya. Pengaruh ini bisa dikomunikasikan secara langsung, maupun dirasakan secara tidak langsung melalui kharisma yang dipancarkan oleh sang pemimpin.

Intinya, bagaimana cara kita untuk mempengaruhi orang lain dalam rangka menyatukan visi dan misi untuk mencapai tujuan bersama yang telah disepakati. Sedangkan, model kepemimpinan adalah gaya-gaya yang dipakai untuk untuk menjalankan kepemimpinan tersebut. Ada yang formal, santai, kharismatik, dan lain sebagainya.

Jenis-jenis Model Kepemimpinan dalam Organisasi & Perusahaan

Jika dipelajari secara teoritis, ada banyak sekali model atau gaya kepemimpinan yang bisa dijalankan dalam sebuah organisasi dan perusahaan. Di antaranya ada transformasional, transaksional, autokratis, demokratis, laissez-faire, hingga kharismatik. Berikut ulasan selengkapnya.

Transformasional

Gaya ini lebih cenderung pada bagaimana kita menjalin hubungan bersama orang yang akan diajak jalan bersama. Caranya melalui beberapa usaha, di antaranya perhatian, komunikasi, rasa hormat, dan risiko. Faktor-faktor inilah yang akan dioptimalkan untuk mengajak orang lain dapat bekerja sama dalam satu frekuensi yang sama.

Ciri-cirinya, ada kredibilitas yang dapat dipancarkan oleh sang pemimpin organisasi. Juga, semua pihak mendapat kesempatan yang sama untuk memberi masukan kepada organisasi agar dapat berjalan beriringan. Dan ada pula sifat kekeluargaan yang kental dan komunikasi dua arah yang saling terbuka, baik itu pemimpin maupun anggota.

Transaksional

Gaya kepemimpinan satu ini cenderung berjalan satu arah. Biasanya, role model atau pemimpin yang ada dalam organisasi atau perusahaan akan memberikan arahan terlebih dulu. Mereka memiliki kekuasaan yang cukup tinggi dan kuat, serta dapat mempengaruhi anggotanya melalui gaya kepemimpinan yang disiplin.

Biasanya, dalam menjalankan visi dan misi, akan ada hadiah untuk pencapaian yang berhasil. Pun sebaliknya, jika ada pelanggaran, akan ada hukuman yang sepadan. Cenderung mengandalkan transaksi untung-rugi untuk mencapai sebuah hasil yang diinginkan. Tidak ada usaha untuk menjalin hubungan dengan dua arah.

Autokratis

Mirip-mirip dengan transaksional, gaya ini biasanya memiliki kepemimpinan yang satu arah. Semuanya wajib menaati peraturan yang sudah dibuat oleh petinggi organisasi. Gaya disiplin ini cukup dikenal dalam bidang militer. Nilai-nilai utama biasanya sudah terpatri dalam visi dan misi organisasi. Anggota tinggal menaati aturan dan arahan dari pemimpin.

Demokratis

Gaya kepemimpinan demokratis jauh lebih fleksibel. Seorang pemimpin dalam gaya ini akan meminta anggota-anggotanya untuk ikut berpartisipasi dalam berjalannya organisasi. Terutama saat pengambilan keputusan yang membutuhkan banyak pemikiran dari berbagai sudut pandang.

Laissez-Faire

Gaya kepemimpinan yang satu ini juga mirip-mirip dengan gaya demokratis. Anggota akan diminta untuk lebih aktif dalam berkontribusi di organisasi. Biasanya tidak ada kesenjangan antara pemimpin dan anggota. Komunikasi bisa terjadi dua arah untuk saling bertukar pikiran atau bahkan keluh kesah yang dialami.

Kharismatik

Gaya kepemimpinan yang satu ini mengandalkan kharisma dari pemimpin yang ada dalam organisasi. Tanpa menyuruh pun, biasanya anggota sudah melakukan apa yang seharusnya dilakukan. Pesan-pesan emosional sudah terpancar dari tatapan mata, hingga cara berbicara dan berperilaku dalam kehidupan sehari-hari.

Nah, itu dia tadi beberapa jenis gaya atau model kepemimpinan yang dapat kita lihat dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan sekadar di tongkrongan pun pasti ada satu orang yang memiliki jiwa kepemimpinan tersebut. Dan kamu juga dapat menilai, gaya mana yang orang tersebut punya.

Bicara soal tongkrongan, pasti tujuan kita ke sana adalah untuk menyegarkan pikiran. Melepas penat dari kesibukan kerja untuk dialihkan ke aktivitas haha-hihi bersama teman hingga lupa waktu. Bisa sambil ngopi, atau yang paling sering adalah menyalakan sebatang rokok sebagai pengiring obrolan.

Namun jika kamu tidak merokok, ada alternatif lain yakni kantong VELO. Kantong nikotin mungil yang bisa diselipkan di sela-sela gusi atas dan dinikmati selama 20-30 menit sambil melakukan aktivitas apapun, di mana pun, kapan saja. Tanpa ketahuan oleh siapa pun. VELO ini khusus untuk usia 18 tahun ke atas, dan bukan ibu hamil.

Ifan Prasya
Karena belajar bisa dari mana aja.

Related Articles

Leave a Reply