Mengulik Sejarah Sepeda Jengki, Pernah Populer di Indonesia!

Pernahkah kamu mendengar tentang sepeda jengki sebelumnya? Sepeda yang telah digunakan di seluruh dunia ini memiliki asal usul yang unik. Meski sebagian dari kalian asing dengan nama “jengki” ternyata kata tersebut berasal dari Bahasa Inggris “yankee”, loh yang memiliki arti orang baru. 

Setelah era Kemerdakaan di Indonesia, kata jengki umum digunakan untuk hal-hal yang asing, misalnya seperti celana jengki dan rumah jengki. 

Namun, ada juga sebagian orang yang melewati masa-masa setelah kemerdekaan, sekitar tahun 1970-an merasa kata jengki berkaitan dengan sepeda yang diproduksi oleh Cina. Ternyata, hal ini dikaitkan dengan banyaknya merek sepeda dari Cina yang masuk ke Indonesia sejak tahun 1970 hingga 2000.  

Jadi, sebenarnya sepeda bernama jengki ini berasal dari mana? Nah, agar kalian mendapatkan pemahaman tentang sepeda ini, simak sejarah dan model sepeda jenis jengki berikut ini! 

Sejarah Sepeda Jengki 

Jauh sebelum sepeda ini diproduksi di Cina dan masuk ke Indonesia, sepeda ini dikenal dengan roadster bike. Kemunculannya pertama kali pada awal abad ke-20 hingga setelah Perang Dunia ke II berakhir, sepeda roadster sudah digunakan di Kerajaan Inggris.  

Walaupun sudah ada transportasi lain seperti motor dan mobil, sepeda roadster tetap jadi transportasi yang digunakan di Inggris dengan merek Rover Bicycle yang menjadi pelopor dari sepeda jengki ini. Gak tanggung-tanggung, Rover berani mengeluarkan 17 jenis sepeda dengan jenis road bike! 

Kamu tahu nggak kenapa sepeda roadster sukses besar hingga bisa masuk ke Indonesia? Itu karena Rover memberikan perhatian terhadap wanita, mereka bahkan mengeluarkan jenis sepeda khusus sebanyak 7 jenis untuk wanita. Rover mengawali gerakan positif sejak tahun 1911, dimana belum ada permasalahan gender dalam bersepeda.  

Rover menggunakan konsep step through frame bernama Lady’s Rover dengan ciri khas top tube melengkung ke bawah mengikuti downtube nya. Hal itu dilakukan karena akan mempermudah wanita yang mengenakan gaun atau rok panjang tetap nyaman saat menggunakan sepeda cewek ini.

Bayangkan saja, Rover saja memperhatikan segi kenyamanan bagi wanita, apalagi bagi pria? Mereka merasakan kelincahan saat berkendara dengan sepeda ini. 

Penyebab Sepeda Jengki Populer 

Konsep yang dipelopori oleh Rover Bicycle di Inggris pada saat itu telah menginspirasi perusahaan sepeda lainnya untuk memproduksi sepeda roadster, salah satunya adalah perusahaan merek Phoenix dari China. 

Cina dengan sigap melihat peluang populernya sepeda roadster di Inggris dan negara lainnya, dan langsung memproduksi kemudian masuk ke Indonesia pada tahun 1970-an. Sejak itu, Phoenix menjadi salah satu sepeda merek Cina paling terkenal di Indonesia, dengan harga murah dan pilihannya yang beragam. Bahkan, Cina berhasil menguasai market global di dunia. 

Setelah 10 tahun sejak kemunculan sepeda merk Phoenix ke Indonesia, pada tahun 1980, telah muncul banyak modifikator menambahkan sepeda goyang. Para modifikator memberi engsel di bagian tengah frame hingga saat dikendarai sengaja terasa tidak stabil. Hal ini dibuat mirip dengan sepeda lipat yang tidak terkunci.  

Biasanya, sepeda ini digunakan di pertunjukan akrobat, dan kamu harus memiliki keseimbangan yang bagus agar tidak terjatuh.  

Tapi sayang, popularitas sepeda ini harus meredup seiring berkembangnya teknologi transportasi motor dan mobil hingga membuat sepeda ini menjadi langka. Tetapi, ada salah satu komunitas dari Tulungagung bernama Onthel Jengki Tulungagung yang masih merawat sepeda ini dengan baik, loh dan menjadi satu-satunya komunitas di indonesia. 

Frista Kurniasari
Talented professional good multitasking, organizational and verbal and written communication skills. Expertise includes writing content on topics such as Lifestyle, Humanity, Education and Travel.

Related Articles

Leave a Reply