Mengenal Sejarah dan Pengertian Alat Musik Harpa

Tentunya banyak yang sudah tidak asing dengan alat musik instrumen, melodis, tradisional atau ritmis yang sudah menjadi identitas dari masing-masing negara di dunia. Tapi, pernahkah kamu mendengar tentang alat musik harpa sebelumnya? Biasanya alat musik ini dimainkan bersamaan dengan orkestra simfoni, suara vokal, atau dengan jazz bass dan drum. 

Dalam bahasa Inggris, harpa dikenal dengan nama harp yang merupakan alat musik dengan ciri khas senar. Senar pada harpa harus dipetik terlebih dahulu baru dapat mengeluarkan bunyi. Alat musik harpa terlihat seperti alat musik tradisional yang berasal dari Sunda, atau dikenal dengan alat musik Kecapi. 

Kamu dapat memainkan harpa dengan tangan, ataupun kaki. Alat musik ini memiliki tiga bagian penting yaitu papan suara, leher dan senar. 

Tapi ada satu fakta menarik nih, tahukah kamu jika Harpa sering dipercayai sebagai alat musik yang dimainkan oleh dewa atau malaikat? Penasaran bagaimana sejarah alat musik harpa sehingga terkenal dengan mitos tersebut? Kenal lebih lanjut tentang harpa berikut ini. 

Sejarah Alat Musik Harpa 

Sudah sejak zaman Mesir Kuno atau 5.000 tahun lamanya. Fakta ini dibuktikan dengan ditemukannya gambar orang Mesir Kuno yang sedang memegang Harpa di dinding makam yang terletak di dekat sungai Nil. Sehingga, para ilmuwan menyatakan bahwa gambar tersebut diperkirakan berasal dari 3000 SM. Ternyata, harpa sudah ada sejak zaman dahulu kala ya! 

Harpa menyimbolkan tentang dewa ataupun malaikat bersayap yang memainkan alat musik ini.  Jika kamu berkunjung ke museum kuno, atau bangunan dengan arsitektur Eropa klasik, pasti kamu akan menemukan lukisan atau gambar malaikat yang memegang Harpa. 

Hal ini sudah menjawab pertanyaan kenapa harpa identik dengan alat musik malaikat. Sebab ketika harpa dimainkan, maka suara yang dihasilkan berupa petikan senar yang sangat indah. Oleh karena itulah, harpa juga digambarkan seperti suara malaikat yang indah. 

Perjalanan Perkembangan Musik Harpa 

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, harpa sudah dimainkan sejak zaman Mesir Kuno, yang berarti alat musik ini telah mengalami berbagai perkembangan hingga akhirnya dimainkan dengan cara yang lebih modern. 

Nah, agar lebih mengenal tentang alat musik harpa, simak perjalanan harpa dari tahun ke tahun berikut ini! 

1. Musik Harpa di Era Ancient Egypt (2500 SM) 

Untuk pertama kalinya, harpa ditemukan di Mesir Kuno sekitar 3000 SM. Bentuk harpa saat pertama ditemukan berbentuk seperti busur yang bersudut dan memiliki sedikit senar. Alat musik ini tidak memiliki kolom, sehingga senar yang dimiliki sangat sedikit. 

2. Irlandia Harpa (800 M) 

Alat musik Harpa sudah mengalami perkembangan saat ditemukan di Eropa Barat pada pertengahan abad ke 8 hingga 10 Masehi. Sehingga alat musik ini sudah memiliki kerangka harpa yang lebih modern dengan 10-11 senar. 

Harpa yang ditemukan di Irlandia ini menampilkan kotak suara berlubang, sehingga memperkuat suara instrumen. Ini juga termasuk modifikasi tiang depan yang melengkung, leher yang lebih kuat serta 30-36 senar kuningan. 

3. Harpa Diatonik (1800 M) 

Terjadi perbedaan antara Harpa yang berasal dari Benua Eropa dan Irlandia. Jika kamu amati, harpa Irlandia memiliki tulang depan yang lebih tipis dan tidak terlalu melengkung, lehernya lebih ramping dan melengkung ke atas untuk memenuhi ujung tiang. 

Sedangkan, harp diatonik sering disebut sebagai harpa Renaisans, biasanya memiliki jumlah senar sebanyak 24 dan dipasang di papan suara dengan brays (pasak kayu). Seiring berjalannya waktu, harpa melalui perkembangan kembali pada akhir abad ke-17. Pada abad ini, harpa memiliki badan yang kokoh dan pilar depan yang lebih lurus. 

4. Triple Strung Harp (1700 M) 

Jenis harpa lainnya ditemukan di Italia pada akhir abad ke-16 atau pada awal abad ke-17 yang dikenal dengan nama Harpa rangkap tiga (triple strung harps)

Pada penemuan ini, harpa yang ditemukan memiliki kecapi dengan untaian ganda, dilengkapi dua baris senar yang disetel secara strategis agar pada saat dimainkan dengan dua tangan akan lebih nyaman. 

Cara membunyikan senar pada harpa rangkai tiga ini dengan melewatkan satu jari di antara dua senar. Pemain harpa harus bisa mencapai nada kromatik yang sesuai pada baris senar lainnya. 

Harpa rangkai tiga memiliki tiga baris senar, dua baris terluar akan diatur ke skala diatonik yang sama pada baris dalam yang diatur ke seminada kromatik pada baris terluar. 

Hal tersebut dilakukan agar nada-nada yang dimainkan dapat diulang lebih cepat dan akan mudah dimainkan ketika nada digandakan untuk meningkatkan resonansi instrumen musik. 

5. Double Action Pedal Harp (1810 M) 

Pada tahun 1810 M, double action harpa atau harpa dengan pedal ganda dipatenkan. Tadinya, pedal yang berjumlah 7 dipatenkan menjadi dua. Sehingga, harpa ini disebut harpa dengan pedal ganda (2). 

Setiap pedal ditekan pertama kali, secara tidak langsung disk pada bagian atas akan berputar sebagian dan akan menahan senar. Hal ini dapat mempertajam seminada, sedangkan disk bagian bawah akan berputar sebagian tanpa menyentuh senar. 

Jika ingin mempertajam semitone lainnya, pedal akan lebih ditekan lagi sampai batas terendah, dan cakram bagian bawah diputar lebih jauh lagi untuk mencengkram senar. 

Walaupun masih membutuhkan perbaikan mekanis, sistem pada harpa pedal ganda masih digunakan sampai sekarang. Saat ini, kamu dapat menemui harpa dengan berbagai macam bentuk, karena harpa sudah melalui perkembangan serta perubahan dari zaman Mesir Kuno hingga harpa jenis elektrik. 

Frista Kurniasari
Talented professional good multitasking, organizational and verbal and written communication skills. Expertise includes writing content on topics such as Lifestyle, Humanity, Education and Travel.

Related Articles

Leave a Reply