Kekuatan Lukisan Abstrak Hitam Putih Bagi Industri Seni

Lukisan abstrak hitam putih dibuat dengan mengaplikasikan satu warna pada seluruh kanvas. Biasanya, pelukis akan mengeluarkan banyak tenaga dan waktu, namun hasil akhirnya seringkali membingungkan pengunjung museum. Kombinasi hitam putih pada kanvas hitam mungkin sulit untuk dipahami. Banyak orang berjuang untuk menemukan arti sebenarnya, bahkan mereka sering bertanya-tanya “apakah ini seni?” 

Meskipun lukisan hitam putih sering muncul sebagai sesuatu yang dapat dibuat oleh anak yang berusia lima tahun. Namun, ketika kita melihat lebih jauh ke dalam sejarah, konsep, dan proses artistik di balik penciptaan lukisan abstrak hitam putih ada suatu ciri yang menarik bagi seniman.

Asal Mula Lukisan Hitam Putih 

Secara historis, awal mula lukisan hitam putih dibuat oleh penulis asal Perancis bernama Paul Bilhaud dengan judul “Negroes Fighting in a Cellar at Night”. Tulisan Paul menjadi karya seni yang diambil alih oleh Alphonse Allais yang memperluas konsep awal Paul, dengan menambahkan tujuh lukisan hitam putih dengan judul “First Communion of Anaemic Young Girls in the Snow or Apoplectic Cardinals Harvesting Tomatoes on the Shore of the Red Sea” yang dianggap lelucon oleh Paul dan Alphonse saat itu. 

Tapi, tahukah kamu bahwa kolaborasi kedua tokoh sastra Perancis ini ternyata berubah menjadi gerakan artistik yang menginspirasi di masa depan. Bahkan, telah menginspirasi Father of Suprematism untuk menciptakan lukisan abstrak hitam putih pertamanya. Bernama Black Square, lukisan ini dianggap sebagai cara untuk membebaskan seni dari beban dunia nyata. 

Eksplorasi Warna 

Lukisan hitam putih tidak sama seperti yang lainnya, karena seni ini harus membuat material khusus untuk membuat lukisan jelas terlihat. Kurangnya banyak elemen di atas kanvas, pengunjung tidak punya pilihan lain selain fokus terhadap warna itu sendiri.

Bagaimanapun, warna mempunyai caranya sendiri untuk berkomunikasi dengan pengunjung karena akan menimbulkan perasaan atau ingatan yang berbeda pada jiwa orang-orang. Misalnya saja, pada karya seni dengan judul Malevich White on White pada tahun 1918, dapat membuat orang merasakan kemurnian dan kepolosan saat melihat lebih jauh ke dalam lukisannya. 

Sebaliknya, jika lukisan digambar pada kanvas hitam, dapat menghasilkan karya yang memberikan sensasi seperti tertarik ke dalam lubang yang gelap. Misalnya saja, ketika sedang melihat karya lukisan Malevich’s Black Square atau Ad Reinhardt All Black, banyak penonton yang merasa seperti melihat kehampaan, dan mempertanyakan keberadaan kematian. 

Tekstur Pada Lukisan Hitam Putih 

Pelukis lukisan hitam putih seringkali membuat karya mereka lebih menarik dengan melakukan eksperimen. Dengan berbagai tekstur dengan teknik kreatif yang unik. Pelukis bernama Lucio Fontana memotong kanvas monokromnya untuk diubah menjadi patung tiga dimensi. Dia sambil mempertanyakan sifat dua dimensi dari kanvas tersebut. 

Saat ini lukisan bertemakan hitam putih banyak digunakan untuk mengeksplorasi dan mengekspresikan ide-ide tentang identitas dan ras. Seperti seniman kontemporer Ellen Gallagher dan Alteronce Gumbys yang merujuk gagasan tentang ras dan gender ke dalam karya mereka. Kedua seniman tersebut terus mengeksplorasi apa artinya menjadi kulit hitam atau pria kulit hitam ke dalam masyarakat. Lukisan hitam putih punya kekuatan untuk mengubah satu warna memiliki berbagai makna dan emosi. 

Oleh karena itu, lukisan abstrak hitam putih akan terus menjadi sumber inspirasi bagi seniman lainnya. 

Frista Kurniasari
Talented professional good multitasking, organizational and verbal and written communication skills. Expertise includes writing content on topics such as Lifestyle, Humanity, Education and Travel.

Related Articles

Leave a Reply