Alasan Kenapa Derajat Mata Angin dan Cara Menghitungnya

Arah mata angin terdiri dari empat derajat arah mata angin utama sebagai titik mata angin yaitu arah utara, timur, selatan, dan barat. Biasanya, arah tersebut disimbolkan dengan inisial N (north), E (east), S (south), dan W (west) di kompas atau di peta.

Timur dan barat tegak lurus pada sudut siku-siku dengan utara dan selatan. Sedangkan timur akan searah dengan jarum jam dari arah utara dan barat yang berhadapan langsung dengan timur. Titik-titik di antara arah mata angin inilah membentuk titik di kompas.

Setelah itu, ada arah antar kardinal juga disebut arah tengah dan ordinal, yaitu terdiri dari arah timur laut (NE), tenggara (SE), barat daya (SW) dan barat laut (NW). Arah tengah dari setiap rangkaian arah antara kardinal dan mata angin disebut juga arah antara kardinal sekunder meliputi delapan titik terpendek di kompas yang menunjukan arah ke kanan.

Walaupun jumlah mata angin ada 4, namun jika digabungkan dengan arah mata angin primer, sekunder, dan tersier akan berjumlah 16 arah yang memiliki derajat mata angin sebagai penentunya. Untuk mengetahui mengenai perhitungannya, simak di penjelasan singkat berikut ini ya!

Derajat Mata Angin dan Perhitungannya

Saat menjelaskan arah mata angin, kompas lebih mudah dipahami daripada dengan derajat. Ahli meteorologi menggunakan titik kompas dalam meramal cuaca, karena akan lebih mudah bagi orang untuk memvisualisasikan dan mengingatnya. Misalnya saja, ahli meteorologi akan memberi informasi bahwa akan ada badai yang bertiup dari arah barat.

Walaupun arah kompas lebih mudah, namun memahami data derajat mata angin juga diperlukan.

Jadi, di dalam kompas ada 16 arah mata angin yang dibagi masing-masing menjadi 22,5º yang berpusat pada titik kompas.

Salah satu tips yang bisa digunakan jika kamu menggunakan 8 arah mata angin, kamu harus membagi 45º bukan 22,5º.

Karena, utara pada kompas digambarkan dengan 0º atau 360º yang mengharuskan kita menggunakan 2 data. Berarti, jika ada 16 arah mata angin, kita membutuhkan 17 derajat mata angin termasuk utara di derajat pertama dan utara di bagian akhir. Tabel berikut menunjukan 17 nilai dengan 16 arah mata angin yang berbeda.

Utara – 0º

Utara Timur Bahari – 22,5º

Timur Bahari – 45º

Timur Timur Bahari – 67,5º

Timur 90º

Timur Menenggara – 112,5º

Tenggara – 135º

Selatan Menenggara – 157,5º

Selatan – 180º

Selatan Barat Daya – 202º

Barat Daya – 225º

Barat Barat Daya – 247,5º

Barat – 270º

Barat Barat Bahari – 292,5º

Barat Bahari – 315º

Utara Barat Bahari – 337,5º

Utara – 360º

Walaupun sudah ada bantuan handphone atau maps yang menyelamatkan kamu saat tersesat atau salah jalan, namun tidak ada salahnya belajar menggunakan arah mata angin.

Dengan mengetahui cara menghitung derajat mata angin, kamu akan lebih memahami bagaimana menentukan arah baik dengan kompas ataupun perhitungan. Tentunya, kamu tidak ingin terjebak di suatu tempat yang tidak ada sinyal dan harus mencari jalan yang benar bukan?

Saat sedang berada di alam bebas, kamu jangan bersikap panik. Tetaplah tenang dan menerapkan kemampuan menggunakan kompas. Tidak ada salahnya untuk membawa VELO berpetualang bersama kamu, karena mudah dibawa-bawa, VELO juga akan memberikan sensasi unik dalam kondisi panik sekalipun. Tapi, perlu diingat kembali bahwa VELO hanya dapat dikonsumsi saat kamu berusia di atas 18 tahun karena dapat memberi efek kecanduan.

Frista Kurniasari
Talented professional good multitasking, organizational and verbal and written communication skills. Expertise includes writing content on topics such as Lifestyle, Humanity, Education and Travel.

Related Articles

Leave a Reply