Museum Bahari Jogja: Merasakan Sejarah Maritim Indonesia

Kalian tentu pernah mendengar sepenggal lagu “nenek moyangku seorang pelaut” bukan? Ternyata hal itu benar adanya, karena Indonesia dikenal sebagai negara maritim yang kepulauannya dikelilingi oleh lautan. Maka dari itu, ada yang bilang kalau Indonesia bukanlah kepulauan yang dikelilingi laut, tetapi lautlah yang mengelilingi Indonesia. Sejarah ini dibuktikan pada museum bahari jogja.

Indonesia menjadi negara dengan kepulauan terbesar di dunia dengan total pulau besar dan kecil. Jumlahnya mencapai 19.499 terbentang dari Sabang hingga Merauke. 

Selain itu, ada sejarah yang membuktikan bahwa negara Indonesia terkenal dengan kemaritimannya. Sejarah tersebut berasal dari kerajaan Sriwijaya yang menguasai dunia maritim terbesar di Asia Tenggara. 

Melihat bukti sejarah tersebut membuat kita sebagai bangsa Indonesia bangga sekaligus berusaha untuk menjaga kelautan beserta potensinya. Jika kamu ingin lebih banyak mengetahui tentang kemaritiman Nusantara, kamu dapat mengunjungi Museum Bahari Jogja. 

Sejarah Museum Bahari Jogja 

Museum Bahari di Yogyakarta dapat kamu kunjungi di Jalan R.E Martadinata Nomor 69 Wirobrajan. Museum ini tidak jauh dari kota kok, kira-kira dua kilometer dari titik nol kilometer. Selain itu, museum ini dapat diakses dengan kendaraan apa saja. 

Museum ini berdiri atas permintaan Laksamana Madya TNI bernama Yosafat Didik Heru Purnomo karena terlalu cinta dengan kelautan. Sejak resmi berdiri sebagai museum pada tahun 2009, museum ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan edukasi tentang kemaritiman bagi generasi muda. 

Harapannya, dengan didirikannya sarana belajar mengenai sejarah maritim di Indonesia dapat menginspirasi generasi muda untuk memanfaatkan potensi kelautan yang melimpah, hal tersebut lah yang menjadi alasan didirikannya museum ini. 

Koleksi Museum Bahari di Jogja 

Saat kamu berkunjung ke Jogja, sempatkan sejenak untuk mampir ke museum ini untuk mendapatkan pengetahuan mengenai sejarah maritim. Museum Bahari ini memiliki empat bagian yang dapat di eksplor, antara lain terdapat ruang koleksi di lantai 1 dan 2, ruang anjungan kapal dan ruang audiovisual. 

Sebagian besar koleksi yang ada di museum ini merupakan koleksi pribadi dari Laksamana Madya TNI, Yosafat Didi loh, selaku inisiator dari museum ini. Sedangkan sebagian koleksi lainnya diberikan dari hibah banyak pihak, salah satunya dari Museum Bahari di Surabaya. 

Koleksi yang dipamerkan di museum ini pun beragam, misalnya saja ada senjata meriam, miniatur dari barang yang ada di kapal perang, senjata meriam dan kelengkapan yang digunakan oleh TNI. Koleksi tersebut dapat ditemukan pada ruang koleksi di lantai 1 dan 2 ya. 

Tidak hanya koleksi nya saja yang memiliki sejarah penting, namun kamu juga dapat melihat film dokumentasi di ruang audiovisual. Dengan melihat film dokumentasi tersebut, kamu dapat membayangkan betapa hebatnya dunia kelautan, termasuk bagaimana TNI Angkatan Laut berusaha keras menjaga kelautan di Indonesia. 

Selanjutnya, ruang lainnya yang menarik yaitu anjungan kapal yang letaknya ada di atas ruang audio visual. Suasananya benar-benar seperti sedang di atas kapal, kamu akan melihat ruang kendali kapal yang di replika sedemikian rupa agar mirip dengan yang asli. 

Kamu tidak perlu mengeluarkan biaya yang besar untuk mengetahui sejarah maritim, hanya dengan Rp. 2.000 saja kamu sudah tahu tentang banyak hal. Museum ini dibuka untuk umum dari hari Selasa hingga Minggu dari jam 8.30-15.30. 

Walaupun bangsa ini sudah merdeka, namun cobalah untuk mencari tahu berbagai macam sejarah di museum yang ada di kota terdekat sebagai salah satu penghormatan kita kepada pahlawan yang gugur. 

Frista Kurniasari
Talented professional good multitasking, organizational and verbal and written communication skills. Expertise includes writing content on topics such as Lifestyle, Humanity, Education and Travel.

Related Articles

Leave a Reply