Kombinasi Budaya dan Kuliner Jadi Wisata Semarang Yang Wajib Kalian Kunjungi

Kota Semarang adalah ibu kota Provinsi Jawa Tengah yang terkenal dengan sebutan little netherland atau Belanda Kecil. Jika kamu berkesempatan untuk ke wisata Semarang, kamu akan tahu mengapa Semarang memiliki sebutan lain sebagai sepotong kota Belanda yang kecil.

Sejak 150 tahun yang lalu, di kota inilah pertama kali jalur kereta api dibangun oleh Belanda yang menjadikan jaringan rel kereta api pertama di Pulau Jawa. 

Banyak sejarah penting yang terjadi di Kota Semarang yang saat ini bisa kamu saksikan bukti peninggalan sejarah nya. Semarang didominasi oleh masyarakat Jawa, Melayu dan Tionghoa, hal itu disebabkan oleh perdagangan yang terjadi di kawasan pelabuhan sekitar tahun 1400-an.

Kombinasi budaya ini tidak lepas akan identitas kuliner khas Semarang yang menarik wisatawan untuk datang dan mencicipi sajian terbaik di kota ini. Untuk memulai destinasi wisata Semarang, kamu bisa mengunjungi beberapa kawasan yang memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi sambil menikmati sajian kuliner terbaik.

Kawasan Budaya Sebagai Wisata Semarang

Pada zaman penjajahan Belanda, telah terjadi kegiatan perekonomian yang berpengaruh pada bangunan-bangunan di Semarang. Gaya arsitektur pada pusat perekonomian zaman Hindia Belanda pun membuat kawasan ini terlihat persis saat sedang berada di luar negeri.

Peninggalan bangunan ini lah yang mendapatkan gelar World Heritage City dari UNESCO. Bisa kamu bayangkan bukan, berapa banyak nilai sejarah dan kebudayaan yang terdapat di Kota Semarang? Berikut bangunan-bangunan bersejarah yang dapat kamu kunjungi.

Lawang Sewu

Sulthan Auliya via Unsplash

Salah satu tempat wisata Semarang yang wajib kalian kunjungi adalah Lawang Sewu, atau jika diartikan berarti Seribu Pintu. Lawang Sewu dibangun sejak tahun 1907 sebagai Kantor Pusat PT. Kereta Api Indonesia.

Bangunan ini dibangun oleh arsitek asal Amsterdam bernama Jakob F. Klinkhamer dan B.J Ouendag dengan ciri khas elemen melengkung sebagai karakteristik utama Lawang Sewu dan pintu yang sangat banyak sehingga masyarakat menyebutnya bangunan dengan seribu pintu.

Saat ini, Lawang Sewu difungsikan menjadi museum yang menampilkan peninggalan bersejarah seperti mesin hitung, mesin tik, replika lokomotif uap dan video-video jaman dulu. Kalian hanya perlu membayar tiket masuk sebesar Rp5.000,- – Rp10.000,- pada jam 07.00 hingga 21.00 WIB.

Kawasan Wisata Semarang Kota Lama

wisata semarang
Photo by Aldo Amando on Unsplash

Tidak hanya di Jakarta dan Bandung saja yang memiliki Kota Tua dengan bangunan bersejarah, di Semarang juga memiliki Kawasan bernama Kota Lama. Kawasan ini menjadi pusat peninggalan Belanda yang memiliki banyak bangunan berusia 300 tahun dengan arsitektur khas penjajahan Hindia-Belanda.

Bangunan bersejarah yang ikonik antara lain Gereja Blenduk yang sudah berdiri sejak abad ke 18. Kawasan ini terletak di dekat Pelabuhan Tanjung Mas, dimana pada jaman dulu menjadi pusat perdagangan dan perekonomian. Objek wisata di kawasan kota lama yaitu ada galeri seni, café, penyewaan sepeda onthel dan museum 3D.

Sam Poo Kong

Photo by Bogdan Karlenko on Unsplash

Bangunan ini merupakan jejak peninggalan masyarakat Tionghoa bernama Laksamana Cheng Ho saat kapal nya bersandar di Semarang pada tahun 1416. Sam Poo Kong sendiri merupakan bangunan yang memiliki empat klenteng dengan detail arsitektur khas Tionghoa dan didominasi warna merah.

Sam Poo Kong juga menjadi pusat kegiatan kebudayaan setiap tahun pada bulan Agustus. Selain itu, bangunan ini difungsikan untuk tempat beribadah pemeluk Tridharma, yaitu kelompok dengan tiga agama seperti Taoisme, Buddhisme, dan Konfusianisme. Sam Poo Kong mulai beroperasi dari jam 06.00 hingga 23.00 WIB dengan tiket masuk sebesar Rp28.000,- per orang.

Goa Kreo

via dosenwisata

Selain menjadi peninggalan sejarah Belanda dan Tionghoa, Semarang juga memiliki peninggalan jaman Sunan Kalijaga yaitu Goa Kreo. Goa ini terletak 13 kilometer dari Tugu Muda. Diberi nama Kreo karena Sunan Kalijaga memerintahkan empat kera untuk menjaga dan memelihara goa ini. Hanya perlu membayar tiket masuk sebesar Rp3.000,- saja kalian sudah dapat merasakan keindahan alam dengan pohon-pohon yang rindang saat berwisata kesini.

Sebaiknya saat mengunjungi tempat wisata Semarang yang memiliki nilai sejarah, kalian bisa meminta pemandu wisata untuk menjelaskan arti dari setiap bangunan agar kalian bisa mendapatkan pengalaman yang berbeda.

Kuliner Khas Wisata Semarang

Setelah mengunjungi tempat wisata Semarang, rasanya kurang berkesan jika kalian tidak mencicipi makanan khas Semarang. Bahkan, pada tahun 2015 Kementerian Pariwisata menobatkan Semarang sebagai salah satu destinasi wisata kuliner unggulan loh! Ada beberapa rekomendasi kuliner yang bisa kalian cobain, nih diantaranya yaitu:

Tahu Gimbal

via Solopos

Kuliner ini mirip dengan kupat tahu yang membedakannya tahu gimbal menggunakan petis sebagai campuran bumbu. Satu porsi tahu gimbal berisikan potongan lontong, bakwan udang (gimbal), kol, tauge yang disiram saus kacang berbumbu petis. Kalian bisa mencoba Tahu Gimbal Pak Edi dengan harga Rp14.000,- untuk rasa yang lezat banget!

Babat Gongso

wisata semarang
Endro via Instagram

Babat merupakan jeroan sapi yang diolah menjadi gongso. Gongso sendiri adalah teknik memasak dengan cara dibakar hingga bumbunya meresap. Kalian bisa mencoba olahan babat ini di Warung Pak Sukarmin yang sudah berdiri sejak tahun 1971. Harganya pun cukup terjangkau yaitu Rp20.000,- per porsi.

Wingko Babat

wisata semarang
via oleholehsemarang

Makanan ini dikenal sebagai makanan khas tradisional yang biasanya dijadikan oleh-oleh khas Semarang. Wingko merupakan kue yang dibuat dari kelapa muda, tepung beras ketan dan gula dan dibungkus kertas kecil. Sedangkan Babat adalah kota kecil yang mengawali produksi Wingko pertama kali. 

Kamu tidak perlu bingung ingin berpergian kemana sesampainya di Semarang, karena kota ini memiliki banyak wisata mulai dari budaya, kuliner, alam, dan pemandangannya yang gak kalah bagusnya dari Bandung dan kota lainnya! Walaupun hanya mampir untuk berlibur, jangan lupa untuk menjaga kebersihan dan usahakan untuk tidak merokok di tempat bersejarah, karena asapnya akan mengganggu orang lain.

Tapi, kalian masih bisa tetap bisa merasakan sensasi nikotin kok, asal kalian membawa VELO selama berlibur. Tidak perlu takut orang lain keganggu sama asap atau bau nya, karena VELO sama sekali tidak menghasilkan asap.

Kemasannya yang kecil dan simpel, jadi bisa digunakan kapan aja dan dimana aja! VELO adalah kantong nikotin bebas tembakau pertama di Indonesia yang ditujukan buat kamu yang sudah berusia 18 tahun ke atas dan pengguna produk yang mengandung nikotin, serta bukan perempuan hamil atau menyusui. Cukup selipkan di antara bibir dan gusi atas, sensasinya bakal kerasa hingga setengah jam. 

Frista Kurniasari
Talented professional good multitasking, organizational and verbal and written communication skills. Expertise includes writing content on topics such as Lifestyle, Humanity, Education and Travel.

Related Articles

Leave a Reply