Mengenal Pakaian Adat Bali Berdasarkan Fungsinya!

Bali sudah dikenal sebagai pulau yang memiliki berbagai macam harta karun. Mulai dari pakaian adat bali nya, pantai biru yang indah, budaya yang masih kental dan juga alam yang menyejukan.

Selain alam yang paling menjadi incaran wisatawan lokal dan internasional, tahukah kamu mengenai budaya yang ada di Bali? Salah satunya saja pakaian tradisional Bali yang selalu digunakan dalam berbagai upacara keagamaan.

Bali memiliki beragam jenis baju tradisional yang selalu dikenakan pada berbagai acara. Misalnya saja upacara keagamaan, upacara kematian dan upacara pernikahan. Tapi, tahukah kamu jika pakaian adat dapat menjadi ciri status tingkatan seseorang? Berikut ini jenis-jenis pakaian adat berdasarkan fungsi yang bikin kamu kagum.

Pakaian Adat Bali Berdasarkan Fungsi

Pakaian adat di Bali ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan juga menjadi identitas bagi rakyat Indonesia. Tentunya, kamu sering melihat di layar tv atau berpapasan langsung dengan warga yang sedang mengenakan pakaian adat ini. Sekilas, pakaian adat terlihat sama, padahal ada beberapa jenis pakaian adat antara lain kebaya Bali, baju safari, kamen, sabuk prada, dan udeng.

Kira-kira, jenis pakaian adat jenis apa nih yang tidak asing di telinga kamu? Bagaimana kalau kita cari tahu lebih lanjut mengenai salah satu kebudayaan yang kental di Pulau Dewata ini.

Payas Agung

Salah satu pakaian adat di Bali yang paling mewah diantara jenis lainnya yang identik dengan manik-manik berkilau dan megah dikenal dengan nama Payas Agung. Biasanya, dipakai untuk upacara pernikahan dan serangkaian potong gigi.

Dipilihnya Payas Agung sebagai pakaian yang digunakan saat upacara pernikahan karena pakaian ini menonjolkan simbol kemewahan adat dan budaya di Bali.

Lalu, apa saja yang membuat pakaian ini terasa sangat spesial?

  • Bahan kain yang dipilih pada Payas Agung terdiri dari wastra khusus yang digunakan untuk upacara sebagai simbol kesucian.
  • Biasanya, pada upacara pernikahan, kain yang digunakan adalah perpaduan kombinasi warna putih, merah, dan emas.
  • Selain itu, Payas Agung juga selalu identik dengan mahkota dengan ukuran yang cukup besar.
  • Terkadang, jenis kain dapat diganti kain songket yang tetap memancarkan kemewahan di setiap acara.

Payas Madya

Jika Payas Agung menjadi jenis pada di tingkatan paling atas, nah Payas Madya berada di tingkatan kedua setelah Payas Agung.

Jika kamu tau, madya memiliki arti tengah. Jadi, Payas Madya tidak terlalu menonjolkan kemewahan, tetapi masih memiliki detail nuansa Bali yang kental.

Payas Madya punya ciri khas tersendiri, antara lain berikut ini:

  • Pada Payas Madya, penggunaan mahkota yang besar tidak digunakan dalam perayaan besar, baik pada perempuan maupun laki-laki.
  • Keunikan pada Payas Madya terletak di bagian aksesoris selendang dan juga kamen.
  • Masyarakat Bali yang sering menggunakan Payas Madya biasanya digunakan saat melakukan ritual sembahyang atau menghadiri acara seperti pesta untuk anak yang baru lahir, kelulusan anak, sukses dalam panen dan menyambut tamu.

Payas Alit

Fungsi terakhir pada pakaian adat ini bernama Payas Alit. Kata “alit” memiliki arti kecil, yang diambil dari Bahasa Jawa. Jika diartikan, Payas Alit dikenal sebagai masyarakat biasa.

Setelah mengenal ketiga fungsi pakaian adat dan tingakatannya, kamu pasti akan lebih mengenali masyarakat yang menggunakan pakaian ini di berbagai acara berdasarkan tingkatan status sosialnya.

Kelengkapan Aksesoris Pakaian Adat Bali

Pakaian adat bali tidak lengkap jika tidak ada aksesorisnya. Kelengkapan aksesorisnya juga berbeda antara laki-laki dan perempuan.

Aksesoris tersebut selalu menjadi bagian dari pakaian tradisional di Pulau Dewata. Jika dari laki-laki, mereka harus selalu membawa baju safari, kemeja, udeng atau ikat kepala, kamen, umpal atau selendang pengikat dan kain kampuh.

Sementara untuk wanita Bali, kelengkapannya juga bervariasi yang terdiri dari kebaya, gelung atau sanggul, kemben songket, sabuk prada atau stagen, selendang songket dan dilengkapi dengan perhiasan lainnya.

Filosofi Pakaian Adat Bali

Pakaian adat bukan hanya sekedar pakaian tradisional biasa, tapi juga sebagai identitas dan ciri khas dari sebuah provinsi.

Biasanya, pakaian adat punya filosofi atau cerita tersendiri yang dilihat dari cara pemakaiannya, macam-macam kelengkapan aksesorisnya dan ornamen lainnya.

Seperti yang kita tahu, Bali menjadi tempat wisata yang paling unggul di Indonesia dan menjadi favorit bagi wisatawan lokal dan internasional.

Wisatawan asing pun sudah tidak asing lagi dengan adat istiadat kebudayaan Indonesia yang diwakilkan oleh Provinsi Denpasar atau Bali. Pakaian tradisional Bali juga memiliki perbedaan antara wanita dan lelaki, fungsinya dan dari tingkatan status sosialnya.

Padahal, perbedaan tersebut tidak ada bedanya karena prinsip yang dianut tetap sama, karena bersumber pada Sang Hyang Widhi. Tuhan yang diyakini dapat memberikan kedamaian, kesedihan dan kebahagiaan bagi seluruh umat Hindu yang percaya akan hal tersebut.

Selain dianggap sebagai wujud penghormatan kepada Tuhan Yang Maha Esa, pakaian adat Bali juga sering digunakan sebagai bentuk penghormatan pada pengunjung yang datang. Hal ini dilakukan agar tamu akan merasa terhormat jika disambut dengan tuan rumah dengan pakaian rapi.

Kekentalan budaya di Bali dapat memberikan pengalaman tersendiri saat menggunakannya. Walaupun masyarakat asli Bali sering mengenakan pakaian tersebut, mereka tetap merasakan perasaan bangga dan hormat akan adat dan budaya yang terkandung dalam pakaian yang sedang dikenakan.

Frista Kurniasari
Talented professional good multitasking, organizational and verbal and written communication skills. Expertise includes writing content on topics such as Lifestyle, Humanity, Education and Travel.

Related Articles

Leave a Reply