Mengenal Lebih Dekat Tentang Ekosistem Savana

Tahukah kamu apa itu ekosistem savana? Sebagai sebuah negara yang berada di kawasan tropis, Indonesia memiliki beraneka ragam ekosistem dan terdiri dari berbagai jenis flora dan fauna yang beraneka ragam. Ingin tahu lebih jauh tentang ekosistem sabana, savana atau padang rumput? Yuk, simak ulasan ringan berikut ini.

Sekilas tentang Ekosistem Savana

Source: byrdyak

Dalam suatu kawasan, biasanya terdapat berbagai macam komponen kehidupan. Dari mulai makhluk hidup seperti hewan dan tumbuhan serta lingkungannya. Seluruh komponen tersebut kemudian membentuk sebuah hubungan timbal balik yang tak dapat dipisahkan yang disebut sebagai ekosistem.

Di bumi terdapat beberapa jenis ekosistem yang beraneka ragam, salah satunya adalah ekosistem savana. Ekosistem ini bisa ditemukan di berbagai wilayah dengan curah hujan yang rendah, biasanya kawasan tropis dan subtropis. Seperti di Afrika, Asia, Amerika, dan Australia. 

Umumnya, ekosistem di padang savana lebih didominasi oleh tumbuhan rerumputan, semak belukar yang di sekitarnya diselingi pepohonan tinggi yang tumbuh jarang-jarang. Dan menjadi tempat tinggal satwa-satwa liar seperti rusa, banteng, jerapah, kerbau, gajah, singa dan beberapa jenis burung.

Ciri-ciri ekosistem savana

Ekosistem savana
Source: LionMountain

Ekosistem savana disebut juga sebagai suatu tatanan kesatuan kehidupan alam yang menyatu secara utuh antara seluruh unsur lingkungan kehidupan dan saling mempengaruhi. Ada beberapa ciri yang dimiliki oleh ekosistem jenis ini.

1. Banyak ditemukan di iklim tropis hingga subtropis

Ekosistem padang savana ini umumnya akan sangat mudah ditemui di wilayah dengan iklim tropis. Akan tetapi, ekosistem ini juga bisa tumbuh subur hingga ke wilayah dengan iklim sub tropis. Dimana, daerah tersebut secara astronomis berada di antara garis ekuator, setidaknya sampai 23.5° di garis lintang utara dan garis lintang selatan.

2. Tumbuh di kawasan dengan curah hujan minim 

Kawasan dengan ekosistem savana, umumnya memiliki curah hujan rendah, berkisar antara 90 – 150 cm saja per tahunnya. Selain itu, pola persebaran dari curah hujan tersebut pun juga tidak teratur. Hal inilah yang menyebabkan porositas dan drainase menjadi kurang maksimal sehingga tumbuhan kesulitan mendapatkan air.

3. Sering ditemukan pohon kanopi atau pohon tunggal

Salah satu ciri ekosistem savana ada pada jenis pepohonan yang hidup di lingkungan tersebut. Biasanya, pepohonan yang hidup adalah jenis pohon kanopi atau tunggal yang tumbuh saling berjauhan. 

Selain itu, juga ada tumbuhan herba, tumbuhan berkayu, dan berbagai jenis spesies legum. Beberapa jenis tumbuhan kayu yang sering ditemukan di ekosistem tersebut adalahnjenis pohon akasia, palem, sulur karet,  kaktus centong, tahi ayam, dan kacang polong. 

4. Kondisi tumbuhan tergantung curah hujannya

Ekosistem di padang savana termasuk kawasan dengan lahan yang terbuka. Hal ini ditandai dengan iklimnya yang kering dan semi lembab atau semi kering. Tumbuhan yang hidup di kawasan dengan curah hujan yang rendah biasanya akan tumbuh menjadi semak belukar. Sementara, di kawasan dengan curah hujan yang cukup tinggi maka akan berubah jadi hutan basah.

Nah, demikian tadi sekilas tentang ekosistem savana dan ciri-cirinya. Sebuah ekosistem yang memiliki keindahan alam mempesona. Di Indonesia, ada banyak savana dengan keindahan dan keunikannya masing-masing. Semuanya menunggu untuk kamu jelajahi.

Hadir dengan varian rasa yang beragam, VELO menjadi alternatif yang lebih praktis, tanpa asap dan bau tidak sedap ketika merasakan sensasi nikotin. Berbentuk kantong kecil sekali pakai, kamu cukup menyelipkannya di antara gusi dan bibir atas kemudian biarkan sensasinya terasa. Produk nikotin ini bakal menemani kamu melakukan berbagai aktivitas, dari yang santai hingga aktivitas yang super sibuk.

Perlu diketahui, jika VELO baru boleh dinikmati oleh seseorang yang sudah berusia minimal 18 tahun, pengguna produk nikotin, bukan ibu hamil dan menyusui! 

Related Articles

Leave a Reply