Menelusuri Angklung Berasal Dari Mana dan Cerita Dibaliknya

Menelusuri asal-usul angklung berasal dari mana bisa jadi satu hal yang sangat menarik. Bagaimana tidak? Tanah air Indonesia tak hanya alamnya yang begitu kaya saja, tetapi juga kaya akan seni budaya dan juga ragam pertunjukan daerah. 

Berderet-deret dari alat musik tersebut mempunyai keunikan dan juga keindahan sendiri-sendiri.  Suara atau bunyi yang diciptakan dari alat musik tradisional dinilai bisa memikat dan juga   memukau setiap orang. Salah satu dari pada alat musik yang sudah cukup terkenal dan diakui oleh dunia dari Indonesia adalah angklung.

Angklung berasal dari Tataran Sunda

Angklung berasal dari
Source: Facebook.com

Tentunya banyak yang sudah sudah tahu alat musik angklung berasal dari mana. Alat musik tradisional yang satu ini berasal dari tanah sunda, Jawa Barat. Terbuat dari batang bambu dengan berbagai ukuran, alat musik ini begitu lekat dengan kehidupan masyarakat Sunda.

Menurut kisah, alat musik tradisional ini sendiri tercipta sekitar abad ke-12 sampai ke-14 pada masa kerajaan Sunda. Pada waktu itu masyarakat yang berada dalam kerajaan Sunda yakin bahwasanya alat musik yang satu ini bisa menyenangkan dan juga menghibur nyai sri pohaci, yang mana dikenal sebagai Dewi kesuburan.

Angklung dalam Ritual Tanam Padi

Bagi masyarakat Baduy, yang merupakan masyarakat sisa-sisa dari Sunda asli. Mereka telah menerapkan alat musik angklung ini sebagai salah satu dari bagian ritual awal dalam alat menanam padi.  

Salah satu budaya yang sampai dengan saat ini ini bahkan sebagiannya masih dilakukan adalah permainan angklung gubrag di kawasan Jasinga, Bogor. Di mana permainan tersebut memang sudah ada semenjak 400 tahun yang lalu. 

Awal  kemunculannya adalah dari ritus padi,  dimana dimainkan untuk memikat Dewi Sri bisa turun ke bumi supaya tanaman padi tersebut tumbuh subur. Pada umumnya memang jenis bambu yang dipergunakan untuk membuat alat musik tersebut adalah bambu hitam dan bambu Ater. Bambu yang akan berwarna kuning keputihan jika mengering. 

Angklung sebagai penyemangat selama masa kolonial

Salah satu fungsi lain dari angklung sendiri adalah sebagai penggugah atau penyemangat dalam pertempuran.  Pada masa penjajahan bahkan angklung difungsikan sebagai pemberi semangat pada rakyat di Medan pertempuran.

Sehingga pihak hindia Belanda melarang masyarakat Sunda khususnya untuk mempergunakan angklung.  Larangan yang dilakukan oleh pihak hindia-belanda ini membuat kepopuleran dari angklung semakin meredup dan hanya dimainkan oleh sebagian besar anak-anak saja pada waktu itu.

Mulai Dipergunakan Untuk Berbagai Acara Pertunjukan

Beriringan dengan zaman yang terus saja berkembang saat ini alat musik angklung tidak hanya dipergunakan sebagai upacara adat saja namun juga kerap kali dimainkan pada berbagai acara musik.  

Sebagai salah satu alat musik pengiring tambahan yang telah menyebar ke berbagai pelosok tanah air sampai mancanegara. Kemudian pada awal abad ke-20 pihak pelayaran mengadopsi alat musik angklung ini sebagai salah satu misi kebudayaan antara Indonesia dan Thailand.

Itulah beberapa cerita mengenai alat musik angklung berasal dari mana yang perlu dilestarikan. Sampai dengan saat ini alat musik angklung kerap kali dimainkan oleh para pemusik tradisional sunda. Bahkan salah satu pelestarian angklung dilakukan juga oleh salah satu seniman yaitu Udjo yang mendirikan Saung Angklung Udjo di Bandung.

Memainkan angklung memang sangat epik dan memberikan pengalaman unik tersendiri. Biar tambah seru kamu juga bisa cobain VELO, produk nikotin bebas tembakau yang menawarkan sensasi rasa yang unik dan asyik. Kamu juga bisa memilih level nikotin dalam produk VELO sesuai keinginan, lho!

Apalagi, cara pakainya juga praktis banget. Cukup diselipkan di antara bibir dan gusi atas, lalu sensasinya yang hangat menggelitik bakal menyebar. Wow banget! Produk nikotin ini hanya boleh digunakan oleh mereka yang sudah berusia di atas 18 tahun, bukan wanita hamil atau menyusui.

Related Articles

Leave a Reply