Konsep Musik Kontemporer Yang Perlu Kamu Ketahui

Musik kontemporer yang mungkin lebih mudah diidentifikasi sebagai “musik masa kini” merupakan jenis musik yang saat ini banyak digandrungi oleh masyarakat Indonesia dan dunia, terutama anak muda. Konsep musik yang satu ini sifatnya individual. Oleh karena itu, perkembangan konsep musik kontemporer menjadi sangat beragam.

Untuk memahami musik kontemporer secara sederhana, lihatlah karya-karya musik yang tidak lagi menunjukkan adanya karakteristik atau latar belakang yang didasarkan pada tradisi dan budaya lokal meskipun tradisi atau budaya tersebut sebenarnya masih melekat kuat dalam diri masyarakat.

Konsep musik kontemporer mengalami perkembangan yang pesat karena adanya globalisasi, yakni batas-batas wilayah, termasuk batas negara yang semakin minim. Jadi, konsep musik kontemporer menawarkan paham bahwa kreativitas musik tertentu tidak bergantung pada tradisi sebuah negara atau wilayah, tetapi tergantung individunya, yakni soal bagaimana mereka bisa menciptakan musik tergantung selera dan kreativitas mereka masing-masing.

Komposisi dalam konsep musik kontemporer

  • Bersifat iringan

Karya musik kontemporer dikenal sebagai karya musik yang sifatnya iringan. Konsepnya didasarkan pada instrumen (melodi) yang dilengkapi dengan elemen-elemen musik lainnya untuk mengiringi melodi.

  • Bersifat ilustratif

Konsep musik kontemporer biasanya mendeskripsikan suatu naskah puisi, cerita, drama, dan sebagainya. Oleh karena itu, salah satu orientasi utama musik ini adalah penciptaan suasana yang sesuai dengan interpretasi sang komponis.

  • Bersifat otonom

Karya musik kontemporer biasanya bersifat lebih sulit dimengerti oleh orang awam. Bukan hanya karena bentuknya gramatikanya yang tidak baku, konsep musik kontemporer juga sangat berbeda dengan musik tradisi. Tidak heran jika konsep musik yang satu ini kerap memunculkan kontroversi.

Ciri-Ciri konsep musik kontemporer

Jika sudah memahami komposisi dalam konsep musik kontemporer, selanjutnya pahamilah bagaimana ciri-ciri karya musik ini. Jika diulik lebih dalam, berikut adalah ciri-ciri konsep musik kontemporer:

Judul

Jika kamu menemukan karya musik kontemporer, kamu pasti menyadari bahwa karya musik ini kerap memiliki judul-judul yang tidak lazim. Salah satu contoh karya musik kontemporer yang terkenal adalah Tehilin karya Steve Reich. Gak lazim dan cukup aneh ya?

Tema

Coba perhatikan tema-tema yang diangkat oleh berbagai konsep musik pada umumnya! Tema-tema tersebut pasti tidak jauh dari topik tentang percintaan, kebahagiaan, duka, dan sebagainya yang umum kita dengar. Hal ini berbeda dengan karya musik kontemporer yang cenderung mengangkat tema musik yang tidak biasa. 

Salah satu contohnya adalah Tetabuhan Sungut yang merupakan hasil kreativitas dari Slamet Abdul Sjukur. Dalam lagu tersebut, sang komponis mengangkat tema tentang eksplorasi kemampuan bunyi mulut kita sebagai manusia.

Instrumen

Dalam karya musik kontemporer, semua benda yang bisa menghasilkan bunyi dan dapat diolah menjadi musik dimasukkan ke kategori instrumen. Jadi, instrumen dalam karya musik kontemporer ini tidak terbatas hanya pada alat-alat musik seperti piano, gitar, biola, dan sebagainya. Lihat saja berbagai karya musik kontemporer bahkan menjadikan tepukan atau gesekan benda-benda logam sebagai instrumennya.

Partitur

Notasi angka dan balok tidak cukup untuk musik kontemporer. Konsep musik yang satu ini kerap harus dilengkapi dengan langkah-langkah dan petunjuk detail tentang gambaran bunyi dan bagaimana sang komponis memproduksi bunyi tersebut. Jadi, dalam konsep musik kontemporer, kita juga mengenal notasi tindakan dan auditif.

Nah, itulah konsep musik kontemporer yang perlu kamu pahami. Bagaimana? Tertarik mendalami konsep musik ini?

Related Articles

Leave a Reply