Mengenal Lebih Jauh Perbedaan Introvert dan Ekstrovert

Perbedaan Introvert dan Ekstrovert – Ketika berjumpa dengan seseorang, mungkin kamu kerap menduga-duga apa tipe kepribadian seperti apa yang dimiliki orang tersebut. Jika seseorang tersebut cukup ekspresif, pasti banyak yang menduga jika ia termasuk seseorang dengan tipe kepribadian ekstrovert. 

Sedangkan, orang yang tampak lebih suka menyendiri merupakan tipe kepribadian introvert. Akan tetapi, tahukah kamu apa perbedaan introvert dan ekstrovert yang sesungguhnya? Supaya makin jelas, simak ulasan berikut selengkapnya, yuk!

Perbedaan introvert dan ekstrovert dalam kehidupan sehari-hari

Sebenarnya, masing-masing individu punya elemen kepribadian ekstraversion dan introversion di dalam dirinya. Hanya saja, salah satu tipe kepribadian lebih dominan dibandingkan yang lain. 

Karenanya, seseorang yang tipe kepribadiannya lebih didominasi elemen introversion maka disebut introvert, sementara jika didominasi oleh elemen extraversion maka disebut ekstrovert. Meski demikian, kedua tipe kepribadian tersebut tetap memiliki perbedaan, antara lain. 

Interaksi sosial 

Perbedaan introvert dan ekstrovert
Source: Helena Lopes on pexels.com

Perbedaan introvert dan ekstrovert yang pertama ada pada interaksi sosial dengan orang lain. Kedua tipe kepribadian ini introvert cukup berbeda, terutama soal kenyamanan saat bersosialisasi maupun berinteraksi. Seorang ekstrovert cenderung lebih menyukai berada di sekitar banyak orang, sebab ia merasa bakal mendapatkan energinya kembali dari interaksi yang dilakukannya tersebut.

Bahkan, ekstrovert akan sangat bersemangat ketika harus berkenalan atau bertemu dengan orang-orang baru. Mereka juga tidak segan untuk mengawali percakapan dengan seseorang yang baru dijumpainya. Berbeda dengan introvert yang justru bertolak belakang.

Seorang introvert kerap dianggap pemalu dan menarik diri ketika di sekitarnya ada banyak orang. Sesungguhnya, introvert tidak sama dengan pemalu, keduanya berbeda. Sebab, alih-alih merasa takut atau khawatir untuk berbicara di hadapan orang banyak, para introvert justru merasa tak perlu ada yang dibicarakan jika tak ada yang penting.

Maknanya, seseorang dengan kepribadian ini bukanlah benci dengan kehidupan sosial atau ingin mengurung diri di kamar terus-menerus. Cuma, mereka merasa lebih nyaman saat berinteraksi dengan orang-orang dekat. Selain itu, mereka energinya mudah habis jika harus berinteraksi dengan orang banyak dalam waktu bersamaan.

Perbedaan introvert dan ekstrovert dalam menjalin pertemanan

Perbedaan introvert dan ekstrovert
source: Trung Nguyen on pexels.com

Perbedaan introvert dan ekstrovert selanjutnya ada dalam bagaimana cara mereka menjalin pertemanan. Seperti yang kita tahu bahwa seorang ekstrovert jauh lebih senang saat berada di situasi dengan banyak orang. Tentunya, mereka memiliki teman atau kenalan yang lebih banyak dibanding dengan para introvert.

Tak heran kemana saja ekstrovert pergi, mereka selalu ada yang mengenalnya atau memiliki. Akan tetapi, tak semua orang yang para ekstrovert kenal dianggap sebagai sahabat atau teman dekat. Dalam masalah ini, introvert dan ekstrovert cukup berbeda.

Bukan berarti seorang introvert yang memang lebih nyaman ketika seorang diri tidak punya teman. Ada, tapi memang tidak banyak dan bisa dihitung dengan jari. Akan tetapi, dengan teman yang sedikit, seorang introvert umumnya memiliki lingkar pertemanan yang cukup kuat. Karena mereka umumnya lebih mementingkan kualitas pertemanan dibanding kuantitasnya.

Dalam membuat keputusan

source: Liza summer on pexels.com

Saat membuat keputusan, ekstrovert dan introvert juga cukup berbeda. Seorang ekstrovert cenderung lebih mudah mengambil keputusan. Mereka ini cenderung spontan dan mudah memutuskan sesuatu, padahal belum benar-benar memikirkan masalah tersebut secara matang.

Sementara, seorang introvert cenderung lebih pemikir. Dimana mereka cukup sulit mengambil keputusan karena memikirkannya dengan mendalam. Karena bagi seorang introvert, segala sesuatu harus dipertimbangkan baik buruknya sebelum benar-benar mengambil suatu keputusan. 

Masalahnya, para introvert seringkali hanya berkutat dalam pikirannya sendiri hingga melupakan fakta jika ada faktor-faktor lain yang juga perlu untuk dipertimbangkan dalam mengambil keputusan.

Ketertarikan dalam pekerjaan

source: Christina Morillo on pexels.com

Perbedaan introvert dan ekstrovert  selanjutnya yang cukup bisa dikenali adalah dari jenis pekerjaan yang mereka tekuni. Mengingat bahwa seorang ekstrovert jauh lebih nyaman dan mudah terstimulasi ketika berinteraksi dengan orang banyak. Mereka ini lebih tertarik dengan pekerjaan yang membuatnya harus berhadapan dengan banyak orang.

Misalnya saja, menjadi seorang sales, marketing maupun pekerjaan yang sejenisnya. Karena para ekstrovert merasa bersemangat saat bertemu orang lain.  Sementara, salah satu ciri-ciri introvert cenderung memilih jenis pekerjaan yang dapat dilakukan secara mandiri. Maknanya, segala keputusan yang berhubungan dengan pekerjaan dapat dikerjakan sendiri tanpa perlu berdiskusi atau berkomunikasi dengan yang lain.

Tetapi jangan salah, bukan berarti para introvert tak suka bekerja sama dengan orang lain. Cuma, mereka merasa ketika bekerja sendiri, pekerjaan menjadi lebih efektif. Pekerjaan seperti writer, designer, dan beberapa pekerjaan sejenis sangat cocok untuk para introvert.

Nah itu tadi beberapa perbedaan introvert dan ekstrovert yang cukup mencolok. Sebenarnya, tidak ada satu orang pun yang benar-benar murni seorang introvert atau sebaliknya. Karena setiap orang memiliki kombinasi dari dua kepribadian tersebut. Perbedaannya ada pada seberapa besar dominasi salah satu tipe kepribadian tersebut. Kalau kamu, dominan introvert atau ekstrovert?

Apapun tipe kepribadian kamu, VELO bisa jadi teman yang asik buat nemenin di berbagai aktivitas. Mau kerja sendiri dari rumah, hangout sama temen atau ketemu klien, VELO bisa kamu gunakan. Produk nikotin bebas tembakau sekali pakai ini praktis banget, cukup selipkan di antara gusi dan bibir atas, lalu biarkan sensasi hangatnya menyebar. 

Tersedia dalam berbagai rasa unik, produk nikotin ini hanya ditujukan khusus untuk kamu yang sudah berusia 18 tahun. Sangat tidak dianjurkan dikonsumsi oleh wanita hamil atau menyusui. Produk ini mengakibatkan ketergantungan.

Related Articles

Leave a Reply