Lukisan Abstrak: Mengenal Sejarah dan Karakteristiknya

Seni abstrak juga disebut dengan seni non objective atau senin non representasional seperti lukisan, seni pahat, atau seni grafis dimana penggambaran benda-benda dari dunia nyata hanya sedikit atau tidak berperan sama sekali di dalam seni tersebut. 

Sebagian besar seni terdiri dari elemen yang disebut abstrak, termasuk elemen bentuk, warna, garis, nada, dan tekstur. Hal ini sudah dilakukan sebelum abad ke-20, dimana elemen abstrak ini digunakan oleh seniman untuk mendeskripsikan, mengilustrasikan, atau menjelaskan dunia dan peradaban manusia. 

Secara kasat mata, lukisan abstrak memang tidak memiliki makna tertentu, namun ternyata ada elemen-elemen yang merepresentasikan filosofi tentang kehidupan. Sebelum melihat karya-karya dari lukisan abstrak, simak penjelasan mengenai sejarah dan karakteristik apa saja yang terkandung dalam seni abstrak berikut ini. 

Sejarah Lukisan Abstrak 

Diantara tanda-tanda awal penghuni gua prasejarah, kamu tahu nggak kalau di gua lah yang menjadi salah satu titik awal mula adanya goresan, garis dan cetakan tangan. Bahkan, di dalam gua pada zaman dahulu kala sudah meninggalkan jejak gambar yang ditinggalkan oleh nenek moyang kita. 

Salah satu gambar yang terkenal di zaman prasejarah dulu yaitu dengan menempelkan tangan di dinding, dan membiarkannya begitu saja sebagai tanda bahwa pernah ada yang menempati gua tersebut. 

Kebudayaan seni lukis berawal dari sebuah gua, tanpa kanvas dan warna mereka menggunakan media kapur, arang, atau goresan kayu untuk menggambar. Walaupun sulit untuk diterjemahkan apa maksudnya, gambar abstrak hasil perasaan nenek moyang kita saat itu, namun ternyata berpengaruh kepada perkembangan seni di masa depan. 

Awal Mula Lukisan Abstrak Di Masa Depan 

Perkembangan seni lukis berawal dari dalam gua, dimana orang-orang pada zaman dahulu mengutarakan perasaan dan lokasi keberadaannya melalui gambar sederhana. Siapa sangka, gambar tersebut menjadi cikal bakal yang mengawali objektivitas, pencitraan dan cerita di dalamnya. 

Sadarkah kamu bahwa gambar-gambar di gua merepresentasi pembentukan tulisan? Karena sebenarnya, huruf berasal dari simbol gambar yang disederhanakan. Sedangkan, pada masa ini, seni lukis digunakan sebagai media untuk mengutarakan ide, konsep, gambaran serta cerita. 

Jadi, tidak heran jika lukisan menjadi cara berkomunikasi seseorang tentang kehidupan yang dituangkan ke dalam seni abstrak. Sebenarnya, jika kamu amati lagi, apa yang dituangkan ke dalam sesuatu yang abstrak terlihat seperti sesuatu yang punya makna dalam. 

Karakteristik Seni Abstrak 

Abstrak bersangkut paut dengan estetika, sama seperti seni pada patung, yang lebih ditonjolkan bukan kualitas representasinya melainkan estetika dan makna yang terkandung. 

Misalnya saja, ada sebuah ilustrasi yang sangat sederhana, sebuah gambar tentang seorang pria yang buruk, namun ketika warnanya sangat indah akan tetap membuat kita terkesan sebagai gambar yang indah. Hal inilah yang dimaksudkan menggantikan kualitas representasi dari suatu gambar. 

Di sisi lain, lukisan sebuah rumah mungkin menunjukkan representasi yang sangat indah. Namun, dari segi skema warna dan komposisi umum sangat membosankan. Plato, seorang filosofis terkenal menyatakan bahwa gambar non naturalistik seperti lingkaran, kotak, segitiga dan sebagainya memiliki keindahan yang absolut dan tidak berubah. Demikian pula sebuah lukisan dapat diapresiasi hanya karena garis dan warnanya saja, tidak perlu menggambarkan objek atau pemandangan yang alami. 

Pelukis Perancis, ahli litografi dan ahli teori seni bernama Maurice Denis (1870-1943) juga memberikan pernyataan yang sama. Bahwa “gambar sebelum menjadi kuda perang, pada dasarnya hanyalah permukaan datar yang ditutupi dengan warna yang dirangkai dalam urutan tertentu”. 

Macam-macam Lukisan Abstrak 

Seni abstrak adalah istilah umum untuk sebuah lukisan atau patung yang tidak menggambarkan objek atau pemandangan yang tidak dapat dikenali. Berikut beberapa jenis seni abstrak yang harus kamu ketahui: 

1. Teknik Gerak Tubuh 

Teknik ini merupakan salah satu bentuk abstrak jenis ekspresionisme, dimana proses pembuatan lukisan menjadi lebih penting dari biasanya. Biasanya, pengaplikasian cat dilakukan dengan cara yang tidak biasa, sapuan kuas seringkali sangat longgar dan cepat. Salah satu seniman dengan teknik ini bernama Pollock, Kline dan De Kooning. Dengan melihat aksi lukisan lebih sebagai tarian dan mengutamakan gerak fisik, seniman dapat menciptakan seni abstrak yang mencerminkan emosi seniman. 

2. Block Color 

Seni abstrak selanjutnya bertemakan block colors, yang semakin populer melalui karya pelukis asal Amerika bernama Mark Rothko yang terkenal dengan lukisan “Color Field” dengan skala besar. Mark mengeksplorasi kandasnya dengan potensi psikologis dan dramatis yang berasal dari block colors. Proses ini berasal dari pengambilan warna yang berlawanan pada warna dan menggunakannya bersama-sama untuk menciptakan pola warna sebagai pelengkap. 

3. Soft Focus 

Dengan garis-garis buram dan blur, pelukis bernama Rothko menjadi pelopor seni soft focus dan menjadi inspirasi bagi pelukis di seluruh dunia. Gaya melukisnya telah berkembang selama bertahun-tahun dengan memasukan potongan-potongan tekstur. Dengan mengabaikan geometri tajam demi bentuk halus, karya-karya jenis soft focus biasanya mengaplikasikan lapisan cat secara lembut dan tipis, dengan gerakan setengah lingkaran untuk mendapatkan hasil yang lebih lembut. 

4. Marbling 

Kertas marmer adalah seni lukisan dengan menggunakan pewarna di atas air, dan mentransfer pola cat ke atas kertas. Seniman yang menggunakan jenis ini membuat lukisan dengan pola sisir. Salah satu seniman terkenal asal Jepang Kuno bernama Suminagashi menjadi pioner dalam seni abstrak marmer sejak abad ke 10. Menurutnya, hasil lukisan dengan teknik marmer itu unik, indah dan abstrak. 

Apakah kamu tertarik untuk mempelajari lebih lanjut mengenai seni abstrak? 

Frista Kurniasari
Talented professional good multitasking, organizational and verbal and written communication skills. Expertise includes writing content on topics such as Lifestyle, Humanity, Education and Travel.

Related Articles

Leave a Reply