5 Keuntungan Menjalani Konsep Hidup Minimalis yang Katanya Serba Pelit

Konsep hidup minimalis menawarkan solusi alternatif untuk bertahan hidup di tengah-tengah berbagai tantangan masa kini, termasuk salah satunya kondisi ekonomi dunia. Inilah yang turut menarik perhatian kaum milenial sehingga konsep minimalis muncul sebagai tren gaya hidup baru sejak beberapa tahun terakhir, sama halnya seperti ikigai.

Tapi, benarkah menjadi seorang minimalist itu hidupnya serba pelit sampai-sampai isi lemari pun harus sangat dibatasi? Bukankah hidup terbatas itu hanya akan menyusahkan?

Keuntungan Menjalani Konsep Hidup Minimalis

Jangan salah, hidup sebagai seorang minimalist ternyata lebih banyak senang dibanding susah. Kendati butuh usaha keras untuk memulainya, jika sudah terbiasa hidup kamu akan jauh lebih bahagia. Berikut keuntungan menjalani konsep hidup minimalis:

1. Pola Konsumsi Menjadi Lebih Efisien

konsep hidup
Source: Andrew Neel via Unsplash

Seorang minimalist melihat segala sesuatu dari benda yang dibeli berdasarkan kualitasnya. Apakah benda itu benar-benar bermanfaat? Harga bukanlah tolok ukur utama, selama benda itu memiliki kualitas yang dicari dan bisa digunakan dalam jangka waktu panjang. 

Minimalis adalah konsep tentang bagaimana kita melihat nilai dan kualitas dari sebuah benda, bukan kuantitasnya. Menerapkan gaya hidup ini secara tidak langsung membuat kita terhindar dari perilaku konsumtif yang justru lebih banyak memberi tekanan dan mendatangkan keborosan.

2. Lebih Kaya Pengalaman

Source: Sai Kiran Anagani via Unsplash

Sebagian besar kaum milenial lebih mengutamakan pengalaman dibanding mengumpulkan aset. Milenial memiliki kecenderungan yang lebih kuat untuk memilih aktivitas traveling, nongkrong, atau mencoba hal-hal baru dibanding membeli rumah, kendaraan baru, atau aset-aset mahal sejenisnya.

Dengan menerapkan prinsip minimalis sebagai gaya hidup, kamu bisa memperkaya pengalaman dengan lebih maksimal. Karena jika hidup sudah tertata berdasarkan kebutuhan dan efisiensinya, sehingga tidak ada yang perlu dirisaukan lagi, kamu bisa lebih fokus untuk melakukan hal-hal yang memang ingin kamu lakukan.

3. Terbebas dari Rasa Terkekang

Source: Andrew Berndt via Unsplash

Menyimpan terlalu banyak barang di ruangan bisa membuat kita merasa tercekik dan sangat membatasi keleluasaan. Terutama jika harus hidup berpindah-pindah, barang-barang hanya akan menjadi beban.

Harta benda juga dapat menimbulkan rasa bersalah — pakaian yang jarang digunakan, alat tulis yang terbengkalai, atau benda-benda yang bahkan tidak lagi terpakai pada akhirnya akan membuat kita berpikir; kenapa susah payah menghamburkan uang untuk semua barang ini?

Kamu akan merasakan perbedaan yang sangat kontras begitu menerapkan gaya hidup minimalis. Seketika, hidup terasa lebih bebas dan leluasa begitu barang-barang disingkirkan.

4. Tidak Takut Kehilangan

konsep hidup
Source: Benjamin Davies via Unsplash

Sebenarnya, hal-hal yang kita miliki sama sekali tidak ada kaitannya dengan perasaan kehilangan. Satu-satunya yang bisa membuat kita merasa kehilangan adalah rasa memiliki itu sendiri. Jika kita berpikir bahwa kita tidak memiliki sesuatu, maka tidak ada alasan untuk merasa takut kehilangan.

Inilah salah satu keuntungan terbesar menjadi seorang minimalist. Hidup tanpa dikelilingi benda-benda akan membuat kita terbebas dari rasa khawatir atau was-was akan kehilangan sesuatu. Lepas dari sifat materialistis merupakan kebebasan sejati.

5. Kualitas Kesehatan yang Lebih Baik

Source: Alyson McPhee via Unsplash

Seseorang yang sudah mampu mengendalikan dirinya akan berdampak pula pada kesehatannya. Dalam hal ini, menjadi lebih sadar terhadap kesehatan. Seorang minimalist  akan lebih memperhatikan pola makan. Ia tidak sembarang memilih makanan, dan hanya mengonsumsi makanan sehat tanpa bahan kimia.

Nah, itulah beberapa keuntungan yang bisa kamu rasakan setelah menerapkan konsep minimalis dalam keseharian. Ikuti terus perkembangan info menarik lainnya bersama VELO, kantong nikotin bebas tembakau pertama di Indonesia dengan aneka rasa menyegarkan buat kamu pengguna produk nikotin yang sudah berusia 18 tahun atau lebih, bukan perempuan hamil atau menyusui.

Henki Taher
For the last few years, Hengky living as a digital nomad and currently settled in Denpasar. As a writer, he is interested in a certain topic such as pseudoscience, culture, art, and lifestyle.

Related Articles

Leave a Reply