Kenalan Dengan 3 Tokoh Musik Kontemporer Indonesia

Siapa sih yang tidak suka mendengarkan musik? Dengan musik, banyak orang merasa lebih tenang, lebih berenergi, dan lebih bahagia. Meskipun demikian, selera musik orang pasti berbeda-beda.

Salah satu jenis musik yang digandrungi banyak orang saat ini adalah musik kontemporer. Musik ini memiliki karakteristik yang sangat berbeda dengan musik pada umumnya.

Instrumen yang digunakan pada musik kontemporer pun lebih beragam. Para musisi kontemporer memanfaatkan benda apapun yang bisa menghasilkan bunyi untuk diolah menjadi musik.

Meskipun popularitas musik kontemporer di Indonesia meningkat beberapa tahun terakhir, sepertinya popularitas tersebut belum bisa menyaingi jenis musik lain dalam industri hiburan.

Namun, tentu saja di Indonesia adalah beberapa tokoh musik kontemporer yang terkenal dengan bakat dan karya-karyanya. Yuk, cari tahu siapa saja mereka!

Slamet Abdul Sjukur

Nama Slamet Abdul Sjukur kerap disebut-sebut sebagai komponis Indonesia yang paling berbakat. Ia sangat piawai dalam mengkomposisikan unsur-unsur sederhana untuk menciptakan karya musik. Tidak heran ia kerap dijuluki sebagai komposer minimaks.

Tokoh musik kontemporer yang satu ini bahkan bisa membuat musik dengan bunyi-bunyian dari gesekan daun, gesekan sapu, gemericik air, percakapan, bahkan bunyi ketiak. Kreatif banget ya?

Salah satu karyanya yang paling terkenal adalah saat ini berhasil membuat paduan suara yang anggotanya berisi orang-orang bersuara sengau. Ia juga membuat karya musikal yang berisi 200 pemulung kecil yang bernyanyi dan memainkan instrumen kecil dari bambu.

Ia mulai serius mendalami musik sejak mengambil kuliah jurusan musik di Paris dengan beasiswa dari Kedubes Perancis. Keren banget kan!

Harry Roesli

Harry Roesli adalah tokoh musik kontemporer yang sangat berbakat dan berasal dari Bandung. Kamu tahu Marah Roesli yang populer dengan Siti Nurbaya-nya? Beliau adalah cucu dari Harry Roesli yang berbakat!

Namanya melambung tinggi di tahun 1970an. Ia memiliki sebuah grup musik bernama The Gang of Harry Roesli dan mengeluarkan album dengan tajuk “

Philosophy Gang (1971). Karya musik tersebut berhasil menggegerkan tanah air.

Ia mampu memainkan musik dari berbagai benda seperti botol, kaleng bekas, dan sebagainya. Lirik metafora dalam lagunya pun sangat disukai banyak orang karena sangat ciamik dan berisi kritik sosial yang mendalam.

I Nyoman Windha

Dari Bali juga ada seorang tokoh musik kontemporer terkenal lho! Karya-karyanya yang epic selalu dikaitkan dengan tradisi-tradisi yang ada di Bali. Sejak masa kecilnya Nyoman Windha telah piawai menabuh gamelan dan telah akrab dengan berbagai bunyi yang dihasilkan dari alat-alat musik yang ada di Bali.

Nyoman Windha pun bersekolah di sekolah musik. Setelah selesai, ia meneruskan studi di Akademi Seni Tari (ASTI) Denpasar dengan jurusan karawitan. Tidak berhenti di sana, ia menggali ilmu seni lebih dalam dengan berkuliah di Mills College California untuk gelar di Master of Music.

Sebagai seorang tokoh musik kontemporer, debutnya berawal pada Pekan Komponis-Dewan Kesenian Jakarta di tahun 1983. Ia bahkan diundang dua kali ke forum yang sangat bergengsi tersebut. 

Saat ini, Nyoman menempati posisi utama dalam dunia musik Bali. Ia bukan hanya berperan sebagai pemain dan komponis, tetapi juga sebagai pengajar musik. Ia telah melakukan kolaborasi musik dengan seniman-seniman dari berbagai belahan dunia, seperti Australia, Eropa, Amerika Serikat, dan beberapa negara di Asia.

Itulah 3 tokoh musik kontemporer Indonesia yang populer dan sangat berbakat. Kamu siap menjadi komponis selanjutnya?

Related Articles

Leave a Reply