Macam-macam Media Tanam Hidroponik untuk Budidaya

Media tanam hidroponik yang digunakan oleh para praktisi cukuplah beragam. Biasanya media ini dibagi menjadi dua jenis, yaitu organik (atau alami) dan anorganik (atau buatan).  Masing-masing jenis media tanam ini punya kelebihan dan juga kekurangan. Kamu bisa gunakan yang mana saja sesuai dengan kebutuhan dan keinginan.

Dalam tulisan yang ringkas dan jelas ini, kami sudah merangkum UM berbagai macam media tanam baik organik maupun anorganik, beserta ulasan kelebihan dan kekurangan dari ke-2 jenis media tanam tersebut agar dapat dipertimbangkan dan dipilih sesuai prioritas kamu. Apa sajakah itu? Mari kita simak tulisan ini hingga selesai.

Media Tanam Hidroponik Organik

Media tanam hidroponik yang pertama adalah media tanam organik atau alami. Bahan bahan-bahan dapat kita ambil dari lingkungan sekitar untuk dimanfaatkan menjadi media tanam.

Sekam Bakar

Sekam bakar disebut juga arang sekam. Sekam bakar ini cukup populer digunakan sebagai media tanam instalasi hidroponik dengan segala sistem yang digunakan. Sekam bakar ini ini memiliki daya ikat air dan aerasi yang cukup baik.

Grafik pH yang dimiliki sekam bakar relatif netral sehingga sangat cocok untuk berbagai macam tanaman. Pertumbuhan akar tanaman hidroponik akan berjalan dengan baik karena nutrisinya sudah terpenuhi dan terserap dengan optimal.

Sabut Kelapa

Sabut kelapa menjadi media tanam yang cukup populer dalam budidaya hidroponik. Sabut kelapa ini dapat melindungi tanaman dari jamur. Dan juga sabut kelapa mengandung nutrisi dan zat hara yang cukup baik.

Sabut kelapa mempunyai perbandingan air dan udara yang cukup seimbang. Sehingga akar tanaman yang ditanam dalam media sabut kelapa apa tidak akan kekurangan air ataupun sebaliknya.  Selain itu sabut kelapa juga akan melindungi akar tanaman dari sinar matahari yang berlebihan.

Sabut kelapa cukup ramah lingkungan dengan PH sekitar 5 sampai 6,8. Daya tahan sabut kelapa lebih kuat dibandingkan tanah sehingga cukup cocok untuk media tanam dalam instalasi hidroponik. 

Kerikil

Kerikil juga dapat digunakan sebagai media tanam dalam tradisi hidroponik. Jenis bisa apa saja, yang penting ukurannya kecil dan seragam. Sebelum digunakan, bersihkan terlebih dahulu menggunakan air mengalir.

Media Tanam Hidroponik Anorganik

Sekarang giliran media tanam hidroponik anorganik atau yang disebut juga buatan. Media tanam anorganik ini meliputi rockwool, hydroton, dan perlite.

Rockwool

Rockwool merupakan serat busa yang halus dan terbuat dari lelehan bebatuan dari gunung berapi. Bahan ini ini meski buatan, tetapi cukup aman digunakan dan terbilang ramah lingkungan.

Namun, rockwool ini memiliki ph yang cukup tinggi sehingga harus direndam di dalam air selama beberapa menit sebelum digunakan.

Hydroton

Hydroton merupakan Tanah liat yang dibentuk menjadi di bola-bola kecil dengan ukuran yang seragam. Biasanya disebut juga sebagai pelet tanah liat. Hydroton ini memiliki ph yang relatif netral sehingga tidak perlu direndam terlebih dahulu.

Perlite

Perlite Merupakan media tanam yang terbuat dari bahan batu silika. Bahan ini ini mempunyai daya aerasi yang bagus dan PH yang relatif netral. Berat bahan ini juga cukup ringan sehingga mampu merawat akar dengan baik.

Media Tanam Organik vs Anorganik

OrganikAnorganik
KelebihanDaya simpan air dan nutrisi cukup baikPertumbuhan akar cukup bagusBiasanya relatif lebih ringanKekuranganMedia tanam terlalu lembabKebersihan media tanam tidak pastiTidak dapat digunakan berkali-kaliKelebihanDapat digunakan dalam jangka waktu yang lamaTidak terlalu lembabAerasi lebih optimalKekuranganBiasanya lebih beratAir mengatus terlalu cepatPertumbuhan akar kurang optimal

Itulah tadi beberapa ulasan seputar media tanam hidroponik. Aktivitas menanam ini dapat kamu jadikan sebagai peluang bisnis atau hobi yang menyenangkan. Sebagai alternatif  saat kamu tidak bisa gabung di tongkrongan ramai-ramai.

Atau juga, jika kamu tidak merokok, kini ada alternatif baru. Namanya, kantong VELO. Kantong nikotin mungil untuk usia 18 tahun ke atas dan bukan ibu hamil, yang dapat digunakan kapan saja dan di mana saja tanpa ketahuan siapapun. Cukup selipkan di gusi bagian atas, lalu nikmati sensasinya 20-30 menit ke depan.

Ifan Prasya
Karena belajar bisa dari mana aja.

Related Articles

Leave a Reply